RIAUMAG.COM , BANDUNG
Setiap kita akan melalui berbagai kondisi dalam kehidupan ini. Itulah pergantian keadaan yang menjadi sunnatullah perjalanan di dunia.
Bagi orang beriman semua pergiliran itu adalah kebaikan, selayaknya Rasulullah mengingatkan :
“Sungguh menakjubkan keadaan seorang mukmin. Seluruhnya urusannya itu baik. Ini tidaklah didapati kecuali pada seorang mukmin. Jika mendapatkan kesenangan, maka ia bersyukur. Itu baik baginya. Jika mendapatkan kesusahan, maka ia bersabar. Itu pun baik baginya.” (HR. Muslim, no. 2999).
Maka versi terbaik kita (kini populer dengan sebutan aura farming) pada setiap kenyataan adalah saat menjadi orang beriman. Karena urusannya akan menjadi kebaikan, termasuk saat berhasil atau gagal, ataupun saat sehat maupun sakit. Semua bisa menjadi kebaikan.
Saat sakit pun bagi orang beriman adalah kebaikan karena bisa mendapatkan keutamaan, antara lain :
- Mendapat pahala walau tidak bisa melaksanakan suatu amal kebaikan, karena terhalang sakitnya.
- Dalam penderitaan sakit, maka apabila sabar dan Ridho akan meluruhkan dosa kita tanpa diminta.
- Jika tetap melaksanakan kebaikan selayaknya orang sehat, maka pahalanya lebih besar (shalatnya orang sakit maka lebih besar pahalanya). Meskipun dengan duduk atau berbaring.
- Saat sakit bisa mendapat hikmah sesuatu, yang belum tentu didapatkan ketika sehat.
Maka kunci aura farming saat sakit adalah beriman dan SABAR, selayaknya 3 langkah sabar saat Nabi Ayub diuji dengan berbagai penderitaan termasuk sakit yang sangat parah, yaitu :
a. Menyadari bahwa semua itu adalah takdir terbaik dan kemudian menerima dengan ridho.
b. Tetap menyatakan syukur dengan ungkapan : terima kasih ya Allah engkau pernah menitipkan kesehatan yang sempurna sebelum sakit ini.
c. Kemudian berdoa “Ya Allah tolong aku agar tetap bisa mensyukuri semua hal yang masih engkau titipkan kepadaku, selain dari sakit ku”.
Semoga sabar dan syukur senantiasa mengiringi setiap kenyataan kita. Syaratnya ada iman yang selalu terjaga. Karena iman itulah yang akan memberikan ketenangan pada kondisi apapun dan menempatkan kita pada kondisi terbaik (aura farming).
Dalam QS. Al-Fath ayat 4, Allah menegaskan: “Dialah yang telah menurunkan ketenangan ke dalam hati orang-orang mukmin supaya keimanan mereka bertambah di samping keimanan mereka (yang telah ada).”
Barakallahu fikum…
Pengingat diri untuk selalu memancarkan “aura farming”.
–@am.nasrulloh–
































