RIAUMAG.COM ——–Momen perayaan gelar Liga Champions UEFA kembali memicu perdebatan di media sosial. Kali ini, gelandang PSG, Lee Kang-in, menjadi pusat perhatian setelah tayangan siaran resmi disebut tidak menampilkan secara jelas momen dirinya menyentuh atau mengangkat trofi usai kemenangan PSG atas Arsenal di final Liga Champions.
Dalam berbagai unggahan yang viral, netizen menyoroti bagaimana kamera siaran berpindah sudut tepat ketika Lee Kang-in berada di dekat trofi. Peristiwa tersebut langsung memunculkan tudingan adanya pola yang dianggap berulang terhadap pemain Asia dalam momen-momen penting sepak bola Eropa.
Media Korea Selatan bahkan melaporkan bahwa insiden serupa disebut bukan pertama kali terjadi. Sejumlah penggemar menilai momen selebrasi pemain Asia sering kali kurang mendapat sorotan dibanding pemain lain saat seremoni juara berlangsung.
Meski demikian, hingga saat ini belum ada bukti resmi yang menunjukkan bahwa pergantian sudut kamera tersebut dilakukan secara sengaja karena faktor ras atau diskriminasi. Pihak penyiar maupun UEFA juga belum mengeluarkan pernyataan yang mengaitkan insiden itu dengan tindakan rasisme.
Di sisi lain, perdebatan terus berkembang di media sosial. Banyak penggemar Asia menganggap kejadian tersebut memperlihatkan masih adanya kurangnya representasi pemain Asia dalam sorotan sepak bola Eropa. Sementara sebagian lainnya menilai pergantian kamera bisa saja terjadi karena keputusan teknis produksi siaran langsung yang fokus pada pemain atau sudut tertentu saat seremoni berlangsung.
PSG sendiri berhasil mempertahankan gelar Liga Champions setelah mengalahkan Arsenal melalui adu penalti dalam final yang berlangsung dramatis di Budapest. Kemenangan itu membuat Lee Kang-in mencatat sejarah sebagai salah satu pemain Korea Selatan yang berhasil meraih lebih dari satu gelar Liga Champions UEFA.
Kontroversi ini pun kembali memunculkan diskusi lama mengenai representasi pemain Asia di panggung sepak bola dunia, sekaligus menyoroti pentingnya perlakuan yang setara bagi seluruh pemain tanpa memandang asal negara maupun latar belakang mereka.

























