Kamis, Februari 12, 2026
  • Shop
  • My Account
    • Cart
    • Checkout
  • Company Profile
  • Login
  • Beranda
  • Berita
    • All
    • Bisnis
    • Budaya
    • DAERAH
    • Ekonomi
    • Internasional
    • Kesehatan
    • Musik
    • Nasional
    • Olahraga
    • Pemerintah
    • Pendidikan
    • POLITIK
    • REGIONAL
    • Sosial
    • Wisata
    Pelatih Iran Terpukau dengan Keramahan Masyarakat Indonesia selama Piala Asia Futsal 2026, Bola Dibawa Pulang buat Kenangan

    Pelatih Iran Terpukau dengan Keramahan Masyarakat Indonesia selama Piala Asia Futsal 2026, Bola Dibawa Pulang buat Kenangan

    Simalakama Banjir Pemain Naturalisasi di BRI Super League: Antara Hak Asasi dan Kualitas Prestasi

    Simalakama Banjir Pemain Naturalisasi di BRI Super League: Antara Hak Asasi dan Kualitas Prestasi

    Exco PSSI Bantah Narasi Pemain Naturalisasi Timnas Indonesia Main di Super League agar Gampang Dipanggil ke Piala AFF 2026

    Exco PSSI Bantah Narasi Pemain Naturalisasi Timnas Indonesia Main di Super League agar Gampang Dipanggil ke Piala AFF 2026

    Exco PSSI Bagikan Persiapan Timnas Indonesia Jelang FIFA Series Maret 2026: John Herdman Sudah Jalan-Jalan dan Pantau-Pantau

    Exco PSSI Bagikan Persiapan Timnas Indonesia Jelang FIFA Series Maret 2026: John Herdman Sudah Jalan-Jalan dan Pantau-Pantau

    Pertahanan Jay Idzes Cs Jebol 5 Kali oleh Inter Milan di Serie A, Pelatih Sassuolo Tetap Kalem

    Pertahanan Jay Idzes Cs Jebol 5 Kali oleh Inter Milan di Serie A, Pelatih Sassuolo Tetap Kalem

    Nova Arianto Setelah Timnas Indonesia U-17 Dibantai China 0-7: Tidak Sesuai Ekspektasi, tapi Pemain Sudah Berjuang Maksimal

    Nova Arianto Setelah Timnas Indonesia U-17 Dibantai China 0-7: Tidak Sesuai Ekspektasi, tapi Pemain Sudah Berjuang Maksimal

    Nova Arianto Serahkan ke Pelatih Timnas Indonesia U-17 terkait Kemungkinan Mencari Pemain Diaspora untuk Piala Asia U-17 2026

    Nova Arianto Serahkan ke Pelatih Timnas Indonesia U-17 terkait Kemungkinan Mencari Pemain Diaspora untuk Piala Asia U-17 2026

    Rapor Pemain Abroad Indonesia di Eropa Tadi Malam: Jay Idzes Tak Berdaya Dihujani Gol Inter Milan, Timnya Pelupessy juga Keok

    Rapor Pemain Abroad Indonesia di Eropa Tadi Malam: Jay Idzes Tak Berdaya Dihujani Gol Inter Milan, Timnya Pelupessy juga Keok

    Saksikan Uji Coba Timnas Indonesia U-17 Versus China, Live di Indosiar dan Vidio

    Saksikan Uji Coba Timnas Indonesia U-17 Versus China, Live di Indosiar dan Vidio

  • Travel News
    • All
    • Bisnis
    • Budaya
    • DAERAH
    • Ekonomi
    • Internasional
    • Kesehatan
    • Musik
    • Nasional
    • Olahraga
    • Pemerintah
    • Pendidikan
    • POLITIK
    • REGIONAL
    • Sosial
    • Wisata
    Pelatih Iran Terpukau dengan Keramahan Masyarakat Indonesia selama Piala Asia Futsal 2026, Bola Dibawa Pulang buat Kenangan

    Pelatih Iran Terpukau dengan Keramahan Masyarakat Indonesia selama Piala Asia Futsal 2026, Bola Dibawa Pulang buat Kenangan

    Simalakama Banjir Pemain Naturalisasi di BRI Super League: Antara Hak Asasi dan Kualitas Prestasi

    Simalakama Banjir Pemain Naturalisasi di BRI Super League: Antara Hak Asasi dan Kualitas Prestasi

    Exco PSSI Bantah Narasi Pemain Naturalisasi Timnas Indonesia Main di Super League agar Gampang Dipanggil ke Piala AFF 2026

    Exco PSSI Bantah Narasi Pemain Naturalisasi Timnas Indonesia Main di Super League agar Gampang Dipanggil ke Piala AFF 2026

    Exco PSSI Bagikan Persiapan Timnas Indonesia Jelang FIFA Series Maret 2026: John Herdman Sudah Jalan-Jalan dan Pantau-Pantau

    Exco PSSI Bagikan Persiapan Timnas Indonesia Jelang FIFA Series Maret 2026: John Herdman Sudah Jalan-Jalan dan Pantau-Pantau

    Pertahanan Jay Idzes Cs Jebol 5 Kali oleh Inter Milan di Serie A, Pelatih Sassuolo Tetap Kalem

    Pertahanan Jay Idzes Cs Jebol 5 Kali oleh Inter Milan di Serie A, Pelatih Sassuolo Tetap Kalem

    Nova Arianto Setelah Timnas Indonesia U-17 Dibantai China 0-7: Tidak Sesuai Ekspektasi, tapi Pemain Sudah Berjuang Maksimal

    Nova Arianto Setelah Timnas Indonesia U-17 Dibantai China 0-7: Tidak Sesuai Ekspektasi, tapi Pemain Sudah Berjuang Maksimal

    Trending Tags

    • Backpacker
    • Gear
    • Resources
    • Solo Travel
    • Tips
    • Trip Plan
    • Food
No Result
View All Result
Plugin Install : Cart Icon need WooCommerce plugin to be installed.
Riaumag.com
  • Beranda
  • Berita
    • All
    • Bisnis
    • Budaya
    • DAERAH
    • Ekonomi
    • Internasional
    • Kesehatan
    • Musik
    • Nasional
    • Olahraga
    • Pemerintah
    • Pendidikan
    • POLITIK
    • REGIONAL
    • Sosial
    • Wisata
    Pelatih Iran Terpukau dengan Keramahan Masyarakat Indonesia selama Piala Asia Futsal 2026, Bola Dibawa Pulang buat Kenangan

    Pelatih Iran Terpukau dengan Keramahan Masyarakat Indonesia selama Piala Asia Futsal 2026, Bola Dibawa Pulang buat Kenangan

    Simalakama Banjir Pemain Naturalisasi di BRI Super League: Antara Hak Asasi dan Kualitas Prestasi

    Simalakama Banjir Pemain Naturalisasi di BRI Super League: Antara Hak Asasi dan Kualitas Prestasi

    Exco PSSI Bantah Narasi Pemain Naturalisasi Timnas Indonesia Main di Super League agar Gampang Dipanggil ke Piala AFF 2026

    Exco PSSI Bantah Narasi Pemain Naturalisasi Timnas Indonesia Main di Super League agar Gampang Dipanggil ke Piala AFF 2026

    Exco PSSI Bagikan Persiapan Timnas Indonesia Jelang FIFA Series Maret 2026: John Herdman Sudah Jalan-Jalan dan Pantau-Pantau

    Exco PSSI Bagikan Persiapan Timnas Indonesia Jelang FIFA Series Maret 2026: John Herdman Sudah Jalan-Jalan dan Pantau-Pantau

    Pertahanan Jay Idzes Cs Jebol 5 Kali oleh Inter Milan di Serie A, Pelatih Sassuolo Tetap Kalem

    Pertahanan Jay Idzes Cs Jebol 5 Kali oleh Inter Milan di Serie A, Pelatih Sassuolo Tetap Kalem

    Nova Arianto Setelah Timnas Indonesia U-17 Dibantai China 0-7: Tidak Sesuai Ekspektasi, tapi Pemain Sudah Berjuang Maksimal

    Nova Arianto Setelah Timnas Indonesia U-17 Dibantai China 0-7: Tidak Sesuai Ekspektasi, tapi Pemain Sudah Berjuang Maksimal

    Nova Arianto Serahkan ke Pelatih Timnas Indonesia U-17 terkait Kemungkinan Mencari Pemain Diaspora untuk Piala Asia U-17 2026

    Nova Arianto Serahkan ke Pelatih Timnas Indonesia U-17 terkait Kemungkinan Mencari Pemain Diaspora untuk Piala Asia U-17 2026

    Rapor Pemain Abroad Indonesia di Eropa Tadi Malam: Jay Idzes Tak Berdaya Dihujani Gol Inter Milan, Timnya Pelupessy juga Keok

    Rapor Pemain Abroad Indonesia di Eropa Tadi Malam: Jay Idzes Tak Berdaya Dihujani Gol Inter Milan, Timnya Pelupessy juga Keok

    Saksikan Uji Coba Timnas Indonesia U-17 Versus China, Live di Indosiar dan Vidio

    Saksikan Uji Coba Timnas Indonesia U-17 Versus China, Live di Indosiar dan Vidio

  • Travel News
    • All
    • Bisnis
    • Budaya
    • DAERAH
    • Ekonomi
    • Internasional
    • Kesehatan
    • Musik
    • Nasional
    • Olahraga
    • Pemerintah
    • Pendidikan
    • POLITIK
    • REGIONAL
    • Sosial
    • Wisata
    Pelatih Iran Terpukau dengan Keramahan Masyarakat Indonesia selama Piala Asia Futsal 2026, Bola Dibawa Pulang buat Kenangan

    Pelatih Iran Terpukau dengan Keramahan Masyarakat Indonesia selama Piala Asia Futsal 2026, Bola Dibawa Pulang buat Kenangan

    Simalakama Banjir Pemain Naturalisasi di BRI Super League: Antara Hak Asasi dan Kualitas Prestasi

    Simalakama Banjir Pemain Naturalisasi di BRI Super League: Antara Hak Asasi dan Kualitas Prestasi

    Exco PSSI Bantah Narasi Pemain Naturalisasi Timnas Indonesia Main di Super League agar Gampang Dipanggil ke Piala AFF 2026

    Exco PSSI Bantah Narasi Pemain Naturalisasi Timnas Indonesia Main di Super League agar Gampang Dipanggil ke Piala AFF 2026

    Exco PSSI Bagikan Persiapan Timnas Indonesia Jelang FIFA Series Maret 2026: John Herdman Sudah Jalan-Jalan dan Pantau-Pantau

    Exco PSSI Bagikan Persiapan Timnas Indonesia Jelang FIFA Series Maret 2026: John Herdman Sudah Jalan-Jalan dan Pantau-Pantau

    Pertahanan Jay Idzes Cs Jebol 5 Kali oleh Inter Milan di Serie A, Pelatih Sassuolo Tetap Kalem

    Pertahanan Jay Idzes Cs Jebol 5 Kali oleh Inter Milan di Serie A, Pelatih Sassuolo Tetap Kalem

    Nova Arianto Setelah Timnas Indonesia U-17 Dibantai China 0-7: Tidak Sesuai Ekspektasi, tapi Pemain Sudah Berjuang Maksimal

    Nova Arianto Setelah Timnas Indonesia U-17 Dibantai China 0-7: Tidak Sesuai Ekspektasi, tapi Pemain Sudah Berjuang Maksimal

    Trending Tags

    • Backpacker
    • Gear
    • Resources
    • Solo Travel
    • Tips
    • Trip Plan
    • Food
No Result
View All Result
Plugin Install : Cart Icon need WooCommerce plugin to be installed.
No Result
View All Result
Home Opini

Intelektualisme dan Aktivisme, Inspirasi dari Prof. Dr. Suyatno

by Riaumag
11 Oktober 2021
in Opini
0 0
0
Intelektualisme dan Aktivisme, Inspirasi dari Prof. Dr. Suyatno

foto : internet

Riaumag.com –Tulisan ini bisa jadi merupakan perpaduan dari scholarly self-reflection and personal expectation saya tentang berpadu-imbangnya intelektualisme dan aktivisme dalam diri seorang akademisi di sebuah lembaga akademik. Tulisan ini penulis torehkan sebagai bentuk apresiasi atas pengabdian Prof. Suyatno selama memimpin Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka, Jakarta (masa jabatan 2005-2018). Saya sebut sebagai renungan diri dan harapan pribadi saya, karena topik ini seringkali menemani ingatan dan kegelisahan saya ketika memikirkan apa sebetulnya peran seorang intelektual dan bagaimana serta sejauhmana seharusnya mereka mengabdikan ilmu dan kepakarannya di tengah masyarakat yang didera berbagai persoalan moral, keagamaan, sosial, politik, ekonomi, budaya dan lain-lain?

Secara sederhana, intelektual sering dipahami sebagai komunitas elit atau the class elite yang diasumsikan publik memiliki kapasitas keilmuan memadai yang tidak dimiliki oleh orang kebanyakan. Derajat atau maqom intelektual seseorang dapat tercapai setelah melalui rangkaian proses akademik formal yang panjang dan melelahkan dan melewati pengalaman hidup yang sifatnya personal-informal yang berliku dan tak mudah.

Dalam kajian Sosiologi Pengetahuan –misalnya sebagaimana dijelaskan Gouldner dalam buku “the Future of Intellectuals and the Rise of the New Class”– komunitas intelektual dikategorikan sebagai kelas sosial baru yang menguasai ilmu pengetahuan dan memiliki kapital budaya berkat pengetahuan yang dimilikinya. Kapital budaya ini kemudian bisa saja dikembangkan menjadi kapital politik atau kapital uang/ekonomi.

BACAJUGA

Anjuran Shalat Taubat

Anjuran Shalat Taubat

31 Januari 2026
Da’ipreneur, Jalan Dakwah yang Membumi – Abi Yudi & Sang Guru Aa’ Gym

Da’ipreneur, Jalan Dakwah yang Membumi – Abi Yudi & Sang Guru Aa’ Gym

25 Januari 2026
Catatan Jumat : | ANTARA IMAN Dan KARYA BESAR |

Catatan Jumat : | ANTARA IMAN Dan KARYA BESAR |

16 Januari 2026
Setelah Dilantik ASITA Sumatera Barat Gercep Temui Bupati dan Walikota se-Sumatera Barat

Ketika Bencana di Ujung Tahun : Citra Pariwisata Dipertaruhkan, Pelaku Dituntut Kreatif dan Inovatif

31 Desember 2025

Ada perdebatan tentang peran umum seorang intelektual, ada yang berpendapat jika ilmu yang dihasilkan seorang intelektual adalah bersifat objektif dan netral. Sementara ada juga yang berpendapat bahwa tidak ada ilmu yang netral dari aspek nilai dan karakter politik. Terlepas dari perdebatan epistemologis tersebut, saya pribadi memiliki harapan bahwa seorang intelektual seharusnya memiliki dua hal utama; pertama adalah kepakaran dan kedua yaitu integritas. Pakar dalam bidang ilmu yang dikajinya dan pandai dalam menjaga prilakunya agar istiqomah dalam kejujuran, bersikap objektif, dan adil. Seorang intelektual dituntut untuk terus meningkatkan kemampuan ilmiahnya di satu sisi, dan di sisi lain dituntut agar perannya bisa berkontribusi dalam memberdayakan masyarakat. Salah satu ciri intelektual kritis adalah memiliki kepekaan terhadap kondisi sosial masyarakat dan merespon hal tersebut dengan melakukan berbagai kegiatan advokasi.

Prof. Dr. H. Suyatno, M.Pd (yang menyelesaikan tugasnya sebagai Rektor UHAMKA pada tanggal 31 Oktober 2018) telah membuktikan kemampuannya sebagai seorang intelektual yang memiliki kemampuan memberi respon pada tantangan dan kebijakan akademik nasional yang berkembang sangat cepat dan dinamis. Respon yang tepat dan cepat atas suatu permasalahan tidaklah muncul begitu saja, tetapi lahir dari seseorang yang memiliki kemampuan mengenali dan memahami persoalan tersebut dengan baik, kemampuan memilih strategi yang paling pas dalam kondisi waktu yang serba ‘hectic’, dan kemampuan mengenali kesiapan lembaga, SDM, dan fasilitas/sarana prasana yang tersedia. Kemampuan demi kemampuan tersebut muncul karena pengalaman panjang beliau dalam tata kelola dan manajemen lembaga akademik yang baik. Kemampuan tersebut terasah, tergali dan berkembang karena seringnya dihadapkan pada persoalan riil yang dihadapi, dilihat, dan dirasakannya sendiri di universitas yang dipimpinnya.

Menurut saya, Prof. Suyatno telah menunjukkan upaya-upaya yang beliau lakukan dalam memberi respon pada tantangan akademik secara cepat, berjenjang dan berkesinambungan dari hulu ke hilir. Sehingga UHAMKA dibawah kepemimpinan beliau, dapat menunjukkan eksistensi dan prestasinya dalam mengikuti dinamika pendidikan nasional baik dalam bidang pengajaran, penelitian, pengabdian masyarakat, dan tentu Al-Islam dan Kemuhammadiyahan (Catur Darma PTM). Semua unsur civitas akademika UHAMKA terus didorong oleh beliau agar bisa menyelaraskan dan memantaskan kapasitasnya untuk dapat mengikuti perkembangan Pendidikan Tinggi Nasional. Semua unsur terus diperkuat rasa percaya dirinya, bahwa kita bisa bersaing dan bersanding dengan SDM kampus-kampus lain yang hebat. “Kita sama hebatnya dengan mereka!” Begitulah motivasi dari Prof. Suyatno.

Universitas merupakan bagian yang sangat sentral dalam menghasilkan seorang intelektual. Universitas juga sering disebut sebagai pusat kebudayaan yang menghasilkan orang ahli/pakar dengan segala otoritas keilmuannya. Universitas tanpa peran signifikan dari civitas, sulit diharapkan bisa berhasil mencetak intelektual yang berkualitas. Dengan dedikasi Prof. Suyatno, UHAMKA terus dikembangkan menjadi universitas yang memiliki tradisi intelektual yang baik. Tradisi intelektual, terutama dikalangan dosen dan mahasiswa, dapat tumbuh subur jika jelas kebijakan hulu hilirnya.

Tadisi tersebut tidaklah dapat tumbuh subur seketika, tapi melalui tahapan penggarapan dan penganggaran yang tepat dan memerlukan waktu yang panjang. Menumbuhkan tradisi intelektual adalah hal berat dan sulit. Hal itu tidak hanya membutuhkan proses dan pengalaman panjang, tetapi banyak prasyarat lain yang harus terpenuhi. Salahsatunya, prasyarat kebijakan (political will) dari pimpinan. Kebijakan akan berdampak kepada banyak aspek yang akan menunjang tumbuh suburnya tradisi intelektual di kampus. Sebut saja yang paling penting adalah kebijakan terkait aspek administrasi dan birokrasi di semua level, etos kerja staf dan tendik yang memadai, sarana prasana yang kondusif, dan kebijakan agar dosen memiliki kapasitas intelektual yang unggul. Tentu masih banyak aspek penting lainnya yang satu sama lain saling berkaitan dan saling menunjang.

Prof. Suyatno adalah intelektual yang memiliki kepekaaan terhadap kondisi-kondisi akademik yang perlu diperbarui di UHAMKA. Disetiap pembicaraan yang saya ikuti dan dengarkan langsung dalam berbagai kesempatan, saya menangkap pesan yang begitu kuat bahwa UHAMKA harus terus berubah kearah yang lebih baik dan berkemajuan. Berbagai upaya dan kebijakan dibuat oleh Prof. Suyatno agar tradisi intelektual dan kondisi lembaga dan SDM di UHAMKA terus membaik dan bahkan bisa mencapai tingkat terbaiknya.

Bagi saya, Prof. Suyatno adalah role model (uswah hasanah) seorang intelektual dan aktifis yang mengimplementasikan campus-society balance! Intelektual sejatinya bukanlah mereka yang berada di menara gading yang tidak memiliki peran dalam masyarakat dan tidak berkontribusi dalam menggerakkan pemberdayaan dan perubahan social ditengah lingkungannya. Maka intelektual seharusnya adalah juga aktifis. Dalam kamus Oxford (2015), aktivisme (activism) diartikan sebagai “the use of vigorous campaigning to bring about political and social change”. Prof. Suyatno dengan segala kesibukannya sebagai Guru Besar dan Rektor, ia adalah seorang aktifis yang terus berupaya membawa perubahan politik dan sosial di tengah lingkungannya, baik lingkungan kampus atau pun lingkungan masyarakat. Melalui aktifitasnya diberbagai organisasi, terutama melalui PP Muhammadiyah, Prof. Suyatno aktif dalam mengunjungi, membina, dan memberikan perncerahan kepada masyarakat ditingkat akar rumput.

Bahwa kinerja akademik sebagai pengajar dan peneliti sebaik mungkin di kampus, tidaklah cukup jika tidak ikut berpartisipasi dalam pergumulan masyarakat akar rumput. Intelektual sejatinya memberikan kontribusi nyata dalam pemberdayaaan masyarakat diberbagai lapisan sosial, politik dan pendidikannya. Itulah spirit dan elan vital sesungguhnya dari tugas Pengabdian Masyarakat yang diatur oleh LPPM kita. Intelektual tidak boleh terjebak dalam kesendirian atau isolasi intelektual dalam proyek yang memfokuskan hanya pada prestasi individual. Tetapi mereka harus terus bertanya tentang sumbangsih apa yang akan diberikan untuk kemajuan masyarakat di sekitarnya; termasuk kemajuan pola pikir, kemajuan prilaku, dan kemajuan cara berucap agar bisa terwujud cita-cita Muhammadiyah untuk “menciptakan masyarakat Islam yang sebenar-benarnya”

Keseimbangan intelektualisme dan aktifisme Prof. Suyatno tidak lain merupakan bentuk pengejawantahan dakwah persyarikatan yang memadukan dan menyeimbangkan dunia ideal dengan dunia praksis. Itulah ajaran terpenting dari pendiri Muhammadiyah KH. Ahmad Dahlan lewat teologi Al-Maun. Dakwah lapangan atau turun lapangan menyapa dan membina masyarakat terutama mereka yang lemah secara pendidikan dan ekonomi adalah kunci teologi Al-Maun. Seperti halnya Dakwah Muhammadiyah, Prof. Suyatno sangat aktif dalam aksi emansipatoris yang bagi saya merupakan penafsiran dan implementasi riil dari pesan al-amr bil ma’ruf.

Sedangkan sederet kegiatan prof. Suyatno lainnya dalam menahan terjadinya kemadharatan dan kemungkaran sosial akibat lemahnya ekonomi dan pendidikan adalah wujud dari an-nahy ‘anil munkar. Maka, Prof. Suyatno bagi saya juga turut aktif menjalankan peran sebagai pendakwah (da’i), yang seperti dipesankan Rasul untuk tidak ‘Uzlah (menyendiri dalam ruang intelektualismenya atau spriritualismenya) tetapi juga khulthah (berbaur dengan masyarakat sekitar dengan berbagai aktifismenya untuk melakukan pemberdayaan). Di bawah kepemimpinan seorang intelektual-aktifis dan pendakwah seperti Prof. Suyatno, pantaslah UHAMKA menjadi universitas unggul dan meraih akreditasi A.

Terima kasih Prof. Suyatno atas dedikasi dan komitmen intelektual dan sosialnya yang luar biasa untuk UHAMKA, Persyarikatan Muhammadiyah dan masyarakat luas. Semoga Allah Swt menempatkanmu di tempat terbaik-Nya atas semua kebaikan yang telah diperjuangkan selama masa hidupmu.

Kami semua yang merasakan kehilangan dan duka mendalam, tak akan pernah berhenti belajar dari semua kebaikanmu. Selamat jalan Prof. Yatno.

Source: jibpost.id
Tags: UHAMKA
ShareTweetShareSendSend
Previous Post

Nanang Rukmana Dikukuhkan Menjadi Ketua RAPI Kecamatan Bukit Raya Kota Pekanbaru

Next Post

Erick Thohir Usut ‘Dosa’ Masa Lalu di PTPN dan Krakatau Steel

BERITATERKAIT

Anjuran Shalat Taubat
ISLAMedia

Anjuran Shalat Taubat

31 Januari 2026
Da’ipreneur, Jalan Dakwah yang Membumi – Abi Yudi & Sang Guru Aa’ Gym
ISLAMedia

Da’ipreneur, Jalan Dakwah yang Membumi – Abi Yudi & Sang Guru Aa’ Gym

25 Januari 2026
Catatan Jumat : | ANTARA IMAN Dan KARYA BESAR |
Catatan Jumat

Catatan Jumat : | ANTARA IMAN Dan KARYA BESAR |

16 Januari 2026
Setelah Dilantik ASITA Sumatera Barat Gercep Temui Bupati dan Walikota se-Sumatera Barat
Opini

Ketika Bencana di Ujung Tahun : Citra Pariwisata Dipertaruhkan, Pelaku Dituntut Kreatif dan Inovatif

31 Desember 2025
APBN Jadi Shock Absorber: Pelindung Ekonomi di Tengah Ketidakpastian
Opini

APBN Jadi Shock Absorber: Pelindung Ekonomi di Tengah Ketidakpastian

20 Desember 2025
Gerakan Ayah Mengambil Raport: Peran Sederhana Bapak yang Berdampak Besar pada Prestasi Anak
Opini

Gerakan Ayah Mengambil Raport: Peran Sederhana Bapak yang Berdampak Besar pada Prestasi Anak

19 Desember 2025
Next Post
Erick Thohir Usut ‘Dosa’ Masa Lalu di PTPN dan Krakatau Steel

Erick Thohir Usut 'Dosa' Masa Lalu di PTPN dan Krakatau Steel

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  • Trending
  • Comments
  • Latest
ichfa Zuhri MC Kondang Riau Tutup Usia , Dalam Kecelakaan Jalan Lintas Dayun Perawang – Kapubaten Siak

ichfa Zuhri MC Kondang Riau Tutup Usia , Dalam Kecelakaan Jalan Lintas Dayun Perawang – Kapubaten Siak

26 September 2023
Pemprov Tunggu Jadwal Menteri LHK Untuk Penyelesaian Lahan Jalan Tol Pekanbaru-Bangkinang

GRATIS Tiga Pekan, Tol Pekanbaru-Bangkinang Resmi Beroperasi Mulai Hari ini

27 Oktober 2022
Walikota Pekanbaru Tak mau Pakai Mobil BM 1 A ,

Walikota Pekanbaru Tak mau Pakai Mobil BM 1 A ,

4 Maret 2025
ini Prediksi Nama-nama Caleg yang Duduk di Parlemen DPRD Kota Pekanbaru Hasil Pemilu 2024

ini Prediksi Nama-nama Caleg yang Duduk di Parlemen DPRD Kota Pekanbaru Hasil Pemilu 2024

22 Februari 2024
PT Freeport Indonesia Buka Lowongan Kerja 34 Posisi untuk Fresh Graduate

PT Freeport Indonesia Buka Lowongan Kerja 34 Posisi untuk Fresh Graduate

15
Fakultas Studi Islam UMRI Taja PKKMB dan Mastama FSI

Fakultas Studi Islam UMRI Taja PKKMB dan Mastama FSI

3
JNE Pekanbaru Akan Terus Konsisten di Kurir

JNE Pekanbaru Akan Terus Konsisten di Kurir

2
Anggota DPR Usul Anggaran Penyelenggaraan Haji 2021 Direlokasi untuk Kebutuhan Lain

Anggota DPR Usul Anggaran Penyelenggaraan Haji 2021 Direlokasi untuk Kebutuhan Lain

2
Pelatih Iran Terpukau dengan Keramahan Masyarakat Indonesia selama Piala Asia Futsal 2026, Bola Dibawa Pulang buat Kenangan

Pelatih Iran Terpukau dengan Keramahan Masyarakat Indonesia selama Piala Asia Futsal 2026, Bola Dibawa Pulang buat Kenangan

9 Februari 2026
Simalakama Banjir Pemain Naturalisasi di BRI Super League: Antara Hak Asasi dan Kualitas Prestasi

Simalakama Banjir Pemain Naturalisasi di BRI Super League: Antara Hak Asasi dan Kualitas Prestasi

9 Februari 2026
Exco PSSI Bantah Narasi Pemain Naturalisasi Timnas Indonesia Main di Super League agar Gampang Dipanggil ke Piala AFF 2026

Exco PSSI Bantah Narasi Pemain Naturalisasi Timnas Indonesia Main di Super League agar Gampang Dipanggil ke Piala AFF 2026

9 Februari 2026
Exco PSSI Bagikan Persiapan Timnas Indonesia Jelang FIFA Series Maret 2026: John Herdman Sudah Jalan-Jalan dan Pantau-Pantau

Exco PSSI Bagikan Persiapan Timnas Indonesia Jelang FIFA Series Maret 2026: John Herdman Sudah Jalan-Jalan dan Pantau-Pantau

9 Februari 2026
  • About
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Company Profile
Email: riaumag@gmail.com

© 2021 Riaumag.com - Akurat - Lengkap - Berimbang

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Berita
  • Travel News

© 2021 Riaumag.com - Akurat - Lengkap - Berimbang

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In