RIAUMAG.COM , JAKARTA—— Organisasi kemasyarakatan (ormas) Gerakan Rakyat secara resmi menyatakan bertransformasi menjadi partai politik. Keputusan penting tersebut diambil dalam Rapat Kerja Nasional (Rakernas) I Gerakan Rakyat yang digelar di Jakarta pada 17–18 Januari 2026.
Rakernas yang dihadiri perwakilan Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) dari seluruh Indonesia itu menjadi momentum penentuan arah baru organisasi setelah tiga tahun berkonsolidasi sebagai ormas yang fokus pada advokasi dan pendidikan politik. Dalam forum tersebut, mayoritas peserta menyepakati perubahan status menjadi Partai Gerakan Rakyat.
Sahrin Hamid, yang sebelumnya menjabat sebagai Ketua Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Gerakan Rakyat, kembali dipercaya memimpin organisasi dengan ditetapkan sebagai Ketua Umum Partai Gerakan Rakyat untuk periode pertama kepengurusan partai. Penetapan dilakukan melalui mekanisme internal organisasi.
Dalam pidato pembukaannya, Sahrin Hamid menyampaikan bahwa transformasi ini merupakan respons atas aspirasi kader di daerah yang menginginkan perjuangan gagasan perubahan dilakukan secara lebih terstruktur melalui jalur politik formal. Menurutnya, keterlibatan langsung dalam ranah legislasi dan pemerintahan akan memperluas dampak perjuangan bagi kesejahteraan masyarakat.
“Perubahan ini lahir dari dorongan kuat struktur di daerah dan kader yang ingin memperjuangkan nilai-nilai perubahan secara lebih efektif dan sistematis,” ujarnya.
Rakernas juga menegaskan komitmen Partai Gerakan Rakyat untuk terlibat aktif dalam perumusan kebijakan publik yang berpihak kepada rakyat. Fokus perjuangan meliputi isu ekonomi kerakyatan, pendidikan politik, serta pemerataan pembangunan antarwilayah. Adapun detail program kerja dan strategi politik akan dirumuskan dalam agenda lanjutan pasca-Rakernas.
Transformasi ormas menjadi partai politik ini menandai babak baru bagi Gerakan Rakyat sekaligus menambah dinamika dalam peta politik nasional. Fenomena serupa sebelumnya juga terjadi pada sejumlah organisasi masyarakat yang kemudian bertransformasi menjadi partai politik, sebagai bagian dari evolusi gerakan sipil menuju kontestasi elektoral dan legislasi. (RIAUMAG.COM)






























