Riaumag.com , Bandung
Rame sejagad oleh acara ‘bla bla bla’ FASHION Week. Berbondong orang untuk ikut serta, ataupun hanya sekedar melihat keriuhan acara. Dari mulai New York Fashion Week hingga Citayam Fashion Week digelar dengan acara yang relatif sama, memperlihatkan atribut yang dikenakan dan lainnya. Rangkaian prosesnya seolah bertujuan sama, ingin mendapatkan eksisten dan kebanggaan.
Secara fenomena tren ini telah mempercepat siklus waktu sebuah karya. Fashion Week telah berhasil memangkas siklus musim berkarya menjadi pekanan. Artinya, perubahan harus cepat dilakukan jika ingin tetap pada jalur mendapatkan eksistensi dan kebanggaan yang diharapkan.
Yaa, siklus waktu memang hadir dalam teori kebanggaan. Decrop dan Derbaix, dalam risetnya menunjukkan adanya kaitan antara prestasi masa kini (present achievement), dan prestasi masa lalu (past achievement) dengan kebanggaan (pride).
Artinya, kebanggaan dan hubungannya dengan prestasi tidak terlepas dari variabel waktu yang melingkupinya. Tak hanya berkarya, tak hanya berprestasi dan tak hanya bangga. Namun, kapan waktu itu terjadi akhirnya menjadi hal yang tidak kalah pentingnya.
***
Antara Karya, Bangga dan Masa
Kini kita saatnya menimbang, bangga kita yang lahir atas karya bagaimana ? Benar dan salah, bermanfaat atau bermaksiat akan menjadi pertimbangan paling penting. Tak sekedar karya, ataupun berkarya sekedarnya. Pun, tak sekedar lahir bangga, namun dengan karya bagaimana kita mendapatkan kebanggaan.
Kini saatnya kita juga menakar siklus karya yang dilakukan. Menyambungkan karya, bangga dan masa ternyata menjadi rumus yang penting untuk dihitung dan dilakukan. Bukan hanya berkarya suatu masa, namun harus berkarya SETIAP masa.
Pantas Allah Subhanahu Wa ta’ala mengingatkan :
“Demi Masa, sesungguhnya manusia itu benar-benar berada dalam kerugian, kecuali orang–orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasehat menasehati supaya mentaati kebenaran dan nasehat menasehati supaya menetapi kesabaran.”
(Al-Ashr:1-3)
Selamat berkarya setiap masa, semoga memberikan kebenaran dan kebanggaan…
Aamiin.
–@am.nasrulloh–
(for-riaumag.com)
































