Dari Buku Raja Bambang Sutikno
Riaumag.com , Jakarta
Pengertian kata IMAN adalah yakin dan percaya. Rukun iman dapat diartikan rukun yakin. Setiap agama merumuskan iman tersebut. Ummat Kristiani memiliki keyakinan dan kepercayaannya. Ummat Hindu, Buddha juga demikian.
Dalam Islam rukun iman adalah:
- Percaya kepada Allah Subhanahu WaTa’ala,
- Percaya kepada malaikat-malaikatNYA,
- Percaya kepada kitabNYA,
- Percaya kepada para RasulNYA,
- Percaya kepada hari akhirat,
- Percaya kepada takdir baik dan takdir buruk dari Allah.
Secara etimologis iman berarti percaya dan yakin terhadap sesuatu atau seseorang. Iman biasa didefinisikan sebagai suatu kondisi perasaan dan pikiran yang menyebabkan keyakinan dan rasa percaya. Iman adalah suatu keyakinan yang memegang peran kunci dalam mengarahkan kehidupan manusia dan dalam membentuk gaya kehidupannya. Individu yang memegang erat keyakinan dan kepercayaan itu disebut orang beriman.
Dalam perspektif agama, iman adalah suatu kecenderungan perasaan dan keterikatan pemikiran yang memperoleh akidah lahir bathin dari Tuhan Yang Maha Esa. Aqidah agama dimaknai sebagai penyelamat manusia di dunia dan di akhirat sebagaimana diajarkan dalam ayat-ayat suci dalam Kitab Suci yang diturunkan oleh Tuhan Yang Maha Suci. Konsekuensi atas keimanannya, manusia wajib menegakkan semua perintah dan menanggalkan semua larangan yang diuraikan dalam Kitab Suci.
Rasul Shallallahu Alaihi Wasallam bersabda, “Iman adalah pengakuan dengan lisan, meresapinya dengan hati serta mengamalkannya dengan anggota badan.” Jika iman kita ibaratkan sebagai sebuah pohon, maka amal perbuatan adalah buahnya.
Pada prinsipnya, iman harus ditularkan dari hati ke anggota badan dan dialirkan dari jiwa ke raga. Keyakinan ini seharusnya berpengaruh pada kepribadian manusia. Jika mengaku berima tetapi imannya sama sekali tidak memiliki pengaruh pada hati dan pemikirannya, itu bukanlah iman. Iman memiliki derajat dan tingkatan dan hal itu teraktualisasikan dalam perilaku sehari-hari.
Dalam perspektif agama, iman adalah suatu kecenderungan perasaan dan keterikatan pemikiran yang memperoleh akidah lahir bathin dari Tuhan Yang Maha Esa. Konsekuensi atas keimanannya, manusia wajib menegakkan semua perintah dan menanggalkan semua larangan yang diuraikan dalam Kitab Suci.
Orang beriman berserah diri kepada kekuatan Ilahi dan percaya pada pertolonganNYA. Iman sebagian orang didasarkan pada taklid buta dan kepercayaan lahiriyah, sementara sebagian yang lain didasarkan atas pondasi pengenalan, pemahaman dan kearifan yang dibarengi dengan amal shaleh. Iman seperti inilah yang benar-benar hakiki dan kokoh. Sedangkan iman yang dangkal akan mudah goyah atau tidak teraktualisasi dalam kehidupannya akibat ada keraguan dan juga karena tidak dilandasi pada logika dan pendalaman argumentasi.
Apakah iman secara mutlak akan menyelamatkan manusia? Apakah orang yang mati dalam keadaan beriman tidak lepas dari hisab? Allah Swt dalam surat az-Zalzalah berfirman, “Barang siapa yang mengerjakan kebaikan seberat dzarrah pun, niscaya dia akan melihat (balasan)nya. Dan barangsiapa yang mengerjakan kejahatan sebesar dzarrah pun, niscaya dia akan melihat (balasan)nya pula.”
Bagi kaum muslimin dan muslimah pegangannya adalah Al-Quran yang dalam sejumlah ayat menyebutkan beberapa ciri orang yang benar-benar beriman. Pada ayat kedua surat al-Anfal, Allah Swt berfiman, “Sesungguhnya orang-orang yang beriman ialah mereka yang bila disebut nama Allah gemetarlah hati mereka, dan apabila dibacakan ayat-ayat-Nya bertambahlah iman mereka (karenanya), dan hanya kepada Tuhanlah mereka bertawakkal.”
Dengan berpegang pada keyakinan, manusia dapat berhasil melakukan banyak hal, seperti berbisnis, dalam kegiatan pendidikan dan juga dalam kegiatan pengobatan. Jika seseorang sakit, dia harus memilih cara pengobatan yang baik kemudian dia harus yakin dengan pengobatan itu seraya berdoa kepada Yang Mahakuasa. Dan dia harus yakin doanya akan dikabulkan oleh Yang Maha Penolong.
Keyakinan yang kuat akan memberi sugesti kepada jiwa dan raga orang yang berdoa sehingga metabolismenya dengan giat bekerja untuk mensukseskan isi do’anya. Begitu juga dengan pikirannya yang terangsang untuk meyakini bahwa doa’nya akan dikabulkan sehingga otaknya mengirimkan sinyal-sinyal ke segenap organ tubuh yang menjelma menjadi sugesti dan kekuatan untuk segera sembuh.
Jadi keyakinan yang kuat itu sendiri sudah merupakan separoh keberhasilan menuju kesembuhan. Obat yang diminum atau dimakan akan mendorong proses penyembuhan menjadi lebih cepat. Pada hakekatnya demikian jugalah ketika anda berbisnis. Berusaha dengan keras dan berdo’a dengan khusuk dalam keyakinan penuh akan mempercepat keberhasilan.
Berjalanlah di muka bumi dengan kerendahan hati. Terbanglah ke angkasa atau menyelamlah ke dasar samudra maka kita akan menyaksikan keagungan Sang Mahapencipta. Dengan tetap mengagungkan ayat-ayat suci dari Yang Mahasuci, lahir bathin kita akan selalu merasa tentram hidup, tanpa keangkuhan tanpa permusuhan.
Ketika tiba waktu sembahyang, kita sembahyang. Pada waktu makan, kita makan. Bila tiba saatnya bekerja, kita bekerja. Ada saatnya berolah raga, dan kemudian jangan lupa mandi. Ketika harus membubuhkan tanda-tangan, tanya dulu hati nurani, cek dulu apakah prosesnya sudah sesuai dengan prosedur atau adakah diiringi oleh fulus sekardus atau segepuk atau catatan yang menggoda keimanan anda. Jangan-jangan, mungkin tidak saat itu, mungkin sekian bulan atau sekian tahun yang akan datang anda akan terjerat kasus pelanggaran hukum, masuk jeruji besi.
Biasanya hal yang banyak mengganggu ketentraman hidup manusia yaitu rekam jejak masa lalu. Hal-hal yang pernah terjadi tersebutlah yang justru menyita banyak waktu dan mengganggu perhatiannya saat ini. Misalnya, sepuluh tahun yang lalu, seorang PNS berzina dengan pembantu rumah tangganya, dan lahirlah anak di luar nikah. Isterinya cantik jelita namun dia tergoda nafsu syeitan yang dikutuk sehingga dia menghamili pembantu rumah tangganya. Itu memberinya huge problem.
Sungguh, sejak saat kejadian itu sampai hari ini, perbuatannya itu terus menerus memusingkan kepalanya dan mendera karirnya. PNS ini berpendidikan bagus, cerdas dan ganteng. Ketika dia mencalonkan dirinya pada PEMILUKADA, foto anaknya di luar nikah bersama ibu anak itu beredar selama masa kampanye. Maka habislah suara yang mendukungnya dan hancurlah kesempatannya untuk menjadi Walikota karena perbuatan bejat di masa lalunya.
Ada satu lagi contoh yang jelas dari masa lalu yang merecoki. Seorang pejabat tinggi melakukan korupsi lima tahun yang lalu. Ketika itu dia merasa aman dan semua berjalan mulus, tak ada yang menyaksikan. Tetapi belakangan ini dia berurusan dengan KPK (Komite Pemberantasan Korupsi). Setelah dipanggil beberapa kali, dia ditetapkan sebagai tersangka, terdakwa dan kemudian kasusnya disidangkan.
Hilanglah ketenteraman yang sudah dinikmatinya selama lima tahun itu. Masa tua akan dijalani dalam kurungan hotel pordeo. Istri dan anak juga akan menanggungkan malu. Setiap orang pasti akan menebus apa yang dia curi. You must pay what you have stolen. Itu sudah hukum alam. Nurani yang tenteram datangnya dari personal culture yang mengasah SQ.
Tahun 1978 ketika masih menjalani kuliah di IKIP Malang (sekarang Universitas Negeri Malang) saya berteman dengan seorang bule warga negara Australia. Dia mengatakan tidak menganut agama apapun. Saya bertanya ”Apakah anda komunis?”
”Saya tidak komunis. Saya percaya kepada Tuhan Yangmahakuasa, Mahaagung dan Mahapencipta alam semesta serta seisinya. Namun bagi saya, agama-agama yang ada ini semua ciptaan manusia pintar, manusia yang hebat. Boleh mengikutinya boleh tidak.” Itu jawaban bule tersebut.
Ketika seseorang sedang tak berdaya dan terkulai menanggungkan rasa sakit, dia berdoa memohon kesembuhan kepada Tuhannya. Baik konglomerat di kota besar maupun petani papa di pinggir rimba, mengerti bahwa doktor atau dukun hanyalah jalan perantara atas usaha untuk sembuh sedangkan segala penyakit dan kesembuhan datangnya dari Tuhan Seru Sekalian Alam.
Ketika nelayan dilanda badai dahsyat yang mengombang-ambingkan perahunya, dia berseru ”Ya Allah, selamatkanlah hambamu ini dan redakanlah badai yang mengganggu ini.” Ketika kapal terbang bergoyang-goyang diterpa turbolens, semua penumpang komat-kamit berdoa menurut agama dan kepercayaan masing-masing memohon kepada Tuhan untuk diberi keselamatan dalam penerbangan itu.
Sekaya-kayanya orang, sekuat-kuatnya orang, tidak ada yang berdaya melawan alam, apa lagi melawan Tuhan yang menciptakan alam. Ketika bumi bergoncang, tanah bergerak retak, air laut bergelombang naik tinggi menghunjam permukaan bukit, atau gunung terbatuk-batuk memuntahkan lavanya, angin bersiul kencang memporak-porandakan pohon-pohon besar, ketika itu tak ada orang kaya, orang kuat dan manusia hebat yang mampu menghentikannya kecuali atas kehendakNYA. Semua manusia besar kecil tua muda, dan yang kaya atau pun papa, sama-sama mencari keselamatan dan memohon perlindunganNYA.
Ternyata semua orang meyakini keberadaan Tuhan Yang Mahabesar. Ketika menghadapi keputus-asaan di batas kemampuannya sebagai manusia, dia berserah diri kepada pertolongan Tuhan. Begitu juga ketika mendapat kejutan rezeki atau kenikmatan luar biasa sampai meneteskan air mata, manusia berucap ”Terima kasih Tuhan Yang Mahapemurah.”
Harus digaris bawahi bahwa tidak ada agama tanpa Rasul yang menyampaikan kepada ummat tentang wahyu dari Tuhan. Jika ada yang mengakui agama tanpa memiliki Rasul dengan kitab sucinya, itu namanya Aliran Kepercayaan. Dalam kehidupan orang beragama, yang pertama dan utama adalah menjaga hubungan baik dengan Tuhan Yang Mahapencipta dan dengan sesama manusia, serta menunaikan ibadah yang wajib. Menjalankan ibadah yang sunnah dan memperbanyak amal soleh juga sikap orang beriman. Memupuk sifat penyayang, membuktikan kebenaran dan juga suka melayani, berarti mengambil contoh dari sifat Rasul yang selalu melayani ummatnya.
Ketika bumi bergoncang, tanah bergerak retak, air laut bergelombang naik tinggi menghujam permukaan bukit, atau gunung terbatuk-batuk memuntahkan lavanya, angin bersiul kencang memporak-porandakan pohon-pohon besar, ketika itu tak ada orang kaya, orang kuat dan manusia hebat yang mampu menghentikannya kecuali atas kehendakNYA.
Orang munafik, orang yang suka berbohong, melakukan korupsi, menyakiti orang lain, bermaksiat atau/dan berzina, memamerkan paha dan belahan buah dada, ngomong yang jorok, atau sikap lain yang serupa itu adalah indikasi menjauhnya iman dari dirinya. Alangkah menyedihkan, secara kasat mata orang seperti itulah yang saat ini terlihat sukses, bergelimang harta, tahta dan nafsu birahi.
Sebagian orang beriman ada yang mulai goyah imannya melihat riak-riak kehidupan di bawah pengaruh syeitan. A spiritual person yakin yang menabur angin akan menuai badai. Sudah banyak buktinya kalau kita mau membuka mata hati bahwa banyak hal yang di luar rasio manusia.
Sebagian orang, atau mungkin banyak orang, lupa bahwa di pengadilan akhirat semua bagian tubuh akan bicara, bersaksi, atas apa yang telah dilakukannya. Mungkin mereka percaya segala sesuatu hanya sebatas rasio. Pada hal di pengadilan akhirat, tak ada yang mau berdusta. Setiap jari tangan akan bersaksi atas apa-apa yang pernah dilakukan dan dijamahnya. Lidah akan bersaksi atas apa yang pernah diucapkan dan dicicipinya. Semua bagian tubuh akan bersaksi bahkan rambut sekali pun.
Dalam pemahaman kita di dunia fana ini, hal itu sesuatu yang impossible, atau sesuatu yang tak masuk akal. Orang beriman percaya ada hal-hal yang di luar rasional. Di mata Tuhan tidak ada yang impossible.
Menurut saya pemikir moderen dan ahli genetika pun mulai yakin terhadap sesuatu yang di luar rasio atau sebuah dunia yang tidak rasional menurut otak manusia. Tetapi tiada yang tidak rasional di mata Tuhan. Dalam bukunya ”The Devine Message of DNA” halaman 62, Kazuo Murakami, Ph.D. Ahli Genetika Terkemuka Dunia menulis:
Karena ilmu pengetahuan telah berkembang dengan begitu dramatis, orang-orang telah terjerumus ke dalam kebiasaan untuk berusaha merasionalisasi segalanya. Pemikiran ilmiah memang didasarkan pada positivisme logis, namun pendekatan ini telah melemahkan penerimaan kita akan hal-hal yang melampaui akal sehat – yang mengarah ke alam yang tak terlihat. Rasionalitas hingga tingkat tertentu memang penting, namun tidak seluruhnya yang ada di dunia ini rasional.
Gen adalah sebuah contoh yang terbaik. Sel dengan gen di dalamnya adalah bagian dari dunia mikroskopik yang tak terlihat dengan mata telanjang. Terlebih lagi, dari jumlah gen yang begitu besar di tubuh kita, hanya 5 hingga 10 persen yang berfungsi di setiap waktu. Para ilmuwan sama sekali tidak tahu apa yang dilakukan oleh sisanya. …………..
Saya percaya bahwa mekanisme nyala/padam genetik terkait dengan bagian yang tak diketahui ini. Jika hanya memfokuskan diri pada hal-hal yang rasional, kita hanya akan dapat menangkap sebagian dari kenyataan di sekeliling kita. Untuk dapat melampaui rasio tidak berarti kita harus memasuki sebuah dunia yang tidak rasional, tetapi justru dengan mengakui aspek-aspek yang tidak dapat dijelaskan oleh kearifan konvensional maupun ilmu pengetahuan masa kini pada saat mengambil keputusan.
Kazuo Murakami menambahkan: Kemajuan-kemajuan penting telah berhasil diciptakan dalam bidang ilmu kehidupan sehingga kita dapat mengungkap misteri-misteri dalam hidup, satu demi satu. Namun meskipun seluruh tim penerima Hadiah Nobel bekerja sama, mereka masih tidak akan dapat menciptakan satu buah bakteri pun. Menciptakan kehidupan dari awal adalah sesuatu di luar kemampuan kita. ………..
Banyak orang yang beranggapan bahwa ”membuat bayi” itu mudah, namun ini adalah cara yang arogan dalam berpikir. Satu-satunya peran yang kita jalankan hanyalah menciptakan kesempatan bagi sebuah kehidupan untuk dilahirkan…………. (The Devine Message of the DNA; halaman 23)
Bukankah seorang anak manusia ada di dunia ini karena ketentuan dari Yang Mahaagung bahwa dia terpilih dari tujuh puluh miliar lebih kemungkinan yang berbeda. Adanya kemungkinan kombinasi yang tak terhingga itu maka dapat dipastikan tak akan pernah ada dua makhluk yang sama persis.
Inilah yang menyebabkan sebuah keajaiban di mata manusia, perkawinan antara seorang perempuan cantik dengan seorang pria pintar tidak menjamin akan dilahirkan seorang jenius yang tampan. Demikian juga sebaliknya, perkawinan seorang perempuan kurang cantik dengan seorang pria kurang cerdas tidak menjamin akan dilahirkan seorang idiot yang buruk rupa.
Sekali lagi untuk dicamkan, pahala dan dosa serta surga dan neraka harus dipahami sebagai aspek-aspek yang tidak dapat dijelaskan oleh kearifan konvensional maupun ilmu pengetahuan masa kini. Pengalaman saya selama berkarir lebih dari 30 tahun, sebagaimana juga sebagian dari anda dengan masa kerja lebih kurang sama dengan saya, mengamati dan menyaksikan prilaku sejumlah manusia yang jauh dari prilaku orang beriman yang meyakini adanya pahala dan dosa, surga dan neraka.
Tuhan menciptakan dan menyediakan segala sesuatu di bumi untuk keteraturan, kesejahteraan, kenikmatan dan kebahagiaan manusia, bukan untuk kekacauan dan kezoliman. Jika ada yang berbuat kerusakan atau kehancuran, maka orang itu telah tersesat dan menyesatkan, mengingkari tujuan penciptaan manusia oleh Yang Mahapencipta.
Kita menyaksikan direktur/manajer yang menilep uang perusahaan. Ada juga pejabat yang melakukan pungli terhadap masyarakat. Ada SATPAM yang mencuri produk atau barang-barang milik pabrik. Banyak pejabat di instansi pemerintah yang menjilat dan menyogok demi posisi yang diimpi-impikannya. Banyak profesional yang angkat telor ke atasan dan menyikut rekan kerja untuk menggolkan targetnya.
Namun banyak diantara mereka tidak pernah mengakui (atau tak sadar) telah berbuat curang. Atau mungkin mereka berpura-pura tidak tahu bahwa telah berbuat zolim. Namun mereka tetap menepuk dada mengaku sebagai hamba Tuhan yang beriman. Jadi, bagaimana paradigma mereka tentang iman?
Kita menemukan banyak orang yang sakit mentalnya namun tidak menyadari. Ada sebagian lagi merasa iri melihat orang lain sukses. Dia susah melihat orang lain senang dan senang melihat orang lain susah. Emosi orang-orang ini tidak terkontrol. Bahkan ketika emosinya memuncak, dia lupa dirinya bahkan ada yang sampai membanting anaknya hingga mati. Sungguh keji karena dia dikuasai syeitan.
Ada pula yang mengabaikan tanggungjawab terhadap anak kandungnya demi mengejar janda muda untuk kenikmatannya sendiri sesaat, atau demi memenuhi egonya mengejar pangkat. Memang dahsyat bejadnya kalau seseorang sudah dikangkangin jin jahat. Bathin orang itu sedang terpuruk, imannya sedang jatuh ketitik terendah. Mereka perlu berobat, mereka perlu dikasihani, nuraninya perlu mendapatkan sentuhan ayat-ayat suci.
Seorang anak manusia ada di dunia ini karena dia terpilih dari bermiliar-miliar kemungkinan yang berbeda. Dengan kombinasi yang tak terhingga itu maka tak akan pernah ada dua makhluk yang persis sama. Inilah keajaiban di mata manusia, perkawinan antara seorang perempuan cantik dengan seorang pria pintar tidak menjamin akan dilahirkan seorang jenius yang tampan.
( Bersambung )
(rbs/riaumag.com)






















