RIAUMAG.COM , JAKARTA——– Ustadz Adi Hidayat akhirnya memberikan klarifikasi terkait polemik yang muncul mengenai pandangannya terhadap kedudukan keilmuan Syekh Muhammad Nashiruddin Al-Albani. Ia menegaskan, penjelasannya selama ini bukan untuk merendahkan sosok ulama hadis tersebut.
Ustadz Adi justru mengakui kontribusi besar Syekh Al-Albani dalam penelitian dan kajian hadis. Menurutnya, Al-Albani merupakan seorang bahit, yakni peneliti yang tekun dalam meneliti hadis dan memberikan kontribusi penting dalam bidang tersebut.
Namun, Ustadz Adi menilai posisi keilmuan seorang ulama perlu ditempatkan secara proporsional. Menurut penjelasannya, menyebut Al-Albani sebagai peneliti hadis tidak berarti menyamakan derajat keilmuannya dengan para hafizh dan ulama hadis generasi terdahulu seperti Imam Bukhari, Imam Muslim dan Imam Ahmad.
Merujuk Pandangan Murid Al-Albani
Dalam klarifikasinya, Ustadz Adi juga merujuk kepada Syekh Muqbil bin Hadi Al-Wadi’i, yang merupakan salah satu murid Syekh Al-Albani.
Ia menjelaskan bahwa sikap menghormati seorang guru tidak berarti seluruh pendapat guru harus ditempatkan di atas pendapat ulama terdahulu.
Menurut Ustadz Adi, ketika terjadi perbedaan pendapat antara Syekh Al-Albani dengan ulama mutaqaddimin, maka pendapat ulama terdahulu perlu dipertimbangkan dan didahulukan berdasarkan posisi serta kapasitas keilmuan mereka.
Meski demikian, perbedaan tersebut tidak boleh berubah menjadi sikap mencaci atau merendahkan Syekh Al-Albani.
Ingatkan Bahaya Potongan Video
Ustadz Adi juga menyoroti beredarnya potongan-potongan video yang menurutnya tidak menggambarkan keseluruhan konteks pembicaraan.
Potongan tersebut, kata dia, dapat membangun kesan seolah-olah dirinya sedang merendahkan Syekh Al-Albani sekaligus mengunggulkan tokoh lain.
Karena itu, ia mengingatkan masyarakat agar tidak terburu-buru mengambil kesimpulan hanya berdasarkan potongan video.
“Tempatkan ulama pada tempatnya sesuai dengan kapasitas keilmuannya,” menjadi salah satu garis besar pesan yang disampaikan dalam klarifikasi tersebut.
Ustadz Adi juga menekankan pentingnya menjaga adab dalam perbedaan pendapat. Kritik terhadap sebuah pendapat, menurutnya, tidak boleh disamakan dengan merendahkan pribadi ulama.
Pada akhirnya, ia mengajak masyarakat untuk tidak menjadikan perbedaan pandangan di antara para ulama sebagai alasan untuk saling bermusuhan. Perbedaan dalam persoalan keilmuan tetap dapat dibahas secara objektif, dengan tetap menghormati ulama dan menjaga persatuan umat.
Sumber: Video klarifikasi Ustadz Adi Hidayat terkait polemik status keilmuan Syekh Muhammad Nashiruddin Al-Albani. Timestamp materi: 00:00–01:06, 01:13–06:00, 11:34–12:48, dan 18:41–20:07.






















