RIAUMAG.COM , CUPAK , KABUPATEN SOLOK ——‘Prestasi membanggakan kembali ditorehkan putri daerah asal Kabupaten Solok. Dua siswi Madrasah Aliyah Swasta (MAS) Nurul Amal Cupak, Nur Aisyah dan Wella Hijra Madina, berhasil lolos untuk melanjutkan pendidikan di Suzhou Institute of Trade and Commerce, China. Keberhasilan ini menjadi kebanggaan bagi sekolah, masyarakat Nagari Cupak, hingga Kabupaten Solok karena membuktikan bahwa anak-anak dari daerah mampu bersaing di tingkat internasional.
Namun, di balik kabar menggembirakan tersebut, tersimpan kenyataan yang memprihatinkan. Kesempatan emas untuk menempuh pendidikan di luar negeri kini terancam tidak dapat terwujud akibat keterbatasan biaya keberangkatan yang harus dipenuhi sebelum keduanya berangkat ke China.

Nur Aisyah berasal dari keluarga sederhana. Ayahnya bekerja sebagai buruh tani, sedangkan ibunya merupakan ibu rumah tangga. Penghasilan keluarga selama ini hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari dan membiayai pendidikan adik-adiknya. Meski hidup dalam keterbatasan, semangatnya untuk menuntut ilmu tidak pernah surut. Kesempatan kuliah di China menjadi harapan besar untuk mengubah masa depan dirinya dan keluarga.
Perjuangan serupa juga dialami Wella Hijra Madina. Di tengah kondisi kedua orang tuanya yang telah berpisah, ia tetap menunjukkan prestasi hingga berhasil memperoleh kesempatan belajar di luar negeri. Ayahnya terus berjuang memenuhi kebutuhan pendidikan keluarga agar impian putrinya tidak terhenti di tengah jalan.
Walaupun biaya pendidikan di universitas tujuan telah difasilitasi, masih terdapat sejumlah kebutuhan yang harus ditanggung secara mandiri, di antaranya tiket pesawat internasional, pengurusan paspor dan visa pelajar, pemeriksaan kesehatan, legalisasi dokumen, serta biaya hidup pada masa awal adaptasi di China. Total kebutuhan keberangkatan kedua siswi tersebut diperkirakan mencapai Rp64 juta.
Nominal tersebut mungkin tidak terlalu besar bagi sebagian kalangan. Namun bagi dua keluarga dengan kondisi ekonomi terbatas, angka itu menjadi tantangan yang berpotensi menggagalkan kesempatan langka untuk menempuh pendidikan di tingkat internasional.
Keberhasilan Nur Aisyah dan Wella Hijra Madina merupakan bukti bahwa keterbatasan ekonomi bukanlah penghalang untuk berprestasi. Mereka membawa harapan, bukan hanya bagi keluarga, tetapi juga bagi Nagari Cupak, Kabupaten Solok, Sumatera Barat, bahkan Indonesia.
Melalui siaran pers ini, MAS Nurul Amal Cupak mengajak pemerintah, dunia usaha melalui program Corporate Social Responsibility (CSR), para perantau Minangkabau, yayasan pendidikan, lembaga sosial, serta masyarakat luas untuk bersama-sama memberikan dukungan agar kedua siswi tersebut dapat mewujudkan impiannya melanjutkan pendidikan ke China.
Setiap bantuan yang diberikan bukan sekadar membiayai keberangkatan dua orang pelajar. Lebih dari itu, bantuan tersebut merupakan investasi bagi lahirnya sumber daya manusia Indonesia yang berkualitas dan diharapkan kelak kembali mengabdi serta berkontribusi bagi pembangunan daerah.
Jangan biarkan mimpi dua putri daerah menembus dunia berhenti hanya karena keterbatasan biaya. Sebab kesempatan seperti ini bukan hanya tentang pendidikan, tetapi juga tentang harapan, masa depan, dan kebanggaan bagi daerah serta bangsa.































