
RIAUMAG13—-Juara dunia MotoGP tujuh kali, Marc Marquez, menegaskan bahwa tidak mungkin hidup dengan rasa dendam, menandai babak baru dalam perseteruannya dengan Valentino Rossi.
Ketegangan antara Marquez dan Rossi, sembilan kali juara dunia Grand Prix, yang terjadi pada 2015, kembali menjadi sorotan pada 2025.
Tahun ini tidak hanya menandai ulang tahun ke-10 momen kontroversial tersebut, tetapi juga saat Marquez menyamai jumlah gelar dunia yang diraih Rossi.
Perseteruan verbal keduanya terus muncul dari waktu ke waktu, bahkan setelah Rossi pensiun pada 2021, dengan beberapa wawancara Rossi tahun lalu yang kembali menyalakan api ketegangan.
Dalam wawancara televisi usai meraih gelar 2025, Marquez menyatakan bahwa ia tidak peduli dengan pendapat Rossi tentang dirinya, dan yakin Rossi pun merasakan hal serupa.
Kalangan Fans Masih “Tegang”
:strip_icc()/kly-media-production/medias/3629999/original/021136800_1636623396-000_Hkg10219930.jpg)
Giliran Marquez yang membuat kontroversi di MotoGP Australia 2015 yang berlangsung di Phillipe Island. The Baby Alien diduga memperlambat motornya untuk memberi ruang kepada Jorge Lorenzo yang tengah bersaing dengan Rossi memperebutkan Gelar Juara Dunia MotoGP 2015. (AFP/Saeed Khan)
Kendati hubungan keduanya telah membaik, ketegangan masih muncul di kalangan penggemar. Marquez sempat mendapat cemoohan saat naik podium setelah memenangkan sprint di Mugello tahun ini.
Sementara persepsi penggemar mulai bergeser, Rossi justru mendapat cemoohan saat segmen video di gala penghargaan akhir musim MotoGP.
Setelah mengalami cedera bahu akibat tabrakan dengan Marco Bezzecchi dari Aprilia di Grand Prix Indonesia, Marquez sempat meminta penggemarnya menahan diri karena Rossi menerima kritik dan serangan di media sosial terkait insiden tersebut.
Musim 2025 menjadi milik Marquez, dengan 11 kemenangan balapan utama dan 14 kemenangan sprint, meski ia harus absen pada empat seri terakhir akibat cedera di GP Indonesia.































