RIAUMAG.COM , JAKARTA——-Pada tanggal 5 September 2024, Hotel Borobudur, Jakarta, menjadi saksi pertemuan penting antara para pemangku kepentingan pariwisata Indonesia dan Palestina. Pertemuan ini bertujuan untuk memperkuat kerjasama bilateral di sektor pariwisata melalui pertukaran informasi dan promosi destinasi wisata masing-masing negara.
Salah satu topik utama yang dibahas adalah inisiatif Cross-Selling, di mana Indonesia dan Palestina sepakat untuk saling mempromosikan destinasi wisata mereka. Dalam kerjasama ini, para pelaku usaha, termasuk operator tur, dijamin kemudahan dalam pengurusan visa serta keamanan bagi wisatawan yang ingin berkunjung ke Palestina. Jaminan ini diberikan secara langsung melalui kolaborasi dengan Kementerian Pariwisata Palestina dan berbagai pelaku industri pariwisata seperti hotel dan operator land arrangement.
Acara ini dihadiri oleh berbagai tokoh penting dari kedua negara, di antaranya:
- Martini Mohamed Paham (Deputi Bidang Sumber Daya dan Kelembagaan, Kemenparekraf/Baparekraf)
- Yulia (Direktur Hubungan Antar Lembaga)
- Indera Dewantho (Direktorat Promosi Pariwisata Timur Tengah dan Afrika, Kemenparekraf)
- Riyanto Sofyan (Waketum GIPI/Ketua Umum PPHI)
- DR. Nunung Rusmiati (Ketua Umum DPP ASITA)
- Priyadi Abadi (ASTINDO)
Dari pihak Palestina hadir:
- Mr. Hani Naji Atallah Abdalmasih (Menteri Pariwisata & Kepurbakalaan Palestina)
- Mr. Zuhair S.M Alshun (Duta Besar Palestina untuk Indonesia)
- Delegasi Palestina lainnya termasuk Mr. Kazem Mohd Ibrahim Kazem Hassouneh, Mr. Majid Nemer Nicola Ishaq, Mr. Naser Ali Shafiq Jaber, Mrs. Layla Almu Atasim Mahmoud Abu Lafi, dan Mr. Jiries J.J. Qumsiyeh.
Pertemuan ini menjadi langkah penting dalam mempererat hubungan kedua negara, dengan harapan dapat meningkatkan jumlah wisatawan yang berkunjung ke Indonesia dan Palestina. Selain itu, kerjasama ini juga diharapkan dapat membuka lebih banyak peluang investasi di sektor pariwisata, baik di Indonesia maupun Palestina.
(RIAUMAG.COM)




























