RIAUMAG.COM ——-
Mengubah diri merupakan satu tugas yang ternyata jauh lebih berat daripada mengubah orang lain.
Banyak orang ingin mengubah dunia, tapi lupa memperbaiki dirinya.
Padahal Allah berfirman yang artinya, Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah keadaan
suatu kaum sampai mereka mengubah apa yang ada pada diri mereka sendiri” (QS. Ar-Ra’d:11).
Jadi perubahan itu sejatinya bermula dari dalam diri, bukan dari luar diri.
Dalam sejarah para nabi yang paling mulia sekalipun tidak mampu mengubah (hati) orang-orang terdekat mereka , karena hidayah itu milik Allah semata.
Nabi Nuh AS, berdakwah selama 950 tahun,.tapi istrinya sendiri tidak mau beriman. Allah abadikan kisah itu dalam Surah At-tahrim ayat 70, bahwa istri Nabi Nuh dan istri Nabi Luth berkhianat dalam urusan iman, dan akhirnya termasuk golongan yang diazab.
Begitupun Istri Nabi Luth AS menolak ajakan suaminya menuju kebenaran, bahkan ikut mendukung kaum yang durhaka. Lalu Allah menyelamatkan Nabi Luth dan membinasakan istrinya bersama kaum yang dzalim.
Azar, ayah dari Nabi Ibrahim AS sebagai pembuat berhala, juga menolak mentah-mentah ajakan tauhid. Tapi Nabi Ibrahim AS tetap lembut, tetap mendoakan, sampai akhirnya Allah melarangnya untuk memohonkan ampun lagi bagi orang yang mati dalam kekafiran.
Nabi Muhammad SAW, juga amat mencintai pamannya, Abu thalib, yang membela beliau seumur hidup.
Tapi ketika menjelang wafat, Abu Thalib tidak mau mengucapkan syahadat.
Di dalam Al-Qur’an Allah berfirman yang artinya, “Sesungguhnya engkau (Muhammad) tidak dapat memberi petunjuk kepada orang yang engkau kasihi, tetapi Allah-lah yang memberi petunjuk kepada siapa yang Dia kehendaki”.(QS. Al-Qashas: 56).
Ini berarti bahwa Rasulullah SAW yang paling mulia pun tak kuasa mengubah dan memaksa hidayah turun ke hati pamannya.
Kita tak punya kuasa serta tidak bisa memaksa orang lain menjadi baik, tapi kita bisa menjaga hati tetap bersih dan menjadi teladan kebaikan dimanapun kita berada.
Oleh karenanya ubah diri kita terlebih dahulu sebelum mengharap perubahan dari orang lain.
Allaahu a’lam
Selamat beraktivitas, semoga Allah Subhanahu Wa Ta’ala tetap memberikan hidayah, rahmat, berkah, ampunan, rezki, kesehatan, keselamatan, kesuksesan, dan kebahagiaan kepada kita semua.






















