RIAUMAG.COM , JAKARTA – Presiden Prabowo Subianto sudah melantik menteri dan wakil menteri yang tergabung dalam Kabinet Merah Putih. Kemudian, Kepala Negara juga sudah melantik kepala badan, utusan, penasihat, hingga staf khusus Presiden.
Usai pelantikan, Presiden Prabowo akan kembali mengumpulkan jajaran kabinetnya di Akademi Militer (Akmil) Magelang. Hal itu dikonfirmasi oleh Ketua Harian DPP Gerindra sekaligus Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad.
“Yang saya tahu tanggal 24 (Oktober) itu ada penyamaan visi yang akan dilakukan di Akmil selama tiga hari. Setelah itu mulai bekerja,” katanya usai menghadiri acara pelantikan kepala badan, utusan, penasihat, hingga staf khusus Presiden, di Istana Negara, Jakarta, Selasa (22/10/2024).
Namun, ia mengatakan, belum mengetahui materi apa yang akan diberikan Presiden Prabowo kepada pembantunya. “Saya enggak tahu materinya apa karena engga ikut nyusun materi dan saya enggak ikut kesana,” ujarnya.
Pada intinya kegiatan pengumpulan kabinet di Akmil ini untuk memaparkan program 100 hari kedepan pemerintahan. Selain itu, Presiden Prabowo ingin jajarannya semakin kompak.
“Pak Prabowo akan di sana lebih menjelaskan tentang langkah-langkah yang akan dilakukan. Terutama mungkin dalam 100 hari ke depan dalam program-program yang menterinya harus paham,” kata Dasco.
Terkait rencana pengumpulan Kabinet Merah Putih di Akmil Magelang ini juga dikonfirmasi Menteri Sekretaris Negara, Prasetyo Hadi. Di sana, kata Prasetyo, Presiden Prabowo akan memberikan pembekalan.
Menurutnya, selain pembekalan Presiden Prabowo akan memaparkan beberapa program prioritas pemerintah. Di mana akan ada arahan lengkap dengan petunjuk dan arahan teknis untuk setiap kementerian.
“Jumlah kementerian yang bertambah dari periode yang lalu, tentu membutuhkan kerjasama yang erat. Oleh karena itulah Pak Prabowo mempercepat proses kerjasamanya itu dengan kita sering dikumpulkan,” ujarnya Prasetyo.
Dengan adanya pertemuan ini, diharapkan semua anggota kabinet mengenal satu sama lain. Hal ini agar meningkatkan sinergi dalam menjalankan program-program pemerintah.
Berdasarkan informasi yang diterima, Prasetyo mengatakan kegiatan tersebut dijadwalkan berlangsung selama dua hari. Yakni mulai 25-27 Oktober 2024.
“Kalau pun ada (gaya militer) itu bagian dari kedisiplinan ya, jangan dianggap kalau militer enggak juga. Tertib sebagai kabinet kita harus tertib, kerja sama satu sama lain kan gitu. Bisa dipimpin bisa juga memimpin,” katanya.































