
RIAUMAG13—-Bek legendaris Timnas Indonesia, Charis Yulianto, masih sangat menyayangkan keputusan PSSI yang mencopot Shin Tae-yong sebagai jabatannya hingga akhirnya gagal untuk lolos ke Piala Dunia 2026.
Menurut Charis Yulianto, keputusan PSSI mendepak Shin Tae-yong sejak awal merupakan faktor yang membuat Timnas Indonesia gagal. Hal itu disampaikan pelatih berusia 47 tahun ini karena mengetahui secara betul karakter dan sistem permainan STY.
Pasalnya, Charis pernah menjadi salah satu asisten pelatih ‘tamu’ Timnas Indonesia saat diasuh Shin Tae-yong. Momen itu tepatnya terjadi ketika skuad Garuda menghadapi Argentina dan Palestina pada FIFA Matchday periode Juni 2023.
Menurut saya, dari pergantian pelatih kemarin sudah gagal. Saya sudah mengikuti semua. Pada zaman pelatih sebelumnya, Coach Shin Tae-yong, saya sempat masuk dalam tim kepelatihan meski hanya dua pertandingan,” ujar Charis dikutip dari kanal YouTube Greg On A Talk.
Lelaki yang pernah menjadi bek andalan Timnas Indonesia pada medio 2004 hingga 2010 itu mengatakan, skuad Merah Putih sebetulnya masih bisa berkembang jauh lebih baik bersama STY. Namun, tiba-tiba proses itu dihentikan oleh PSSI.
“Dan saya mengetahui secara persis beliau pelatih seperti apa. Pada saat pergantian pelatih dari Coach Shin yang seharusnya Timnas Indonesia masih bisa tumbuh dan berkembang, tiba-tiba dihentikan. Itu salah,” imbuhnya.
Selain itu, Charis, yang kini telah mengantongi lisensi A AFC, menyebut apabila karakter total football yang digadang-gadang bakal dibawa oleh Patrick Kluivert bersama asistennya juga masih belum terasa. Malahan penguasaan bola di era STY lebih baik.
“Saya pikir, yang disampaikan pengamat atau netizen soal penguasaan bola dan total football-nya Patrick, menurut saya enggak keluar. Saya pikir di era pelatih sebelumnya penguasaan bola juga sudah cukup bagus,” kata dia.
Salah satu keunggulan skuad Garuda di bawah STY, kata Charis, adalah kedisiplinan para pemain dalam menjaga struktur permainan. Hal ini tak hanya terlihat saat menyerang, tetapi juga ketika Jay Idzes dkk bertahan.
“Dari segi permainan, Timnas Indonesia punya struktur yang lebih baik. Secara taktikal, entah itu mau memakai berapa bek, yang penting tim bisa menjaga ritme dengan baik,” lanjut bek andalan Timnas Indonesia di Piala Tiger 2004 itu.































