
RIAUMAG13 ——–Anggota Komite Eksekutif (Exco) PSSI, Arya Sinulingga, membantah narasi yang beredar di media sosial tentang pemain naturalisasi Timnas Indonesia yang memutuskan untuk berkarier di BRI Super League 2025/2026.
Isu yang berembus adalah alasan pemain naturalisasi Timnas Indonesia memilih untuk bermain di BRI Super League supaya bisa dipanggil untuk Piala AFF 2026
Kesembilan pemain itu ialah Jordi Amat, Shayne Pattynama, dan Mauro Zijlstra ke Persija Jakarta, Thom Haye, Eliano Reijnders, dan Dion Markx ke Persib Bandung, Ivar Jenner dan Rafael Struick ke Dewa United, Jens Raven ke Bali United.
Teori Konspirasi
:strip_icc():watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,425,20,0)/kly-media-production/medias/5488997/original/005940900_1769774065-20260130IQ_Persita_vs_Persija-12.jpg)
Shayne Pattynama menjalani debut bersama Persija Jakarta dalam duel versus Persita Tangerang di Indomilk Arena, Jumat (30/1/2026). (Bola.com/Muhammad Iqbal Ichsan)
Arya menganggap tuduhan itu sebagai “teori konspirasi” dan mengatakan bahwa PSSI tidak punya wewenang untuk mencampuri masa depan pemain naturalisasi Timnas Indonesia.
“Ya ini, kita ini terlalu banyak teori konspirasi ya. Jadi saya harap teman-teman wartawan juga mencerdaskan,” ujar Arya di GBK Arena, Jakarta Pusat, pada Senin (9/2/2026).
“Yang memberikan isu juga maunya mencerdaskan, karena namanya pemain, transfer, itu menyangkut uang. Yang bayar pemain siapa? Apakah PSSI atau klub?”.
“Kalau klub, berarti urusannya apa nih? Urusan uang. Tawar-menawar. Yang bayar klub. PSSI tidak ada ikut-ikutan dibayar situ. Bayar-bayar tidak ada urusan PSSI,” jelas Arya.
Piala AFF 2026 Bukan Agenda FIFATimnas Indonesia bakal berkiprah di Piala AFF 2026 pada 24 Juli-26 Agustus 2026, namun tidak masuk kalender FIFA sehingga susah untuk menyertakan pemain di luar negeri terutama Eropa.”Jadi lucu kalau dibilang bahwa skenario PSSI untuk Piala AFF. Memang pemain mau dibayar murah? Pemain pasti punya tawaran segini. Klub punya uang tidak? Kalau tidak cocok, ya tidak jadi. Kalau cocok bayarannya, ya jadi,” tutur Arya.”PSSI tidak ada ikutan chip-in. Dari mana uang PSSI untuk chip-in pemain, dan itu di dunia tidak terjadi seperti itu. Tidak ada yang namanya federasi ikutan chip-in di klub, tidak ada lah. Mana ada. Mana, tidak pernah terjadi seperti itu.””Jadi mungkin pengamatnya itu berada dari luar semesta, alam semesta. Tidak ada, di dunia tidak ada yang seperti itu. Jadi pakai logika sederhana, itu uang antar uang. Yang bayar klub,” ucap Arya.




























