RIAUMAG.COM , BANDUNG——–Video ini menampilkan pidato Kang Dedi Mulyadi di hadapan Ustaz Adi Hidayat yang menekankan pentingnya karakter, kerajinan, dan nilai kemanusiaan di atas sekadar gelar akademik atau kecerdasan intelektual.
Berikut adalah poin-poin utama dari pidatonya:
Orang Pintar vs Orang Pekerja (0:17 – 1:07): Dedi Mulyadi menyoroti bahwa banyak orang yang dianggap “bodoh” sebenarnya sangat produktif dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, seperti petani atau pengolah makanan, yang bekerja dengan rasa dan cinta, bukan sekadar teori.
Kritik terhadap Kapitalisasi Pengetahuan (3:08 – 4:18): Ia mengkritik bagaimana pengetahuan sering kali dikapitalisasi demi keuntungan pribadi, yang menurutnya dapat memicu hegemoni dan konflik. Ia mengajak audiens untuk tidak sekadar memuja pengetahuan sebagai tujuan akhir.
Pentingnya Independensi dan Objektivitas (4:36 – 6:13): Menggunakan filosofi Sunda tentang Rama, Resi, dan Ratu, ia menekankan pentingnya peran Resi (intelektual) yang memiliki independensi tinggi dan selalu objektif dalam tindakan.
Evaluasi Pendidikan dan Birokrasi (6:25 – 8:17): Ia menyoroti fenomena di mana gelar akademik sering kali menjadi tujuan utama, sehingga mengabaikan etika dan penerapan praktis di lapangan. Pendidikan seharusnya menyeimbangkan gelar terstruktur dengan perilaku kultur (8:21).
Pendidikan Berbasis Karakter (9:15 – 13:17): Dedi Mulyadi mengajak untuk kembali pada filosofi lokal (seperti Panca Waluya) dalam mendidik generasi masa depan agar menjadi manusia yang cager (sehat), bageur (baik/saleh), dan pintar secara emosional serta spiritual, bukan hanya sekadar pandai secara akademik. (RIAUMAG.COM)



























