
RIAUMAG13 —–Malaysia diminta tidak merasa terhina karena skandal naturalisasi pemain yang membuat federasi sepak bola kini diambil alih AFC.
Hal itu disampaikan pengacara olahraga Malaysia, Zhafri Aminurashid, kepada publik Negeri Jiran dalam memandang keterlibatan AFC.
Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC) mengambil alih Federasi Malaysia (FAM) selama proses reformasi usai semua anggota exco mundur.
“Proses ini bukanlah hal yang aneh, bukan pula hukuman, dan bukan pula tanda kelemahan,” kata Zhafri seperti dikutip dari NST.com.my.
Ia menambahkan bahwa pengawasan semacam itu adalah praktik standar di seluruh Asia dan bukan pertanda kekacauan yang belum pernah terjadi sebelumnya.
“Ini adalah bagian dari ekosistem sepak bola modern, yang menekankan peningkatan berkelanjutan dan penyelarasan tata kelola dengan standar internasional,” katanya lagi.
Menurut NST Malaysia, Zhafri juga menyinggung Indonesia dan Timor Leste sebagai negara Asia Tenggara yang pernah dipantau AFC.
“Ia mengklaim bahwa Indonesia dan Brunei termasuk di antara banyak negara ASEAN yang telah menjalani pemantauan, audit, dan panduan teknis AFC yang serupa,” tulis NST.com.my.
Lebih lanjut, Zhafri merasa bahwa selama ini publik Malaysia terlalu terbawa emosi dalam menanggapi reformasi federasi karena skandal naturalisasi.




























