DEWAN PENGURUS NASIONAL (DPN) PERKADUSI
PERSATUAN KEPALA DUSUN SELURUH INDONESIA
DPN PERKADUSI: Dua Tahun Pemerintahan Prabowo–Gibran, Perkuat Pembangunan dari Desa dan Dusun untuk Indonesia yang Sejahtera
RIAUMAG.COM , PEKANBARU 20 Oktober 2026——-Dalam rangka memperingati dua tahun kepemimpinan Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, Dewan Pengurus Nasional Persatuan Kepala Dusun Seluruh Indonesia (DPN PERKADUSI) menyampaikan apresiasi terhadap berbagai program prioritas pemerintah yang diarahkan untuk memperkuat pertumbuhan ekonomi, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, memperluas akses pelayanan dasar, serta mendorong pembangunan nasional yang lebih merata.
Ketua Umum DPN PERKADUSI, Supianto, S.Sos., M.M., menegaskan bahwa keberhasilan pembangunan nasional perlu diukur bukan hanya dari besarnya investasi dan pertumbuhan ekonomi, melainkan juga dari manfaat nyata yang dirasakan masyarakat hingga ke tingkat desa, kelurahan, dan dusun.
«“Dua tahun pemerintahan Prabowo–Gibran menjadi momentum penting untuk memperkuat sinergi pembangunan nasional dengan kebutuhan masyarakat di tingkat akar rumput. PERKADUSI mendorong agar setiap program prioritas pemerintah benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat desa dan dusun, terutama dalam peningkatan kesejahteraan, pelayanan publik, pendidikan, kesehatan, kesempatan kerja, dan penguatan ekonomi lokal,” ujar Supianto.»
CAPAIAN DAN PROGRAM PRIORITAS PEMERINTAH
Berdasarkan bahan informasi yang dihimpun untuk rilis ini, terdapat sejumlah program prioritas yang menjadi perhatian PERKADUSI.
- Pertumbuhan Ekonomi dan Investasi
Realisasi investasi Januari–September 2026 dalam bahan yang disampaikan tercatat mencapai Rp1.539,2 triliun, dengan hilirisasi industri sebagai salah satu pendorong. PERKADUSI memandang investasi perlu dihubungkan dengan penciptaan lapangan kerja, penguatan usaha mikro dan kecil, pengembangan produk unggulan daerah, serta peningkatan keterlibatan masyarakat lokal.
- Program Cek Kesehatan Gratis
Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) dilaporkan telah menjangkau 106,3 juta penduduk per 13 Oktober 2026. PERKADUSI mendorong pemerataan akses layanan kesehatan preventif, khususnya bagi masyarakat di desa, dusun, wilayah terpencil, dan kelompok rentan.
- Penguatan Ketahanan Energi
Implementasi biodiesel B50 menjadi salah satu agenda strategis ketahanan energi nasional. Kebijakan energi perlu disertai evaluasi dampak ekonomi, kesiapan distribusi, keberlanjutan lingkungan, dan manfaatnya bagi masyarakat serta pelaku usaha di daerah.
- Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih
Pengembangan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih merupakan peluang untuk memperkuat kelembagaan ekonomi masyarakat. PERKADUSI mendorong agar koperasi dikelola secara profesional, transparan, akuntabel, dan sesuai kebutuhan lokal, dengan dukungan tata kelola yang baik serta pengawasan yang memadai.
- Program Sekolah Rakyat
Program Sekolah Rakyat menjadi salah satu upaya memperluas kesempatan pendidikan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu. PERKADUSI menekankan pentingnya akses pendidikan yang inklusif, kualitas pembelajaran, kecukupan tenaga pendidik, dan dukungan lingkungan sosial bagi peserta didik.
- Program Tiga Juta Rumah
Program pembangunan dan perbaikan rumah serta dukungan pembiayaan perumahan diharapkan mampu memperluas akses masyarakat terhadap hunian yang layak. PERKADUSI mendorong perhatian khusus terhadap keluarga berpenghasilan rendah, kejelasan sasaran penerima manfaat, kualitas bangunan, dan keterjangkauan pembiayaan.
Catatan: Angka capaian setiap program perlu dicocokkan dengan publikasi resmi kementerian/lembaga terkait sebelum rilis ini dipublikasikan.
PERKADUSI MENDORONG PEMBANGUNAN DARI AKAR RUMPUT
Sebagai organisasi yang menghimpun kepala dusun di seluruh Indonesia, PERKADUSI memandang bahwa dusun memiliki posisi strategis dalam menghubungkan kebijakan pemerintah dengan kebutuhan masyarakat sehari-hari.
Kepala dusun merupakan unsur kewilayahan yang berinteraksi langsung dengan masyarakat dan dapat membantu menyampaikan aspirasi, mengidentifikasi persoalan, mendukung pendataan kebutuhan warga sesuai kewenangan, serta mendorong partisipasi masyarakat dalam pembangunan.
Oleh karena itu, PERKADUSI mendorong penguatan beberapa agenda berikut:
- Penguatan ekonomi dusun, melalui pengembangan UMKM, usaha pertanian, perkebunan, perikanan, industri rumah tangga, dan produk unggulan lokal.
- Peningkatan kualitas pelayanan publik, melalui pendataan kebutuhan masyarakat, penyampaian informasi program, dan penguatan koordinasi dengan pemerintah desa serta instansi terkait.
- Pengembangan sumber daya manusia, melalui pendidikan, pelatihan keterampilan, literasi digital, dan peningkatan kapasitas aparatur kewilayahan sesuai ketentuan.
- Peningkatan kesejahteraan keluarga, melalui dukungan terhadap program kesehatan, perlindungan sosial, ketahanan pangan, dan pemberdayaan ekonomi masyarakat.
- Penguatan tata kelola pemerintahan, melalui transparansi, akuntabilitas, partisipasi masyarakat, serta pencegahan penyalahgunaan kewenangan.
- Percepatan transformasi digital dusun, melalui pemanfaatan teknologi untuk penyebaran informasi, dokumentasi kegiatan, pemetaan potensi wilayah, dan koordinasi pelayanan.
- Pelestarian lingkungan dan ketahanan bencana, melalui gotong royong, pengelolaan sampah, perlindungan sumber air, penghijauan, dan peningkatan kesiapsiagaan masyarakat.
REKOMENDASI STRATEGIS DPN PERKADUSI
Dalam momentum dua tahun pemerintahan Prabowo–Gibran, DPN PERKADUSI menyampaikan rekomendasi strategis sebagai berikut:
Pertama, memperkuat koordinasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, pemerintah desa, dan unsur kewilayahan agar program nasional dapat dilaksanakan sesuai kebutuhan masyarakat.
Kedua, memastikan program prioritas memiliki indikator hasil yang jelas, data penerima manfaat yang akurat, mekanisme pengaduan yang mudah diakses, dan evaluasi berkala.
Ketiga, memperluas kesempatan masyarakat desa dan dusun untuk terlibat dalam kegiatan ekonomi produktif, rantai pasok lokal, pelatihan keterampilan, dan pengembangan usaha.
Keempat, meningkatkan kapasitas kepala dusun dalam komunikasi publik, pemetaan potensi wilayah, administrasi kewilayahan, literasi digital, serta fasilitasi partisipasi masyarakat sesuai peraturan perundang-undangan.
Kelima, mendorong pembangunan yang adil dan inklusif sehingga manfaat investasi, pendidikan, kesehatan, perumahan, dan penguatan ekonomi dapat menjangkau masyarakat di berbagai wilayah Indonesia.
Keenam, memperkuat kemitraan yang transparan antara pemerintah, dunia usaha, perguruan tinggi, organisasi masyarakat, dan komunitas lokal dengan tetap memperhatikan aturan hukum serta kepentingan masyarakat.
PENUTUP
DPN PERKADUSI menegaskan bahwa pembangunan Indonesia yang kuat harus dimulai dari wilayah terkecil, dengan menempatkan masyarakat sebagai pelaku sekaligus penerima manfaat pembangunan.
Dua tahun kepemimpinan nasional hendaknya menjadi momentum untuk memperkuat kerja bersama, memperbaiki kualitas pelayanan publik, memperluas kesempatan ekonomi, serta memastikan pembangunan berlangsung secara adil, inklusif, dan berkelanjutan.
PERKADUSI siap mengambil peran sebagai mitra masyarakat dan mitra dialog pemerintah sesuai fungsi organisasi, dengan mengedepankan semangat persatuan, gotong royong, transparansi, dan pengabdian kepada masyarakat.
“Membangun Indonesia dari Dusun, Memperkuat Desa, Mewujudkan Masyarakat Sejahtera.”
Supianto, S.Sos., M.M.
Ketua Umum
Dewan Pengurus Nasional (DPN)
Persatuan Kepala Dusun Seluruh Indonesia (PERKADUSI)
(RIAUMAG.COM)































