RIAUMAG.COM , PADANG ——–Mahasiswa dan dosen Teknik Elektro Universitas Bung Hatta terus mendorong
pengembangan teknologi kendaraan ramah lingkungan melalui inovasi Becak Elektrik Hybrid Solar
Panel. Inovasi ini dikembangkan sebagai salah satu upaya mendukung pemanfaatan energi
terbarukan sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap bahan bakar minyak pada kendaraan
konvensional.

Penelitian dan pengembangan inovasi tersebut dilakukan oleh mahasiswa Program Studi Teknik
Elektro Universitas Bung Hatta, Rijli Khaira dan Rivo Yuhaldi, mahasiswa angkatan 2022, di bawah
bimbingan Dr. Hidayat, S.T., M.T., IPM. Kegiatan penelitian ini mendapatkan dukungan pendanaan
dari Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Bung Hatta.
Becak elektrik hybrid solar panel ini dikembangkan melalui proses konversi kendaraan sepeda motor
berbahan bakar minyak menjadi kendaraan bertenaga listrik. Sistem penggeraknya menggunakan motor Brushless Direct Current (BLDC) yang dipadukan dengan baterai sebagai sumber energi
utama.
“Konsep utama penelitian ini adalah melakukan konversi kendaraan berbahan bakar minyak menjadi kendaraan listrik dengan memanfaatkan motor BLDC dan baterai. Selanjutnya, solar panel
ditambahkan sebagai sumber energi untuk membantu pengisian baterai sehingga dapat
meningkatkan jarak tempuh kendaraan,” ujar Dr. Hidayat selaku dosen pembimbing.
Penggunaan motor BLDC dipilih karena memiliki sejumlah keunggulan untuk aplikasi kendaraan
listrik, antara lain efisiensi yang baik, konstruksi yang relatif sederhana, serta kebutuhan
pemeliharaan yang lebih rendah dibandingkan motor berbasis mesin pembakaran internal.
Sementara itu, solar panel menjadi bagian penting dalam konsep hybrid yang dikembangkan. Panel
surya dipasang pada kendaraan untuk memanfaatkan energi matahari dan menghasilkan energi listrik. Energi tersebut kemudian digunakan untuk membantu menyuplai atau mengisi sistem baterai kendaraan.

Dengan konsep tersebut, kendaraan tidak hanya mengandalkan energi yang tersimpan di dalam
baterai, tetapi juga memanfaatkan potensi energi matahari. Kehadiran solar panel diharapkan dapat
membantu memperpanjang jarak tempuh kendaraan, terutama ketika kendaraan digunakan dalam kondisi yang memungkinkan panel menerima paparan sinar matahari secara optimal.
Pengembangan becak elektrik ini juga menjadi bagian dari proses pembelajaran berbasis proyek bagi
mahasiswa. Rijli Khaira dan Rivo Yuhaldi terlibat secara langsung dalam proses perancangan,
konversi sistem penggerak, pemasangan komponen kelistrikan, hingga pengujian kendaraan.
Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa tidak hanya memperoleh pengalaman dalam bidang
kelistrikan dan elektronika daya, tetapi juga memahami secara langsung penerapan teknologi
kendaraan listrik, sistem baterai, motor BLDC, dan energi surya dalam sebuah produk nyata.
Menurut Dr. Hidayat, pengembangan kendaraan listrik berbasis energi terbarukan memiliki peluang
yang cukup besar untuk terus dikembangkan, khususnya untuk kendaraan dengan kebutuhan
mobilitas jarak pendek dan penggunaan di kawasan perkotaan.
“Ke depan, sistem ini masih dapat dikembangkan, baik dari sisi kapasitas baterai, efisiensi motor,
kapasitas solar panel, sistem manajemen baterai maupun sistem monitoring berbasis IoT. Dengan
pengembangan lebih lanjut, kendaraan seperti ini diharapkan dapat menjadi salah satu alternatif
transportasi yang lebih hemat energi dan ramah lingkungan,” jelasnya.
Inovasi Becak Elektrik Hybrid Solar Panel ini menunjukkan komitmen Universitas Bung Hatta dalam
mendorong riset terapan yang melibatkan mahasiswa secara langsung. Dukungan pendanaan dari
LPPM Universitas Bung Hatta menjadi salah satu faktor penting dalam mewujudkan penelitian yang
menghasilkan prototipe teknologi yang dapat dikembangkan lebih lanjut.
Selain menjadi sarana penelitian dan pembelajaran, inovasi ini diharapkan dapat menjadi embrio
pengembangan kendaraan listrik sederhana yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat.
Pemanfaatan motor BLDC sebagai penggerak dan solar panel sebagai sumber energi tambahan juga
sejalan dengan upaya meningkatkan penggunaan energi terbarukan serta mengurangi konsumsi
bahan bakar fosil.
Ke depan, tim peneliti berencana melakukan pengembangan dan pengujian lebih lanjut untuk
mengetahui performa kendaraan, efisiensi energi, kontribusi solar panel terhadap pengisian baterai,
serta peningkatan jarak tempuh yang dapat diperoleh.
Melalui kolaborasi antara dosen dan mahasiswa, inovasi Becak Elektrik Hybrid Solar Panel
diharapkan tidak berhenti sebagai prototipe penelitian, tetapi dapat terus dikembangkan menjadi
teknologi kendaraan listrik yang memiliki nilai manfaat, nilai ekonomi, dan potensi untuk diterapkan
di masyarakat.





























