
RIAUMAG13—-Bursa calon pelatih baru Timnas Indonesia semakin menarik. Terbaru, ada nama John Herdman yang disebut-sebut masuk dalam persaingan menuju kursi pelatih kepala skuad Garuda, penerus Patrick Kluivert.
Bocoran datang dari media Inggris, Sky Sports, yang mengabarkan mantan pelatih Timnas Kanada, John Herdman, masuk bursa calon nakhoda Timnas Indonesia.
Herdman bakal bersaing dengan asisten pelatih Liverpool, Giovanni van Bronckhorst, yang disebut sedang dipertimbangkan untuk memimpin Timnas Indonesia
Herdman dilaporkan telah melakukan wawancara dengan PSSI, yang beberapa perwakilannya memang sedang berada di Eropa untuk menemui calon arsitek Timnas Indonesia.
Analis sepak bola Inggris, Kevin Pullein, pernah mengulik gaya taktikal melatih John Herdman yang dimuat di laman BetCity. Yuk sedikit mengupas gaya permainan dari tangan dingin seorang John Herdman berikut ini:
Fleksibilitas Taktik Permainan
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5429811/original/069766600_1764645013-000_32U79NY.jpg)
Sayangnya, Kanada kala itu gagal melaju ke fase gugur setelah menghuni peringkat terakhir klasemen Grup F. Skuad asuhan John Herdman kalah dalam tiga kali penampilan yang membuat mereka tak memperoleh satupun poin. (AFP/Patrick T. Fallon)
Masa kepelatihan Herdman ditandai dengan pemahaman taktik yang fleksibel dan kemampuan mengoptimalkan pemain sesuai kebutuhan. Ia tidak terpaku pada satu formasi baku, melainkan menyesuaikan pendekatan berdasar situasi lawan.
Timnas Kanada sedang naik daun dalam beberapa tahun terakhir. Pada era John Herdman, Kanada dalam generasi emas dengan memiliki pemain sekaliber Jonathan David (Juventus), Alphonso Davies (Bayern Munchen), Tajon Buchanan (Inter Milan).
Saat membesut Timnas Kanada, sistem 3-4-3 atau 3-4-2-1 menjadi struktur yang paling banyak digunakan, menempatkan Alphonso Davies, Cyle Larin, dan Jonathan David untuk membentuk trio eksplosif di lini depan.
Ketika dibutuhkan pendekatan lebih solid, Herdman dengan cepat beralih ke pola empat bek seperti 4-4-2 atau 4-2-3-1. Adaptasi ini memberikan stabilitas pertahanan sekaligus memudahkan transisi serangan.





























