Pemerintah Upayakan Diplomasi Agar Kapal Pertamina Bisa Lewat Selat Hormuz
RIAUMAG.COM ——–Pemerintah melalui Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi terus melakukan upaya diplomasi di tengah konflik Timur Tengah.
Salah satu tujuannya yaitu untuk mengamankan kapal tanker Pertamina yang masih berada di wilayah Selat Hormuz.
“Terus kami lakukan komunikasi,” ujar Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi di Kompleks Istana.

Beliau menegaskan bahwa pemerintah telah mengantisipasi dampak dari kendala distribusi tersebut agar tidak mengganggu stabilitas suplai dalam negeri.
“Tapi kan kemudian jangan atau mohon tidak dikaitkan bahwa akibat proses negosiasi yang belum nanti seolah-olah akan mengganggu stok suplai. Kan tidak tidak seperti itu,” ujar Prasetyo.
Berdasarkan data yang dihimpun pemerintah, tonase minyak yang tertahan di wilayah tersebut mencapai sekitar 1,8 juta barel.
Jumlah itu setara dengan banyaknya cadangan kebutuhan nasional untuk kurun waktu satu hingga dua hari.
Meski demikian, Prasetyo menjamin pemerintah telah memiliki strategi mitigasi yang matang agar kebutuhan energi tetap aman.
“Jadi itu setara dengan mungkin cadangan kita satu sampai dua hari dan artinya pemerintah juga tidak tinggal diam hanya kepada masalah tersebut kan. Sumber suplai dari tempat yang lain harus kita secure,” jelasnya.































