RIAUMAG.COM , BANDUNG
Ada perilaku binatang hadir di sekitar kita. Beragam kemaksiatan yang menjijikkan ternyata masih dilakukan manusia, bahkan bisa mengorbankan anggota keluarganya. Perzinahan dan perilaku lain selayaknya binatang, dilakukan tanpa peri kemanusiaan. (Mana ada “manusia” yang memakan keluarganya sendiri bukan?).
Walau ternyata, perbuatan itu bukan lagi seperti binatang. Namun lebih hina dari binatang!
“Dan sesungguhnya Kami jadikan untuk (isi neraka Jahannam) kebanyakan dari jin dan manusia, mereka mempunyai hati, tetapi tidak dipergunakannya untuk memahami (ayat-ayat Allah) dan mereka mempunyai mata (tetapi) tidak dipergunakannya untuk melihat (tanda-tanda kekuasaan Allah), dan mereka mempunyai telinga (tetapi) tidak dipergunakannya untuk mendengar (ayat-ayat Allah). Mereka itu sebagai binatang ternak, bahkan mereka lebih sesat lagi. Mereka itulah orang-orang yang lalai.”
(QS. 7:179)
Banyak yang memiliki potensi akal, hati, mata dan telinga, namun tidak dipergunakan dalam memahami dan mengamalkan ayat-ayat Allah. Itu saja sudah lebih hina dari binatang. Apalagi, apabila potensi itu dipakai untuk menentang ayat-ayat-Nya. Binatang seperti apa lagi sebutannya?
Pantas, jika qurban adalah menyembelih binatang qurban sebagai simbol menyembelih sifat kebinatangan pada diri kita. Hal itu sangat penting, karena sifat dan perilaku binatang itu bisa hadir seperti kenyataan saat ini.
Maka jika ada yang seperti itu:
Jangan pelihara binatang itu dirumah. Karena bisa merusak dan menjadi fitnah terhadap keluhuran martabat kita sebagai manusia. (Apalagi jika dia lebih hina dari binatang).
Maka pastikan tidak hadir peluang binatang itu ada di rumah. Karena bisa membahayakan anggota keluarga kita semua. (Apalagi jika dia lebih bahaya dari binatang).
Akhirnya, demi keselamatan kita: jangan pelihara binatang di rumah, apapun alasannya. (walau ini bukan tentang kucing, burung, ayam, dan binatang ternak lainnya).
Saling jaga, saling mengingatkan dan mari maknai ibadah qurban kita tahun ini dengan sebaik-baiknya.
Sulawesi, untuk program EduQurban 1446H
—@am.nasrulloh–





















