
RIAUMAG13 ——Posisi Tan Sri Hamidin Mohd Amin sebagai Presiden Kehormatan Asosiasi Sepak Bola Malaysia (FAM) tidak terpengaruh meskipun seluruh Komite Eksekutif badan induk mengundurkan diri, Rabu lalu.
Hamidin sebelumnya pernah menjabat sebagai Presiden FAM dari tahun 2018 hingga 2025.
Ia kemudian diangkat sebagai Presiden Kehormatan badan induk pada Kongres Luar Biasa, 30 Juni lalu.
Sekretaris Jenderal Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC), Datuk Seri Windsor Paul John, menjelaskan bahwa status Presiden Kehormatan tidak tunduk pada proses pemilihan kongres, tetapi diangkat melalui rapat Exco.
Oleh karena itu, ia menginformasikan bahwa posisi tersebut bukanlah posisi yang diperebutkan seperti Presiden atau Wakil Presiden dalam pemilihan FAM.
“Posisi Presiden Kehormatan tidak terpengaruh karena bukan posisi yang dipilih melalui kongres,” ujar Windsor sebagaimana dikutip SuperBall.id dari Bharian.com.my.
Presiden Kehormatan diangkat hanya dalam rapat Exco.”
“Sama halnya dengan posisi Bendahara Umum yang juga tidak diperebutkan, tetapi diangkat melalui rapat Exco.”
Ini juga berarti bahwa restrukturisasi FAM kemungkinan akan berlarut-larut.
Kongres pemilihan kemungkinan akan diadakan pada bulan Agustus, seperti yang sebelumnya dinyatakan oleh pelaksana tugas presiden FAM yang baru saja mengundurkan diri, Yusoff Mahadi.
Setelah pengunduran diri Komite Eksekutif, FAM kini berada dalam fase pemulihan komprehensif dalam hal tata kelola dengan bantuan AFC.
AFC, melalui tim ahlinya, akan memulai proses penilaian komprehensif terhadap manajemen FAM pada hari Selasa ini sebagai langkah untuk memperbaiki kelemahan dalam administrasi badan pengatur sepak bola negara tersebut.






























