RIAUMAG.COM , BANDUNG——–
CCTV menjadi salah satu trending issue pada beragam fenomena akhir-akhir ini.
Kalimat yang sering terlontar :
‘Rekaman CCTV memperlihatkan kejadian…’
atau
‘Lokasi ini diawasi CCTV 24 jam’
atau
‘CCTV di lokasi kejadian tersambar petir…’
“Posisi CCTV berubah, pasca korban….”
atau
‘harga pemasangan CCTV…#eh’
Ya itulah eksistensi CCTV saat ini.
Dengan adanya benda ini seolah menjadi jaminan terhadap keamanan, bukti kejadian, ataupun data lainnya.
Dilain pihak, jika ada CCTV bisa lahir rasa aman dan perasaan terawasi, karena aktivitas kita terekam olehnya.
Hasilnya adalah persepsi adanya keamanan sekaligus kewaspadaan karena pengawasan yang dilakukan oleh sang CCTV itu.
Ya, begitulah sejatinya.
Kita akan hati-hati dan tenang jika merasa ada pengawasan. Kita akan penuh perhitungan jika gerak-gerik hidup ada saksi yang mencatat dengan detil secara visual ataupun dimensi lainnya.
Seharusnya juga demikian,
Saat CCTV Rabb pemilik kehidupan menyertai kita dalam segenap aspek hidup. Pengawasan maha sempurna yang tidak mungkin ada cacat dan kekurangan. Persaksian mutlak yang tidak mungkin bisa tertipu ataupun tersembunyikan.
“Kamu tidak berada dalam suatu keadaan dan tidak membaca suatu ayat dari Alquran dan kamu tidak mengerjakan suatu pekerjaan, melainkan Kami menjadi saksi atasmu di waktu kamu melakukannya. Tidak luput dari pengetahuan Tuhanmu biar pun sebesar zarah (atom) di bumi atau pun di langit. Tidak ada yang lebih kecil dan tidak (pula) yang lebih besar dari itu, melainkan (semua tercatat) dalam kitab yang nyata.” (QS Yunus (10): 61)
Dengan meyakini ada persaksianNya setiap saat, seharusnya lahir rasa aman sekaligus kewaspadaan dalam berperilaku untuk selalu berada pada jalur kebenaran.
Semoga…
—@am.nasrulloh—































