
RIAUMAG13 —–– Chelsea memastikan langkah ke babak 16 Besar Liga Champions 2025/2026 dengan status yang tak biasa. Bukan sekadar lolos, The Blues datang dengan reputasi sebagai penakluk klub-klub berlabel juara liga domestik.
Perjalanan itu ditutup dengan kemenangan dramatis. Bertandang ke Stadion Diego Maradona, markas Napoli, Chelsea menang 3-2 dan menegaskan mentalitas kompetitif mereka di panggung Eropa.
Hasil tersebut mengantar Chelsea finis di posisi keenam klasemen akhir League Phase Liga Champions. Tim racikan Liam Rosenior mengoleksi 16 poin dari delapan pertandingan, cukup untuk mengamankan tiket langsung ke fase gugur.
Jalan Terjal Chelsea di League Phase Liga Champions

Para pemain Chelsea merayakan gol timnya dalam pertandingan Liga Champions melawan Pafos, Kamis (22/1/2026). (c) AP Photo/Kin Cheung
Chelsea menghadapi delapan lawan dengan karakter dan level kompetisi berbeda. Tantangan itu tidak ringan, terutama karena empat di antaranya berstatus juara liga domestik, ditambah satu juara piala nasional.
Daftar tersebut mencakup Bayern Munchen sebagai juara Bundesliga 2025/2026, Napoli selaku kampiun Serie A 2024/2025, Qarabag juara Azerbaijan 2024/2025, dan Pafos FC juara Siprus 2024/2025. Benfica melengkapi daftar sebagai juara Taca da Liga Portugal 2024/2025.
Status lawan-lawan tersebut membuat jalur Chelsea jauh dari kata mudah. Setiap pertandingan menuntut intensitas tinggi, baik dari sisi fisik maupun mental, karena mayoritas lawan datang dengan identitas pemenang.
Namun, Chelsea justru tampil solid dalam situasi tersebut. Menghadapi para juara, The Blues mampu menjaga keseimbangan antara disiplin bertahan dan efektivitas serangan.
Dari lima tim berstatus juara yang dihadapi, Chelsea sukses memenangkan tiga pertandingan. Benfica, Pafos FC, dan Napoli berhasil ditundukkan. Sementara, laga di markas Qarabag berakhir imbang 2-2.
Satu-satunya kegagalan meraih kemenangan terjadi saat menghadapi Bayern Munchen. Pada laga 17 September 2025, Chelsea harus mengakui keunggulan raksasa Jerman tersebut dengan skor 1-3.
Fakta ini memberi gambaran jelas tentang karakter Chelsea musim ini. Mereka mungkin belum sepenuhnya konsisten, tetapi terbukti efektif saat berhadapan dengan tim dengan juara liga domestik































