
RIAUMAG13—-Pembalap Ducati Lenovo, Marc Marquez, buka suara mengenai momen keberhasilan mengunci gelar juara MotoGP musim 2025.
Titel Juara Dunia dikunci Marc Marquez setelah finis kedua pada balapan seri ke-17 MotoGP Jepang yang berlangsung pada 28 September lalu di Mobility Resort Motegi.
Marquez tampak emosional setelah menyempurnakan salah satu kebangkitan terhebat.
Air mata tidak dapat ditahan pembalap berusia 32 tahun itu saat melihat kembali perjuangan dalam melalui cedera hingga krisis prestasi sejak 2020 hingga akhirnya mendominasi lagi.
More Than a Number atau “Lebih dari Sekadar Angka” adalah pesan yang ingin disampaikan Marquez.
Saat ramai perdebatan soal nilai kesuksesan dari kelas-kelas di bawah MotoGP/500cc, dia menunjukkan bahwa perjuangan di baliknya yang utama.
Meski begitu, Marquez rupanya tidak mengetahui secara detail perayaan juaranya.
“Saya tidak tahu soal videonya, selebrasinya, atau apapun,” ucap Marquez dalam acara sponsor di Madrid, Spanyol, Selasa (11/11/2025), dilansir dari AS.com.
“Namun, semua orang di sekitar saya melakukannya dengan benar dengan slogan More Than a Number, lebih dari sebuah gelar.”
“Itu karena bagaimana gelarnya diraih dan bencana yang harus kami lalui sejak 2020. Itu adalah ledakan dari emosi-emosi yang ada.”
“Balapan itu sangat membebani saya karena mengetahui sesuatu sedang terjadi.”
Marquez menuturkan bahwa persiapan untuk perayaan gelar juara sudah dilakukan sejak hari Kamis atau sehari sebelum akhir pekan berlangsung, termasuk penataan panggungnya.
Para pembalap pun bisa melihatnya saat track walk, alias sesi jalan-jalan mengelilingi sirkuit untuk melihat kondisi lintasannya dengan seksama.
GP Jepang menjadi match point pertama alias seri di mana Marquez bisa memastikan gelarnya atas pesaing tersisa yaitu Alex Marquez (BK8 Gresini Racing), adiknya.
“Jadi saya mengubah intonasi terhadap semua kolega saya di media, mengatakan bahwa saya ingin mengunci gelarnya,” ucap pembalap yang biasanya merendah itu.
“Untungnya, saya memenangkan gelarnya di sana, karena kemudian datang cederanya.”
Perayaan gelar Marquez tidak berlangsung lama karena kecelakaan yang dialami pada balapan MotoGP Indonesia, sepekan berselang.
Lagi-lagi keberuntungan tak berpihak dengan Marquez di Mandalika. Sebagai informasi, dia tak pernah finis dalam balapan hari Minggu di sana sejak edisi pertama pada 2022.
Tahun ini Marquez ketiban sial setelah tertabrak Marco Bezzecchi (Aprilia Racing) yang akhir pekan itu punya ritme paling baik tetapi selalu kedodoran saat start.
Cedera bahu memaksa Marquez melewatkan 4 seri terakhir MotoGP musim ini.
Bagaimanapun, 2025 adalah musim terbaik bagi Marquez karena tak hanya dia menjadi juara lagi tetapi juga bersaing bersama adiknya sendiri.
Alex Marquez menunjukkan peningkatan pesat hingga menjadi runner-up kejuaraan.
Sebelum Marc dan Alex Marquez, tidak ada kakak beradik yang pernah finis 1-2 dalam balapan dan apalagi merebut peringkat 1 dan 2 di klasemen akhir.
Antara kebangkitan yang berujung gelar juara dan kesuksesan bersama adik, Marc Marquez memilih yang terakhir karena belum pernah terjadi sebelumnya.






























