RIAUMAG.COM , QATAR ———Rudal dan drone Iran menghantam jauh di dalam “Zionis Israel” pada Selasa (17/3) pagi, memicu sirene di seluruh Tel Aviv dan Gush Dan.

Gelombang besar rudal dan drone Iran menghantam jauh di dalam wilayah Palestina yang diduduki pada Selasa pagi, memicu sirene di seluruh Tel Aviv, Gush Dan, Sharon, dan Shomron ketika jutaan pemukim mencari perlindungan di lokasi yang diper fortified.
Koresponden Al Mayadeen di Teheran melaporkan bahwa angkatan bersenjata Iran melancarkan operasi gabungan dengan Hizbullah, menargetkan situs strategis dan militer di dalam wilayah yang diduduki.
Televisi pemerintah di Iran mengkonfirmasi bahwa serangan tersebut bertepatan dengan operasi di timur laut Tehran.
Saluran 12 Israel melaporkan bahwa para pemukim di al-Quds dan daerah sekitarnya telah melaporkan ledakan yang tidak biasa. Pecahan dari rudal kluster Iran terlihat di wilayah tengah negara itu, termasuk Tel Aviv.
IRGC: Target Termasuk Pangkalan AS, Pertahanan Udara
Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) mengumumkan bahwa operasi tersebut merupakan bagian dari gelombang ke-57 Operasi Janji Sejati 4, yang menargetkan sistem komando dan komunikasi serta infrastruktur pertahanan rudal di dalam “Zionis Israel”.
IRGC juga mengkonfirmasi serangan terhadap Pangkalan Udara Al Udeid AS di Qatar, menggunakan rudal balistik Zolfaghar dan Qiam selain drone serang.
Iran telah melaporkan lebih dari 1.200 kematian sejak agresi dimulai, dengan menyebut operasi militer saat ini sebagai pembalasan terhadap target AS dan Israel di seluruh wilayah.
MP -Iran beralih dari pertahanan ke serangan di tengah perang AS-Zionis Israel.
Iran telah berhasil menggagalkan semua tujuan yang diumumkan oleh Presiden AS Donald Trump dan entitas Israel sejak awal agresi, kata Ruhollah Motafakker-Azad, Anggota Presidium Parlemen Iran, menekankan bahwa skenario perang yang dirancang oleh pihak terakhir telah mengalami kekalahan yang signifikan.
Berbicara kepada Al Mayadeen, Motafakker-Azad menambahkan bahwa operasi yang dilakukan sejauh ini telah mengikuti fase yang telah direncanakan sebelumnya, mencatat bahwa Iran telah beralih dari pertahanan ke serangan dan mampu menyerang target musuh dengan rudal berpemandu presisi.
Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) mengumumkan bahwa gelombang terbaru dilakukan terhadap target strategis di wilayah Palestina yang diduduki dan pangkalan militer utama AS di wilayah tersebut. IRGC mendedikasikan gelombang ini untuk seorang bayi berusia tiga hari yang tewas dalam serangan AS-Israel baru-baru ini di dalam Iran.
Menurut pernyataan yang dilaporkan oleh kantor berita Tasnim, mengutip Kantor Hubungan Masyarakat IRGC, gelombang operasi terbaru menargetkan lokasi di jantung wilayah pendudukan, termasuk infrastruktur yang terkait dengan komunikasi komando dan kontrol serta sistem pertahanan rudal.
Serangan tersebut dilakukan menggunakan rudal balistik presisi, termasuk rudal Kheibar Shekan, Emad, dan Ghadr, yang mampu melakukan serangan dengan akurasi tinggi pada target yang telah ditentukan.



























