RIAUMAG.COM , BANDARLAMPUNG——-Malaysia terus memperkuat promosi pariwisatanya di Indonesia melalui program Visit Malaysia Year 2026 Truly Asia.
Salah satu upaya tersebut dilakukan dengan mendukung penuh pelaksanaan ASITA Lampung Travel Fair 2026 yang dijadwalkan berlangsung pada akhir Oktober mendatang.

Dukungan tersebut menjadi bagian dari strategi Tourism Malaysia dalam memperkenalkan beragam destinasi unggulan kepada masyarakat Lampung sekaligus memperkuat kerja sama dengan pelaku industri perjalanan wisata di daerah.
Rencana kolaborasi tersebut disampaikan Director Tourism Malaysia Medan, Rosalina Binti Abdul Rahim, saat berkunjung ke Graha Pena-markas Radar Lampung Media Group, Senin (23/8/2026).
Menurut Rosalina, Indonesia merupakan salah satu pasar penting bagi industri pariwisata Malaysia. Bahkan, Indonesia saat ini menjadi negara ketiga terbesar yang menyumbang wisatawan ke Malaysia. Di sisi lain, Malaysia juga tercatat sebagai salah satu negara dengan jumlah kunjungan wisatawan yang besar ke Indonesia.

Rosalina menilai hubungan budaya yang dekat serta semakin mudahnya akses transportasi menjadi faktor penting yang mendorong wisatawan Indonesia berkunjung ke Malaysia.
Terlebih, saat ini masyarakat Lampung telah memiliki pilihan penerbangan langsung menuju Malaysia melalui rute Lampung-Kuala Lumpur yang dioperasikan oleh maskapai TransNusa.
“Saat ini Lampung sudah memiliki direct flight ke Malaysia oleh maskapai Transnusa. Hal ini membuat aksesibilitas Lampung dan Malaysia lebih baik. Sehingga memudahkan wisatawan Indonesia berkunjung ke Malaysia maupun sebaliknya,” ujar Rosalina.
Beliau menambahkan, kedekatan budaya antara Indonesia dan Malaysia juga menjadi daya tarik tersendiri. Kesamaan budaya hingga kuliner membuat wisatawan dari kedua negara relatif mudah beradaptasi ketika berkunjung.
Dalam kunjungan tersebut, Rosalina didampingi Deputy Director Nor Hasni Binti Saidin, Marketing Manager TW Harsono Pane, dan Marketing Executive Natasya Andriani.
Rosalina menjelaskan, Malaysia menawarkan beragam pilihan destinasi bagi wisatawan Indonesia. Selain wisata alam dan kuliner, sektor medical tourism juga menjadi salah satu daya tarik.
Tidak berhenti di sana, Malaysia kini turut mengembangkan konsep edu tourism, yang memadukan unsur pendidikan, pariwisata, dan budaya.
Menurutnya, keberagaman pilihan tersebut menjadi peluang untuk memperluas pasar wisatawan dari Indonesia, termasuk dari Lampung.
Melalui program Visit Malaysia Year 2026 Truly Asia, Tourism Malaysia berharap promosi destinasi Malaysia dapat memberikan dampak positif bagi industri pariwisata kedua negara.
“Kami berharap dengan adanya direct flight Lampung-Malaysia ini bisa meningkatkan kunjungan wisatawan dari Malaysia maupun dari Lampung sendiri,” tandas Rosalina.
Dukungan Tourism Malaysia terhadap ASITA Lampung Travel Fair 2026 diharapkan tidak hanya menjadi ajang promosi paket perjalanan, tetapi juga memperkuat ekosistem pariwisata dan konektivitas antara Lampung dengan Malaysia.
Dengan adanya penerbangan langsung, promosi bersama, serta keterlibatan pelaku industri perjalanan, hubungan pariwisata Lampung-Malaysia kini memiliki jalur yang semakin terbuka.


























