
RIAUMAG13—-Raymond Indra/Nikolaus Joaquin sukses membuat gebrakan setelah menjadi juara Indonesia Masters II 2025.Pasangan muda itu mengalahkan Choi Sol-gyu/Goh V Shem (Korea Selatan/Malaysia) dalam laga final di GOR Pancing PBSI, Medan, Sumatra Utara, Minggu (26/10/2025).Ya, Goh yang pernah menjadi pasangan nomor satu bareng Tan Wee Kiong dan Choi, pahlawan Korea di final Sudirman Cup 2017 dan finalis Asian Games Hangzhou 2022.
Menghadapi duet gado-gado dengan latar belakang mentereng, Raymond/Joaquin tak gentar hingga menang lewat skor yang ketat 21-18, 17-21, 24-22.
“Permainan tadi sungguh menegangkan buat kami,” ucap Joaquin yang baru berusia 20 tahun dalam keterangan melalui PBSI.
“Tadi di gim 1 kami bermain menyerang karena di posisi menang angin dan ketika game 2 kami sempat unggul di 11-9 tetapi malah tergesa gesa untuk menyerang.”
Raymond (21) menambahkan bahwa pengalaman membuat Choi/Goh lebih tenang, termasuk dalam situasi tertinggal.
Meski begitu, dia dan Joaquin juga punya bahan bakar yang berasal dari kekalahan-kekalahan tipis sebelumnya.
Saat tersingkir di semifinal Indonesia Masters I dan Kaohsiung Masters, Raymond/Joaquin sudah mencapai poin ke-19 pada gim ketiga.
Sedangkan di final Al Ain Masters, duet besutan Chafidz Yusuf dan Andrei Adistia itu kalah setelah membalikkan kedudukan dari 13-16 menjadi 17-16 untuk memaksakan rubber.
“Tadi di poin kritis saya kayak deja vu aja karena saya pernah tiga kali final dan kalah terus di poin mepet-mepet gitu,” tukas Raymond.
“Rasanya bebannya berat aja gitu ke sendiri karena pingin menang banget. Akhirnya lega banget saya bisa juara Super 100,” tambahnya.
Sementara itu, evaluasi positif diberikan oleh asisten pelatih ganda putra pratama, Andrei Adistia.
Andrei menunjuk grafik meningkat Raymond/Joaquin sejak dipasangkan awal tahun ini hingga bisa meraih prestasi tinggi di level pra-World Tour.
Raymond/Joaquin punya progress yang bagus,” ucap mantan pemain yang pernah menangani Sabar Karyaman Gutama/Moh Reza Pahlevi Isfahani itu.
“Dari pertama kali kami pegang sudah merebut 4 gelar juara IC, final di Al Ain, semifinal di Riau (Indonesia Masters), Kaohsiung Super 100 dan semua kalahnya di poin poin kritis.”
Akhirnya di Medan ini bisa pecah telur dan kami happy banget karena berarti pasangan-pasangan pratama lain juga bisa meraih gelar juara.”
Raymond/Joaquin pun dipercaya untuk tampil di level lebih tinggi yaitu BWF World Tour.
Mereka didaftarkan untuk Korea Masters 2025 (Super 300) pada 4-9 November dan Australian Open 2025 (Super 500) pada 18-23 November mendatang.
Penampilan pasangan berperingkat 50 dunia itu hampir dipastikan karena sudah menembus daftar babak utama di kedua ajang.
Di Australian Open 2025, Raymond/Joaquin bahkan akan bertanding bersama pemain-pemain Pelatnas utama, termasuk Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri.
“Raymond/Joaquin akan ke Korea Masters Super 300 dan Australian Open Super 500,” tukas Andrei Adistia.
“Kami ingin tahu level kemampuan mereka dan harapannya bisa cepat mengejar prestasi para seniornya.”
“Mereka yang jelas masih butuh pengalaman dan kematangan bermain …. Secara keseluruhan ganda putra pratama masih perlu pengembangan pola main yang lebih baik.”






























