
RIAUMAG13—-Chia/Soh dianggap kehilangan semangat dan gaya permainan mereka selama penampilan pada dua turnamen tersebut.
Padahal, Asosiasi Bulu Tangkis Malaysia mengincar target tinggi dalam ajang pamungkas di akhir tahun 2025 itu.
Namun, Chia/Soh yang berstatus sebagai ganda putra terbaik Malaysia tak mampu memenuhi harapan.
Anak didik pelatih Herry Iman Pierngadi itu hanya mampu meraih medali perak pada nomor beregu dan perorangan SEA Games walaupun berstatus sebagai unggulan pertama.
Di World Tour Finals, Chia/Soh yang menjadi unggulan tertinggi di babak penyisihan justru tersingkir cepat pada fase grup.
Mantan pebulu tangkis ganda putra Malaysia, Koo Kien Keat, tak segan-segan memberikan koreksi kepada murid Herry IP itu.
Koo Kien Keat juga sempat tak tahu kenapa permainan Chia/Soh tak seperti sebelum-sebelumnya.
“Gaya permainan mereka (Chia/Soh) sebelumnya sangat meyakinkan. Sekarang, saya tidak tahu apa yang terjadi,” kata Koo yang cukup kebingungan, dilansir BolaSport.com dari StadiumAstro.
“Namun, secara keseluruhan, saya rasa mereka tidak terlalu buruk.
Saat itu, mereka mengalahkan dua pasangan ganda putra Indonesia sekaligus pada babak semifinal dan final.
Koo/Tan mengalahkan duet Markis Kido/Hendra Setiawan di semifinal dengan skor 21-16, 21-13.
Mereka kemudian menuntaskan laga puncak untuk merebut medali emas dengan menggulung wakil Indonesia, Luluk Hadiyanto/Alvent Yulianto pada skor 21-13, 21-14.
Namun dari kekalahan di semifinal Asian Games 2006, Kido/Hendra gantian menggagalkan Koo/Tan meraih medali Olimpiade 2008 setelah mengalahkannya pada babak perempat final.
Koo Kien Keat melanjutkan bahwa Chia/Soh tampaknya kehilangan semangat.
Dia juga mengoreksi penampilan Soh Wooi Yik yang harus lebih bisa mengontrol emosi di lapangan.
“Mereka sedikit kehilangan semangat atau gaya permainan mereka sendiri,” ucap Koo.
“Saya harap Wooi Yik dapat mengendalikan emosi atau bahasa tubuhnya di lapangan, baik saat ia percaya diri maupun tidak,” katanya.




























