
RIAUMAG13—-Kejutan yang diharapkan dari ganda putri Indonesia, Apriyani Rahayu/Siti Fadia Silva Ramadhanti, belum keluar saat mereka kalah dini di Kumamoto Masters 2025.
Apriyani Rahayu/Siti Fadia Silva Ramadhanti dikalahkan Yuki Fukushima/Mayu Matsumoto (Jepang) pada babak kedua Kumamoto Masters 2025.
Pasangan Tanah Air kesulitan mengembangkan permainan dalam pertandingan di Kumamoto Prefectural Gymnasium, Kumamoto, Jepang, Kamis (13/11/2025).
Yuki Fukushima/Mayu Matsumoto memang sedang on-fire.
Rombakan dua pasangan terbaik Jepang pada era Gresyia Polii/Apriyani Rahayu itu baru saja menjuarai French Open dan minimal semifinal di tiga ajang terakhir mereka.
Sang unggulan ketiga menjadi ujian penting lainnya bagi Apriyani/Fadia yang bereuni sejak September lalu.
Menyatukan kembali PriFad menjadi salah satu cara untuk menggairahkan lagi prestasi ganda putri Indonesia yang stagnan akhir-akhir ini.
Namun, ibarat teka-teki, kemampuan Apriyani dan Fadia dalam membaca permainan sungguh diuji dalam reli dengan penempatan sulit yang datangnya tidak terduga.
Begitu celah terbuka, juara terkini Indonesia Masters Super 100 itu dimatikan dengan satu hingga dua kali serang oleh Fukushima/Matsumoto.
Mayu Matsumoto dan Yuki Fukushima saat merayakan kemenangan mereka pada final French Open 2025 bulan lalu. (TANGKAPAN LAYAR BWF TV)
Situasi sebaliknya terlihat dari PriFad yang belum menemukan jawaban untuk memenangi reli. Pengembalian anak asuh Karel Mainaky itu mudah diantisipasi.
Dari skor 2-3, Apriyani/Fadia tertinggal makin jauh hingga 3-11 pada interval. Sebagian poin wakil Indonesia didapat dari kesalahan lawan.
Kendati pergerakan poinnya lebih seimbang setelah jeda semenit, Apriyani/Fadia takluk dengan skor telak 10-21 pada gim pertama.
Apriyani/Fadia mencoba bangkit pada gim kedua.
Hanya saja, kesalahan-kesalahan sendiri menjadi pekerjaan rumah baru bagi peraih medali perak Kejuaraan Dunia 2023 itu.
Sempat unggul 3-1, Apriyani/Fadia berbalik tertinggal 4-7 dari Fukushima/Matsumoto yang kini menempati peringkat 6 dunia.
Pasangan Jepang sebenarnya bukan tanpa cela.
Permainan Matsumoto goyah setelah ditekan oleh Apriyani/Fadia. Juara Dunia bareng Wakana Nagahara menjadi target pukulan PriFad.
Apriyani/Fadia mendekat lagi di 6-7 dan 7-8. Apes, upaya itu tidak cukup saat lawan menjauh lagi hingga skor 8-11 di paruh gim.
Saat permainan Matsumoto lebih stabil seiring poin demi poin yang dimenangi, Apriyani/Fadia malah menurun sehingga tertinggal lebih jauh di 10-15.
Matsumoto memanfaatkan tinggi badannya untuk melesakkan pengembalian tajam. Lob melebar yang ternyata masih jatuh di garis dari dia menjaga margin lima angka di 17-12.
Apriyani/Fadia masih menolak untuk menyerah. Mereka berusaha merebut kembali ritme dengan permainan dinamis.






























