RIAUMAG.COM , JAKARTA——-Menteri Kehutanan Republik Indonesia, Raja Juli Antoni, menyampaikan bahwa pemerintah tengah menyiapkan sejumlah langkah strategis untuk memperkuat konservasi satwa liar dan pengelolaan taman nasional di Indonesia. Hal tersebut dibahas dalam pertemuan dengan Presiden Prabowo Subianto di Istana Merdeka, Jakarta.
Dalam pertemuan tersebut, Presiden Prabowo disebut sedang menyiapkan dua kebijakan penting yang bertujuan memperkuat perlindungan satwa serta meningkatkan pengelolaan kawasan konservasi nasional.
Kebijakan pertama adalah Instruksi Presiden (Inpres) tentang penyelamatan populasi dan habitat Gajah Sumatera serta Gajah Borneo. Menurut Raja Juli Antoni, kebijakan ini menjadi penting karena habitat gajah di Indonesia terus menyusut dan mengalami fragmentasi.
Ia menjelaskan bahwa secara ilmiah jumlah kantong habitat gajah yang dahulu mencapai puluhan wilayah kini berkurang drastis. Pemerintah akan memperkuat perlindungan habitat, membentuk area preservasi baru, serta membangun koridor satwa agar populasi gajah tetap terhubung dan tidak terisolasi akibat kerusakan hutan.
Selain itu, pemerintah juga menyiapkan Keputusan Presiden (Keppres) tentang pembentukan Satuan Tugas Inovasi Pembiayaan Pengelolaan Taman Nasional. Satgas ini akan bertugas mengembangkan berbagai skema pendanaan baru yang lebih inovatif dan berkelanjutan.
Menurut Raja Juli, langkah tersebut diharapkan membuat taman nasional Indonesia tidak hanya berfungsi sebagai kawasan konservasi, tetapi juga berkembang menjadi destinasi ekowisata kelas dunia yang mampu memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat sekitar.
Raja Juli Antoni menilai Presiden Prabowo menunjukkan komitmen kuat dalam menjaga kelestarian hutan, satwa liar, dan taman nasional Indonesia. Pemerintah berharap kebijakan yang sedang disiapkan tersebut dapat memperkuat perlindungan satwa nusantara sekaligus memastikan pengelolaan kawasan konservasi dilakukan secara berkelanjutan untuk generasi mendatang.
“Langkah strategis ini diharapkan dapat menjaga kelestarian hutan dan satwa Indonesia serta memperkuat pengelolaan taman nasional secara berkelanjutan,” ujar Raja Juli Antoni.



























