
RIAUMAG13—-Proses penyelesaian skandal di Timnas Malaysia atas kasus pemalsuan dokumen tujuh pemain naturalisasinya memasuki babak baru.
Selain menjalani proses di Komisi Disiplin (Komdis) FIFA, tujuh pemain yang tersandung masalah juga akan menghadapi persidangan level Tribunal FIFA.
Baca Juga: Skandal Pemalsuan Dokumen FAM, PM Malaysia Tegaskan Investigasi Berjalan Transparan!
Diketahui, Asosiasi Sepak Bola Malaysia atau FAM terancam mendapat hukuman berat oleh FIFA. Hukuman itu terkait pelanggaran Pasal 22 Kode Disiplin FIFA mengenai pemalsuan dan manipulasi dokumen pemain.
Kasus tersebut bermula dari laga kualifikasi Piala Asia 2027 antara Timnas Malaysia versus Timnas Vietnam pada 10 Juni 2025. Dalam pertandingan itu, Malaysia menurunkan tujuh pemain naturalisasi.
Ketujuh pemain yakni Gabriel Felipe Arrocha, Facundo Tomas Garces, Rodrigo Julian Holgado, Imanol Javier Machuca, Joao Vitor Brandao Figueiredo, Jon Irazabal Iraurgui, dan Hector Alejandro Hevel Serrano, belakangan terbukti oleh FIFA punya dokumen bodong alias palsu.
Komite Disiplin FIFA lantas menjatuhkan denda sebesar 350.000 franc Swiss (Rp7,2 miliar) kepada FAM setelah terbukti memalsukan dan memanipulasi dokumen tujuh pemain naturalisasi Malaysia.
Tujuh pemain naturalisasi Malaysia juga ikut getahnya dengan mendapatkan sanksi berat berupa larangan bermain selama setahun plus denda 2.000 franc Swiss (Rp41 juta).
Salah seorang pengacara olahraga Malaysia, Nik Erman Nik Roseli, mengatakan FAM perlu bersiap menghadapi segala kemungkinan, termasuk hukuman dari hasil persidangan Tribunal FIFA.
“Proses selanjutnya berada di tingkat Tribunal FIFA. Saya pikir peluang untuk menang sulit karena pada tahap awal Komite Disiplin dan Komite Banding telah gagal,” kata Erman Nik Roseli.
“Tribunal ini merupakan gabungan dari beberapa komite, termasuk banding, disiplin, dan status, yang sebelumnya juga telah menjatuhkan hukuman.”
“Jadi, kami berharap FAM dapat memberikan bukti yang berbeda atau baru pada tahap itu nanti, tetapi jika masih dengan bukti lama, itu akan cukup sulit bagi FAM,” imbuhnya.
Selain menanti agenda persidangan di Tribunal FIFA, FAM sempat berencana untuk membawa kasus ini ke pengadilan arbitrase olahraga atau CAS































