PEKANBARU (RIAUMAG.COM) – Mulai Selasa (14/10) dinihari, tepatnya pukul 00.00 WIB ruas jalan lintas Pekanbaru-Bangkinang, tepatnya di Rimbo Panjang Km17+900 diberlakukan buka tutup. Penutupan dilaksanakan dua periode pada 14-17 Oktober dan 21-24 Oktober.
Penutupan dilakukan dua kali setiap malam. Yakni pukul 00.00-01.00 WIB dan pukul 03.00-04.00 WIB.
Project Director Ruas Rengat Pekanbaru seksi Lingkar Pekanbaru (Junction Pekanbaru-Bypass Pekanbaru) PT Hutama Karya, Mahar Muliawan menjelaskan, sistem buka tutup ini dilakukan karena ada pekerjaan penyambungan jembatan Jalan Tol Lingkar Pekanbaru yang tengah dilakukan.
“Sistem buka tutup jalan lintas Pekanbaru-Bangkinang kilometer 17+900 Rimbo Panjang diberlakukan karena sedang dilakukan pekerjaan penyambungan jembatan (erection girder baja) proyek Tol Lingkar Pekanbaru,” ujar Mahar Muliawan, Senin (13/10).
Dengan adanya buka tutup ini, pihaknya sudah berkoordinasi dengan seluruh stakeholder terkait. Terutama dalam melakukan rekayasa lalu lintas dan kenyamanan pengendara.
“Untuk rekayasa lalu lintas sudah dikoordinasikan dengan BPTD (Badan Pengelola Transportasi Daerah) Riau Kemenhub, Ditlantas Polda Riau, Satlantas Polres Kampar, BPJN (Badan Pelaksanaan Jalan Nasional) Riau Kementerian PU (Pekerjaan Umum), dan Dishub Riau,’’ ujarnya.
‘’Demi keselamatan dan kenyamanan bersama, maka diimbau untuk hindari melintas pada waktu tersebut atau dapat melalui jalur alternatif menuju Jalan Lintas Garuda Sakti-Petapahan-Bangkinang atau sebaliknya,” tambah Mahar Muliawan.
Terkait skenario pelaksanaan buka tutup, bagi kendaraan kategori darurat yang melintas, seperti ambulans atau pemadam kebakaran, maka pihak HK menyiapkan jalur detour (darurat) yang akan dikoordinasikan oleh petugas lapangan.
“Hutama Karya memohon maaf atas ketidaknyamanan yang ditimbulkan serta mengimbau pengguna jalan untuk berhati-hati dan mematuhi arahan petugas di lapangan,” imbaunya.
Sementara itu, dalam keterangan resminya, Executive Vice President (EVP) Sekretaris Perusahaan Hutama Karya Adjib Al Hakim menambahkan, pengaturan lalu lintas dengan sistem buka tutup di Rimbo Panjang ini merupakan langkah mitigasi demi keselamatan pengguna jalan selama pekerjaan berlangsung.
Lebih lanjut, untuk memastikan kelancaran selama periode buka-tutup berlangsung, Hutama Karya bersama instansi terkait telah menyiapkan sejumlah dukungan pengaturan lalu lintas di sekitar lokasi pekerjaan, salah satunya dengan membuka dua kantong parkir sementara di Jalan Air Hitam dan Jalan Kubang Raya.
Ini difungsikan sebagai holding area bagi kendaraan pribadi maupun angkutan barang yang harus menunggu giliran melintas saat penutupan diberlakukan.
Petugas gabungan akan mengarahkan kendaraan menuju area ini untuk mencegah penumpukan di titik pekerjaan serta menjaga arus lalu lintas tetap terkendali
“Selain itu, disiapkan pula jalur detour (jalur darurat) bagi kendaraan prioritas seperti ambulans, mobil pemadam kebakaran, dan kendaraan dinas pengamanan agar dapat melintas dengan cepat apabila dibutuhkan dalam kondisi darurat. Pengaturan jalur ini akan dikawal langsung oleh petugas lapangan untuk memastikan keamanan dan keselamatan di sekitar area proyek,” ujarnya.
Sebagai alternatif perjalanan, pengguna jalan dapat melintas melalui Jalan Lintas Garuda Sakti Petapahan-Bangkinang (dan sebaliknya). Rambu pengarah serta petugas pengatur lalu lintas juga ditempatkan di sejumlah titik untuk memandu pengguna jalan menuju rute alternatif tersebut.
“Kami memohon maaf atas ketidaknyamanan yang timbul dan berkomitmen untuk melakukan penyelesaian pekerjaan tepat waktu serta mengimbau pengguna jalan untuk dapat menghindari melintas pada waktu tersebut dan mematuhi arahan petugas di lapangan. Selain itu, kami juga akan melakukan sosialisasi secara masif melalui berbagai kanal komunikasi serta pemasangan rambu-rambu di sejumlah titik strategis, agar masyarakat dapat memperoleh informasi dengan baik,” tutur Adjib.
Kepala BPJN Riau Yohanis Tulak Todingrara juga mengatakan, untuk penutupan ruas Jalan Pekanbaru-Bangkinang tersebut, pihaknya sudah berkoordinasi dengan Dishub Riau, Ditlantas Polda Riau, dan Satlantas Polres Kampar.
“Kami sudah berkoordinasi dengan instansi terkait,” katanya.
Lebih lanjut ia juga mengatakan sudah berkoordinasi terkait penyiapan jalur alternatif yang dapat digunakan.
Pasalnya, jalan ini merupakan jalan yang banyak digunakan untuk kendaraan pengangkut bahan pokok, terutama dari Sumatera Barat menuju ke Riau.
“Saya sudah minta untuk disiapkan jalur alternatif bagi kendaraan angkutan barang, terutama angkutan bahan pokok. Untuk jalur alternatif itu sudah disiapkan tim dari Dinas Perhubungan dan juga Satlantas setempat. Termasuk penempatan personil untuk membantu pengaturan arus lalulintas,” sebutnya.
Tol lingkar Pekanbaru sepanjang ±30,5 km merupakan bagian dari jaringan Jalan Tol Trans Sumatra (JTTS) pada koridor ruas Pekanbaru-Rengat yang akan terhubung langsung dengan Tol Pekanbaru-Bangkinang dan Tol Pekanbaru-Dumai.
Ruas ini berperan penting dalam mengurai kemacetan di wilayah Pekanbaru sekaligus memperlancar arus logistik menuju kawasan industri di Provinsi Riau.
Editor : alfi
































