RIAUMAG.COM , BANGKALAN——— Semangat berkurban pada Hari Raya Iduladha tahun ini ditunjukkan oleh dua siswa sekolah dasar asal Kabupaten Bangkalan, Jawa Timur. Berkat ketekunan menabung uang saku sekolah dan uang THR Lebaran selama setahun penuh, keduanya berhasil membeli hewan kurban dari hasil jerih payah sendiri.
Salah satunya adalah Mirza Ukail Arfia, siswa SD asal Kecamatan Burneh. Didampingi keluarganya, Mirza membongkar celengan yang telah ia isi setiap hari selama satu tahun terakhir. Dengan wajah penuh kebahagiaan, ia menyaksikan tumpukan uang pecahan hasil tabungannya terkumpul di hadapannya.
Setiap hari, Mirza menyisihkan sisa uang saku sekolah, baik saat belajar di sekolah umum maupun madrasah. Nominal yang ditabung berkisar antara Rp2.000 hingga Rp5.000 per hari. Selain itu, uang THR yang diterimanya saat Idulfitri dari keluarga besar juga tidak digunakan untuk jajan, melainkan dimasukkan ke dalam celengan.
Setelah dihitung bersama keluarga, jumlah tabungan Mirza mencapai sekitar Rp3.178.500. Uang tersebut kemudian dibawa ke pasar hewan untuk membeli seekor kambing kurban.
Dengan didampingi sang ayah, Mirza akhirnya memilih seekor kambing berbulu putih yang sehat dengan harga Rp3.350.000. Hewan kurban tersebut langsung diantar oleh pedagang ke rumahnya.
“Senang sekali karena akhirnya bisa membeli kambing kurban dari hasil menabung sendiri,” ungkap Mirza dengan penuh rasa syukur.
Tak hanya Mirza, semangat yang sama juga ditunjukkan oleh Shabil Arkana Zainullah. Siswa SD tersebut juga berhasil mewujudkan impiannya berkurban setelah menabung selama satu tahun dari uang sakunya.
Sebelum diserahkan kepada panitia kurban di masjid setempat, Mirza merawat kambing kurbannya dengan penuh kasih sayang. Setiap hari ia memberi makan dan memastikan hewan tersebut dalam kondisi sehat hingga hari penyembelihan tiba.
Menurut keluarga, keinginan Mirza untuk berkurban mulai tumbuh setelah mendapatkan pelajaran di sekolah tentang makna dan manfaat ibadah kurban. Sejak saat itu, ia bertekad menyisihkan sebagian uang jajannya agar suatu hari bisa membeli hewan kurban sendiri.
Kisah Mirza dan Shabil menjadi inspirasi bahwa semangat beribadah, disiplin menabung, serta keikhlasan berbagi dapat ditanamkan sejak usia dini. Ketekunan keduanya selama setahun penuh membuktikan bahwa niat baik yang disertai usaha sungguh-sungguh dapat membuahkan hasil yang membanggakan.
Kisah ini sangat inspiratif karena menunjukkan bahwa nilai pengorbanan, disiplin, dan kepedulian sosial dapat tumbuh sejak usia sekolah dasar.(RIAUMAG.COM)






















