
RIAUMAG13—-Dia tak bisa dipisahkan dari Persib Bandung, juga Timnas Indonesia. Ia hadir disaat Persib dan Timnas Indonesia sangat disegani sekaligus ditakuti.
Bersama Maung Bandung, ia memenangkan gelar juara Perserikatan 1986, 1989/1990, dan 1993/1994. Ketika kompetisi berganti nama menjadi Liga Indonesia, Pangeran Biru juga tampil sebagai yang terkuat di kasta teratas dalam negeri edisi 1994/1995 dan lagi-lagi ia menjadi salah satu protagonis.
Tak terbantahkan lagi, dia adalah Robby Darwis. Sukses bareng Sang Maung mengantarkan pria kelahiran 30 Oktober 1964 ke Timnas Indonesia.
Di bawah panji-panji kebesaran Merah Putih, Robby Darwis sukses menyabet dua medali emas SEA Games di Jakarta dan Manila, Filipina, 1987 serta 1991.
Bangga Bisa Berbaur dengan Pemain Top
:strip_icc():watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,425,20,0)/kly-media-production/medias/4398731/original/007782600_1681736515-Refleksi_93_Tahun_PSSI_4.jpg)
Mantan pemain Timnas Indonesia dan Jebolan Kompetisi Perserikatan, Robby Darwis memberikan keterangan saat acara Refleksi 93 Tahun PSSI di GBK Arena, Senayan, Jakarta, Senin (17/04/2023). (Bola.com/Bagaskara Lazuardi)
Sebagai wajah baru serta terbilang muda, Robby Darwis jelas bangga karena berbaur dengan pemain-pemain top. Ia merasa dirinya anak bawang.
“Waktu itu yang ikut seleksi banyak dan pemain-pemain liga semua. Pemain-pemain top semualah. Saya paling anak bawanglah. Tapi ya gimana juga kebanggaanlah tersendirilah ya,” ujar pengagum Ronny Patinasarani dan Hery Kiswanto.
“Dipanggil untuk seleksi yaitu suatu kebanggaan bagi saya bahwa saya itu sudah melebihi cita-cita. Menjadi pemain Persib dan sekarang menjadi pemain timnas,” tambahnya.
Meski pada akhirnya tak terpilih mengingat persaingan di posisi libero sang ketat, Robby Darwis tetap mengaku bersyukur karena sudah mendapat kesempatan mahal.
“Saya enggak terpilih karena persaingan yang cukup beratlah di posisi itu. Ada almarhum Warta Kusuma, Marzuki Nyak Mad, Bujang Nasri, terus Hery Kiswanto, dan Aun Harhara,” pungkas Robby Darwis.





























