
RIAUMAG13 ——Pelatih Persib Bandung, Bojan Hodak, telah menyiapkan skema khusus untuk Layvin Kurzawa. Ia sadar betul risiko kebugaran yang membayangi eks bintang PSG tersebut.
Maung Bandung kini dihadapkan pada jadwal kompetisi yang sangat padat dan melelahkan. Mereka harus membagi fokus antara BRI Super League dan AFC Champions League 2.
Hodak menegaskan bahwa menit bermain Kurzawa akan diatur dengan sangat hati-hati. Langkah ini diambil mengingat riwayat cedera sang pemain yang cukup mengkhawatirkan.
Tantangan fisik bagi skuad Persib dalam waktu dekat tidaklah main-main. Kurzawa harus beradaptasi dengan ritme pertandingan yang sangat tinggi dan intens.
Sang juru taktik membeberkan hitung-hitungan laga yang harus dilalui timnya.
“Dalam tiga setengah bulan ke depan, kami akan menjalani minimal 19 pertandingan. Bisa 21, bisa juga 25,” ujar Hodak kepada wartawan.
Melihat kondisi tersebut, Hodak tak mau gegabah memaksakan Kurzawa langsung tancap gas. Ia memilih pendekatan bertahap agar sang pemain tidak tumbang di tengah jalan.
“Jadi pasti akan ada menit bermain untuknya. Dia akan dijalankan secara bertahap. Kami tahu dia sudah lama tidak bermain,” kata Hodak.
Dejavu Kasus Barba dan Beltrame
Situasi merekrut pemain bintang yang butuh waktu adaptasi fisik bukan hal baru bagi Persib. Hodak lantas membandingkan situasi Kurzawa dengan dua legiun asing lainnya.
Nama Federico Barba dan Stefano Beltrame menjadi contoh nyata kasus serupa.
“Jika Anda ingat, kami pernah mengalami masalah yang sama dengan Barba,” ucap Hodak mengingatkan.
Pengalaman menangani Beltrame dua musim lalu menjadi pelajaran berharga bagi tim pelatih. Mereka paham betul bahwa pemain yang lama absen butuh waktu untuk panas.
“Sebelumnya juga dengan Stefano Beltrame. Pemain-pemain yang tidak bermain selama beberapa bulan memang membutuhkan sedikit waktu,” lanjut juru taktik berkebangsaan Kroasia itu.































