Jumat, Juni 5, 2026
  • Shop
  • My Account
    • Cart
    • Checkout
  • Company Profile
  • Login
  • Beranda
  • Berita
    • All
    • Bisnis
    • Budaya
    • DAERAH
    • Ekonomi
    • Internasional
    • Kesehatan
    • Musik
    • Nasional
    • Olahraga
    • Pemerintah
    • Pendidikan
    • POLITIK
    • REGIONAL
    • Sosial
    • Wisata
    WHATABOUTISM

    WHATABOUTISM

    DPD ASITA Riau Audiensi dengan Konsulat Malaysia, Bahas Kolaborasi RITEX 2026

    DPD ASITA Riau Audiensi dengan Konsulat Malaysia, Bahas Kolaborasi RITEX 2026

    ASITA Riau Audiensi dengan Disparbud Kampar Bahas Kolaborasi RITEX 2026

    ASITA Riau Audiensi dengan Disparbud Kampar Bahas Kolaborasi RITEX 2026

    ASITA Riau Audiensi dengan Kadisbudpar Pekanbaru, Dorong Sinergi Pariwisata melalui RITEX 2026

    ASITA Riau Audiensi dengan Kadisbudpar Pekanbaru, Dorong Sinergi Pariwisata melalui RITEX 2026

    Was Lee Kang-in Erased from the Spotlight? UCL Trophy Ceremony Sparks Racism Debate

    Was Lee Kang-in Erased from the Spotlight? UCL Trophy Ceremony Sparks Racism Debate

    Rasisme Terselubung di Sepak Bola Eropa? Momen Lee Kang-in Picu Kemarahan Publik

    Rasisme Terselubung di Sepak Bola Eropa? Momen Lee Kang-in Picu Kemarahan Publik

    Sorotan Kontroversi Kamera Saat Lee Kang-in Angkat Trofi UCL, Netizen Soroti Dugaan Diskriminasi terhadap Pemain Asia

    Sorotan Kontroversi Kamera Saat Lee Kang-in Angkat Trofi UCL, Netizen Soroti Dugaan Diskriminasi terhadap Pemain Asia

    Dua Siswa SD di Bangkalan Berhasil Beli Kambing Kurban dari Tabungan Sendiri

    Dua Siswa SD di Bangkalan Berhasil Beli Kambing Kurban dari Tabungan Sendiri

    Learn, Unlearn, Relearn: Kompetensi Kunci untuk Tetap Relevan di Era AI

    Learn, Unlearn, Relearn: Kompetensi Kunci untuk Tetap Relevan di Era AI

  • Travel News
    • All
    • Bisnis
    • Budaya
    • DAERAH
    • Ekonomi
    • Internasional
    • Kesehatan
    • Musik
    • Nasional
    • Olahraga
    • Pemerintah
    • Pendidikan
    • POLITIK
    • REGIONAL
    • Sosial
    • Wisata
    WHATABOUTISM

    WHATABOUTISM

    DPD ASITA Riau Audiensi dengan Konsulat Malaysia, Bahas Kolaborasi RITEX 2026

    DPD ASITA Riau Audiensi dengan Konsulat Malaysia, Bahas Kolaborasi RITEX 2026

    ASITA Riau Audiensi dengan Disparbud Kampar Bahas Kolaborasi RITEX 2026

    ASITA Riau Audiensi dengan Disparbud Kampar Bahas Kolaborasi RITEX 2026

    ASITA Riau Audiensi dengan Kadisbudpar Pekanbaru, Dorong Sinergi Pariwisata melalui RITEX 2026

    ASITA Riau Audiensi dengan Kadisbudpar Pekanbaru, Dorong Sinergi Pariwisata melalui RITEX 2026

    Was Lee Kang-in Erased from the Spotlight? UCL Trophy Ceremony Sparks Racism Debate

    Was Lee Kang-in Erased from the Spotlight? UCL Trophy Ceremony Sparks Racism Debate

    Rasisme Terselubung di Sepak Bola Eropa? Momen Lee Kang-in Picu Kemarahan Publik

    Rasisme Terselubung di Sepak Bola Eropa? Momen Lee Kang-in Picu Kemarahan Publik

    Trending Tags

    • Backpacker
    • Gear
    • Resources
    • Solo Travel
    • Tips
    • Trip Plan
    • Food
No Result
View All Result
Plugin Install : Cart Icon need WooCommerce plugin to be installed.
Riaumag.com
  • Beranda
  • Berita
    • All
    • Bisnis
    • Budaya
    • DAERAH
    • Ekonomi
    • Internasional
    • Kesehatan
    • Musik
    • Nasional
    • Olahraga
    • Pemerintah
    • Pendidikan
    • POLITIK
    • REGIONAL
    • Sosial
    • Wisata
    WHATABOUTISM

    WHATABOUTISM

    DPD ASITA Riau Audiensi dengan Konsulat Malaysia, Bahas Kolaborasi RITEX 2026

    DPD ASITA Riau Audiensi dengan Konsulat Malaysia, Bahas Kolaborasi RITEX 2026

    ASITA Riau Audiensi dengan Disparbud Kampar Bahas Kolaborasi RITEX 2026

    ASITA Riau Audiensi dengan Disparbud Kampar Bahas Kolaborasi RITEX 2026

    ASITA Riau Audiensi dengan Kadisbudpar Pekanbaru, Dorong Sinergi Pariwisata melalui RITEX 2026

    ASITA Riau Audiensi dengan Kadisbudpar Pekanbaru, Dorong Sinergi Pariwisata melalui RITEX 2026

    Was Lee Kang-in Erased from the Spotlight? UCL Trophy Ceremony Sparks Racism Debate

    Was Lee Kang-in Erased from the Spotlight? UCL Trophy Ceremony Sparks Racism Debate

    Rasisme Terselubung di Sepak Bola Eropa? Momen Lee Kang-in Picu Kemarahan Publik

    Rasisme Terselubung di Sepak Bola Eropa? Momen Lee Kang-in Picu Kemarahan Publik

    Sorotan Kontroversi Kamera Saat Lee Kang-in Angkat Trofi UCL, Netizen Soroti Dugaan Diskriminasi terhadap Pemain Asia

    Sorotan Kontroversi Kamera Saat Lee Kang-in Angkat Trofi UCL, Netizen Soroti Dugaan Diskriminasi terhadap Pemain Asia

    Dua Siswa SD di Bangkalan Berhasil Beli Kambing Kurban dari Tabungan Sendiri

    Dua Siswa SD di Bangkalan Berhasil Beli Kambing Kurban dari Tabungan Sendiri

    Learn, Unlearn, Relearn: Kompetensi Kunci untuk Tetap Relevan di Era AI

    Learn, Unlearn, Relearn: Kompetensi Kunci untuk Tetap Relevan di Era AI

  • Travel News
    • All
    • Bisnis
    • Budaya
    • DAERAH
    • Ekonomi
    • Internasional
    • Kesehatan
    • Musik
    • Nasional
    • Olahraga
    • Pemerintah
    • Pendidikan
    • POLITIK
    • REGIONAL
    • Sosial
    • Wisata
    WHATABOUTISM

    WHATABOUTISM

    DPD ASITA Riau Audiensi dengan Konsulat Malaysia, Bahas Kolaborasi RITEX 2026

    DPD ASITA Riau Audiensi dengan Konsulat Malaysia, Bahas Kolaborasi RITEX 2026

    ASITA Riau Audiensi dengan Disparbud Kampar Bahas Kolaborasi RITEX 2026

    ASITA Riau Audiensi dengan Disparbud Kampar Bahas Kolaborasi RITEX 2026

    ASITA Riau Audiensi dengan Kadisbudpar Pekanbaru, Dorong Sinergi Pariwisata melalui RITEX 2026

    ASITA Riau Audiensi dengan Kadisbudpar Pekanbaru, Dorong Sinergi Pariwisata melalui RITEX 2026

    Was Lee Kang-in Erased from the Spotlight? UCL Trophy Ceremony Sparks Racism Debate

    Was Lee Kang-in Erased from the Spotlight? UCL Trophy Ceremony Sparks Racism Debate

    Rasisme Terselubung di Sepak Bola Eropa? Momen Lee Kang-in Picu Kemarahan Publik

    Rasisme Terselubung di Sepak Bola Eropa? Momen Lee Kang-in Picu Kemarahan Publik

    Trending Tags

    • Backpacker
    • Gear
    • Resources
    • Solo Travel
    • Tips
    • Trip Plan
    • Food
No Result
View All Result
Plugin Install : Cart Icon need WooCommerce plugin to be installed.
No Result
View All Result
Home News Internasional

Bagaimana Kondisi Salju Abadi di Papua? Cek Faktanya!

by Riaumag
5 Januari 2026
in Internasional, Papua - Papua Barat, Pariwisata, Wisata
0 0
0
Bagaimana Kondisi Salju Abadi di Papua? Cek Faktanya!

xr:d:DAF9SS8ctKE:9,j:5043325033813248114,t:24022105

Sumber: steemit.com 

Mungkin beberapa tahun yang lalu Eigerian masih mengenal salju yang ada di Puncak Jaya Papua adalah salju abadi. Tapi belakangan ini, predikat salju abadi di Papua boleh jadi bisa berubah. Lalu sebenarnya bagaimana kondisi salju abadi sekarang ini?

Puncak Jaya Papua sendiri dikenal sebagai salah satu puncak gunung tertinggi yang ada di Indonesia. Ketinggiannya bahkan sampai membuat area ini tertutup salju ‘abadi’, sebab bertahan selama jangka waktu yang lama.

BACAJUGA

DPD ASITA Riau Audiensi dengan Konsulat Malaysia, Bahas Kolaborasi RITEX 2026

DPD ASITA Riau Audiensi dengan Konsulat Malaysia, Bahas Kolaborasi RITEX 2026

4 Juni 2026
ASITA Riau Audiensi dengan Disparbud Kampar Bahas Kolaborasi RITEX 2026

ASITA Riau Audiensi dengan Disparbud Kampar Bahas Kolaborasi RITEX 2026

4 Juni 2026
ASITA Riau Audiensi dengan Kadisbudpar Pekanbaru, Dorong Sinergi Pariwisata melalui RITEX 2026

ASITA Riau Audiensi dengan Kadisbudpar Pekanbaru, Dorong Sinergi Pariwisata melalui RITEX 2026

3 Juni 2026
Was Lee Kang-in Erased from the Spotlight? UCL Trophy Ceremony Sparks Racism Debate

Was Lee Kang-in Erased from the Spotlight? UCL Trophy Ceremony Sparks Racism Debate

1 Juni 2026

Baca Juga: Ketahui Fungsi dan Cara Tepat Penggunaan Trekking Pole

DAFTAR ISI  hide 

1 Kondisi Salju Abadi di Papua

2 Sederet Fakta Menarik Puncak Jaya Papua

2.1 1. Salju Abadi karena Suhu Udara

2.2 2. Pertama Didaki oleh Penjelajah Belanda

2.3 3. Tiga Puncak Tertinggi

2.4 4. Berganti Nama

2.5 5. Terus Berkurang Akibat Perubahan Iklim

Kondisi Salju Abadi di Papua

Salju abadi di papua
Sumber: kabarngetren.com

Tapi seperti yang kamu tahu, perubahan iklim membawa dampak pada setiap hal yang ada di Bumi. Mulai dari kondisi udara yang semakin panas, terjadinya efek rumah kaca, periode musim yang kacau, hingga pengaruhnya pada ekosistem dan kehidupan biota, semua terbilang cukup signifikan.

Pemanasan global yang terjadi ternyata juga berdampak pada kondisi salju abadi di Papua. Kabar ini sebenarnya sudah dilansir beberapa media besar sejak pertengahan tahun 2023 lalu, namun sepertinya tidak terlalu terangkat ke permukaan.

Disampaikan oleh Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika atau BMKG, Dwikorita Karnawati, bahwa salju abadi yang ada di Puncak Jaya Papua sudah mulai mencair karena dampak dari perubahan iklim beberapa tahun belakangan.

Luasan area bersalju yang ada di titik ini terus berkurang dalam beberapa dekade terakhir. Peningkatan suhu udara dan berbagai perubahan lain pada alam menjadi penyebab utamanya, dan bisa jadi berdampak pada ekosistem dan kehidupan masyarakat sekitar yang selama ini bergantung dengan kondisi ini.

Tingkat keparahan dari pencairan salju abadi ini juga mengkhawatirkan. Tercatat pada tahun 2010 lalu, ketebalan es yang ada di Puncak Jaya Papua kira-kira adalah 32 meter. Hingga tahun 2015, terjadi penipisan es sebesar 1 meter per tahun. Hal ini semakin parah ketika terjadi El Nino di tahun 2015-2016 lalu, yang memicu laju penipisan mencapai 5 meter per tahun.

Menurut perkiraan ahli, pada akhir Desember 2022 lalu ketebalan yang tersisa tinggal 6 meter saja dan terus menurun. Sementara luasan area bersalju tinggal sekitar 0,23 km di medio waktu yang sama. Tentu saja hal ini sangat mengkhawatirkan bukan?

Sederet Fakta Menarik Puncak Jaya Papua

Salju abadi di papua
Sumber: pesonaindo.com

Sebenarnya keberadaan salju di Puncak Jaya Papua sendiri sudah merupakan sebuah hal yang unik. Hal ini jelas karena Indonesia secara geografis ada di sekitar garis khatulistiwa, yang memiliki iklim tropis dan sebenarnya tidak mungkin bersalju.

1. Salju Abadi karena Suhu Udara

Salju abadi di Papua ini bukan terjadi karena iklim atau cuaca, tapi lebih kepada ketinggian puncaknya yang memang demikian menjulang. Ketinggian ini menyebabkan suhu udara di puncak jauh lebih dingin, bahkan di musim kemarau.

Salju kemudian bisa muncul dan bertahan dalam jangka waktu yang cukup lama. Meski memang belakangan area dan ketebalannya terus berkurang, tapi setidaknya masih ada wilayah yang ditutupi salju hingga kini.

2. Pertama Didaki oleh Penjelajah Belanda

Pendakian dan penjelajahan pertama dilakukan oleh orang-orang Belanda, salah satunya yakni Jan Carstenszoon pada tahun 1623 lalu. Namun pendakian ini belum sampai ke padang salju abadi yang berada di puncak.

Kemudian di tahun 1909 Hendrikus Albertus Lorentz bersama dengan enam orang suku Kenyah yang berasal dari Kalimantan Utara melakukan pendakian lanjutan. Pendakian ini menghasilkan pendirian Taman Nasional Lorentz yang juga mencakup wilayah Piramida Carstensz di tahun 1919.

3. Tiga Puncak Tertinggi

Sebenarnya Puncak Jaya Papua atau Carstensz Pyramid tidak langsung mendapatkan predikat puncak tertinggi. Sebelumnya penjelajah Belanda yang mendaki gunung ini belum dapat menentukan mana puncak tertinggi di antara tiga puncak yang ada.

Tiga puncak tertinggi ini kemudian coba dijelajahi dan dipetakan. Baru setelah penjelajahan dilakukan penentuan puncak tertinggi dapat dilakukan.

4. Berganti Nama

Jika kini Eigerian masih mengenal puncak tersebut dengan nama Piramida Carstensz, maka mungkin kamu juga tahu bahwa nama ini tidak lagi digunakan. Perubahan nama terjadi pada tahun 1963 selepas pendakian oleh tim dari Austria, dan mengubahnya menjadi Puncak Soekarno.

Tidak lama berselang, nama baru diberikan untuk area ini menjadi Puncak Jaya, seperti yang dikenal hingga saat ini.

5. Terus Berkurang Akibat Perubahan Iklim

Fakta terakhir tentang salju abadi di Papua adalah bahwa jumlahnya terus berkurang. Baik dari ukuran luas atau ketebalan, salju yang ada di Puncak Jaya Papua ini mengalami penurunan signifikan karena peningkatan suhu global yang terjadi sekarang ini.

Baca Juga: 4 Fungsi Flysheet, Dapatkan Rekomendasinya di Sini! 

Salju abadi di Papua mungkin akan kehilangan predikatnya sebagai salah satu keunikan di bagian timur Indonesia jika tidak ada perubahan masif yang dilakukan. Sebagai kontribusi terkecil, Eigerian bisa melakukan berbagai langkah yang praktis, seperti penerapan konsep reuse, reduce, dan recycle untuk turut mengurangi jumlah limbah dan konsumsi produk harian, yang pada akhirnya akan menurunkan produksi emisi yang dihasilkan industri.

Tentu Eigerian paham benar mengenai hal ini. Jadi untuk memilih produk yang tepat dalam berbagai urusan, pastikan juga memilih brand yang juga memiliki visi serupa, seperti Eiger Adventure. Berbagai produk menariknya bisa dilihat langsung di situs resmi Eiger Adventure, dengan kualitas dan model yang solid. Lakukan langkah perubahan yang bisa dilakukan, dan mari jaga salju abadi di Papua dari jauh!

Source: eigeradventure.com
Tags: IndonesiaPapua
ShareTweetShareSendSend
Previous Post

5 Negara Paling Aman di Eropa, Minim Kejahatan dan Nyaman untuk Wisata

Next Post

Jejak Ilmu & Warisan Islam di Eropa 🇮🇹

BERITATERKAIT

DPD ASITA Riau Audiensi dengan Konsulat Malaysia, Bahas Kolaborasi RITEX 2026
Internasional

DPD ASITA Riau Audiensi dengan Konsulat Malaysia, Bahas Kolaborasi RITEX 2026

4 Juni 2026
ASITA Riau Audiensi dengan Disparbud Kampar Bahas Kolaborasi RITEX 2026
Internasional

ASITA Riau Audiensi dengan Disparbud Kampar Bahas Kolaborasi RITEX 2026

4 Juni 2026
ASITA Riau Audiensi dengan Kadisbudpar Pekanbaru, Dorong Sinergi Pariwisata melalui RITEX 2026
Pariwisata

ASITA Riau Audiensi dengan Kadisbudpar Pekanbaru, Dorong Sinergi Pariwisata melalui RITEX 2026

3 Juni 2026
Was Lee Kang-in Erased from the Spotlight? UCL Trophy Ceremony Sparks Racism Debate
Internasional

Was Lee Kang-in Erased from the Spotlight? UCL Trophy Ceremony Sparks Racism Debate

1 Juni 2026
Rasisme Terselubung di Sepak Bola Eropa? Momen Lee Kang-in Picu Kemarahan Publik
Internasional

Rasisme Terselubung di Sepak Bola Eropa? Momen Lee Kang-in Picu Kemarahan Publik

1 Juni 2026
Sorotan Kontroversi Kamera Saat Lee Kang-in Angkat Trofi UCL, Netizen Soroti Dugaan Diskriminasi terhadap Pemain Asia
Internasional

Sorotan Kontroversi Kamera Saat Lee Kang-in Angkat Trofi UCL, Netizen Soroti Dugaan Diskriminasi terhadap Pemain Asia

1 Juni 2026
Next Post
Jejak Ilmu & Warisan Islam di Eropa 🇮🇹

Jejak Ilmu & Warisan Islam di Eropa 🇮🇹

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  • Trending
  • Comments
  • Latest
ichfa Zuhri MC Kondang Riau Tutup Usia , Dalam Kecelakaan Jalan Lintas Dayun Perawang – Kapubaten Siak

ichfa Zuhri MC Kondang Riau Tutup Usia , Dalam Kecelakaan Jalan Lintas Dayun Perawang – Kapubaten Siak

26 September 2023
Pemprov Tunggu Jadwal Menteri LHK Untuk Penyelesaian Lahan Jalan Tol Pekanbaru-Bangkinang

GRATIS Tiga Pekan, Tol Pekanbaru-Bangkinang Resmi Beroperasi Mulai Hari ini

27 Oktober 2022
Walikota Pekanbaru Tak mau Pakai Mobil BM 1 A ,

Walikota Pekanbaru Tak mau Pakai Mobil BM 1 A ,

4 Maret 2025
ini Prediksi Nama-nama Caleg yang Duduk di Parlemen DPRD Kota Pekanbaru Hasil Pemilu 2024

ini Prediksi Nama-nama Caleg yang Duduk di Parlemen DPRD Kota Pekanbaru Hasil Pemilu 2024

22 Februari 2024
PT Freeport Indonesia Buka Lowongan Kerja 34 Posisi untuk Fresh Graduate

PT Freeport Indonesia Buka Lowongan Kerja 34 Posisi untuk Fresh Graduate

15
Fakultas Studi Islam UMRI Taja PKKMB dan Mastama FSI

Fakultas Studi Islam UMRI Taja PKKMB dan Mastama FSI

3
JNE Pekanbaru Akan Terus Konsisten di Kurir

JNE Pekanbaru Akan Terus Konsisten di Kurir

2
Anggota DPR Usul Anggaran Penyelenggaraan Haji 2021 Direlokasi untuk Kebutuhan Lain

Anggota DPR Usul Anggaran Penyelenggaraan Haji 2021 Direlokasi untuk Kebutuhan Lain

2
WHATABOUTISM

WHATABOUTISM

5 Juni 2026
DPD ASITA Riau Audiensi dengan Konsulat Malaysia, Bahas Kolaborasi RITEX 2026

DPD ASITA Riau Audiensi dengan Konsulat Malaysia, Bahas Kolaborasi RITEX 2026

4 Juni 2026
ASITA Riau Audiensi dengan Disparbud Kampar Bahas Kolaborasi RITEX 2026

ASITA Riau Audiensi dengan Disparbud Kampar Bahas Kolaborasi RITEX 2026

4 Juni 2026
ASITA Riau Audiensi dengan Kadisbudpar Pekanbaru, Dorong Sinergi Pariwisata melalui RITEX 2026

ASITA Riau Audiensi dengan Kadisbudpar Pekanbaru, Dorong Sinergi Pariwisata melalui RITEX 2026

3 Juni 2026
  • About
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Company Profile
Email: riaumag@gmail.com

© 2021 Riaumag.com - Akurat - Lengkap - Berimbang

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Berita
  • Travel News

© 2021 Riaumag.com - Akurat - Lengkap - Berimbang

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In