
RIAUMAG13—-– Peter Cklamovski membanggakan capaian tak pernah kalah timnas Malaysia dalam delapan laga di sepanjang 2025, walau berlumur skandal.
Pelatih timnas Malaysia, Peter Cklamovski, tampaknya tak peduli dengan sanksi FIFA yang sedang membelit.
Harimau Malaya saat ini sedang mendapatkan sanksi FIFA terkait tujuh pemain naturalisasi ilegal.
Pihak FAM sedang melakukan banding kepada CAS, setelah banding kepada FIFA ditolak.
Jika banding ke CAS juga ditolak, sanksi pengurangan poin di Kualifikasi Piala Asia 2027 tak terelakkan.
Sepanjang 2025, Malaysia tercatat melakoni delapan pertandingan.
Tiga di antaranya berstatus partai persahabatan, yaitu melawan Cape Verde, Singapura, dan Palestina.
Lima lagi terjadi di Kualifikasi Piala Asia 2027 melawan Nepal (dua kali), Laos (dua kali), dan Vietnam.
Dalam delapan laga tersebut, Malaysia menorehkan tujuh kemenangan, sekali imbang, dan tak pernah kalah.
Satu-satunya hasil imbang yakni menghadapi Cape Verde yang diperkuat Yuran Fernandes (PSM Makassar).
Kepada Astro Arena, Peter Cklamovski yang bekerja sejak Januari 2025 membanggakan prestasi tersebut.
“Ini salah satu milestone bagi kita, seperti Anda katakan, kita tidak tewas dalam kalender 2025,” ujar Cklamovski.
“Ini bukan perkarah mudah untuk melakukannya dalam arena bola antarbangsa.”
Mantan asisten Ange Postecoglou itu tidak menyebutkan sebagian kemenangan itu diraih dengan pemain ilegal.
Partai melawan Nepal (Maret) dan Vietnam (Juni) dimenangi dengan suntikan pemain naturalisasi palsu.
ADVERTISEMENT
Hector Hevel bermain dalam laga kontra Nepal, kini disanksi 12 bulan larangan bertanding.
Tujuh pemain tampil saat melawan Vietnam, semuanya disanksi 12 bulan oleh FIFA.
“Saya bangga dengan semua orang yang terlibat dan cara serta identitas kita bermain,” ucap Cklamovski.
“Saya harap kita bisa teruskan kemajuan dari segi cara kita gerakkan bola.”
“Dari segi teknikal dan taktikal di atas padang serta tempo kita juga bertambah baik,” urainya.
Bisakah Cklamovski mempertahankan rekor unbeaten dengan pemain yang jauh lebih inferior?































