
RIAUMAG.COM ——–Jumat, 27 Februari 2026, pukul 03.00 WIB, saat sebagian besar warga bersiap-siap sahur di bulan suci Ramadhan, empat personel Tim Ekspedisi Dakwah Pedalaman mulai bersiap.
Dalam gelap dini hari, mereka memuat berbagai bantuan dan logistik ke dalam kendaraan, memastikan seluruh perlengkapan tersusun rapi demi perjalanan panjang yang menanti.

Perjalanan menuju lokasi bukanlah perkara mudah. Jarak tempuh yang jauh, kondisi air pasang, jalur hutan dengan jalan berliku, hingga risiko ancaman buaya rawa yang menurut informasi warga dan pemberitaan media meningkat populasinya dalam setahun terakhir, mengharuskan tim berangkat lebih awal dan penuh perhitungan.
Setelah menempuh sebelas jam perjalanan darat, rombongan melanjutkan perjalanan menggunakan kapal pompong menyusuri Sungai Gaung Anak Serka. Perjalanan kemudian diteruskan dengan sepeda motor hingga tiba di lokasi pertama, Desa Sungai Iliran.
Tabligh Akbar, Penyaluran Zakat 100% dan santunan paket sembako
Usai beristirahat sejenak dan berbuka puasa bersama warga, kegiatan dimulai dengan Tabligh Akbar dan penyaluran bantuan. Bantuan yang disalurkan meliputi program zakat 100 persen, berupa zakat maal dan santunan paket sembako untuk dhuafa.
Warga tampak antusias mengikuti kajian yang disampaikan oleh Ustadz Usman Asy-Syafi’i, Mudir Pondok Pesantren Tahfizh Khoiru Ummah Pekanbaru.
Suasana penuh khidmat menyelimuti surau sederhana yang menjadi pusat aktivitas keagamaan masyarakat setempat.
Menjangkau Dusun Terpencil
Hari kedua, Sabtu pagi usai sholat Subuh, tim bergerak ke Dusun Bilal untuk mengunjungi rumah-rumah lansia fakir miskin membagikan zakat fitrah berupa beras dan zakat maal.
Kondisi para lansia sungguh sangat memprihatinkan. Selain keterbatasan ekonomi dan fisik, sebagian dari mereka tinggal sendirian sebatang kara.
Kegiatan dilanjutkan dengan Tabligh Akbar di Masjid Al Huda Parit 20, Dusun Siak Kecil, yang dihadiri Kepala Desa Gaung Anak Serka, para tokoh masyarakat, kepala sekolah, majelis guru, dan siswa SDN 017 Teluk Sungke.
Selain tausiyah, tim juga memberikan santunan uang kepada anak-anak sekolah yang kurang mampu.
Didampingi kepala dusun, tim kemudian mendatangi rumah-rumah warga fakir miskin di lokasi Parit 19, 20, dan 21 untuk menyalurkan program zakat 100 persen berupa zakat maal dan paket sembako.
Silaturahmi ke Pondok Pesantren dan Bantuan untuk Korban Kebakaran
Perjalanan berlanjut ke Pondok Pesantren Syekh Walid Thayib Shaleh Indragiri untuk bersilaturahmi dengan Kiai Muhammad Sutrisno. Pada kesempatan tersebut, tim menyerahkan bantuan berupa karpet masjid dan sajadah imam, sekaligus meninjau kondisi masjid pondok pesantren yang memprihatinkan dan selama ini digunakan para santri untuk belajar Al Quran.
Di bawah terik matahari, tim kembali menaiki kapal pompong selama satu setengah jam menyusuri sungai yang dihuni buaya rawa menuju Desa Simpang Gaung. Di desa ini, tim menyerahkan bantuan kepada korban kebakaran yang terjadi tiga hari sebelumnya, yang menghanguskan 15 unit rumah di huni 23 kepala keluarga. Seluruh harta benda warga ludes, menyisakan pakaian yang melekat di badan termasuk rumah Qur’an yang selama ini menjadi pusat belajar warga dan anak-anak belajar Al Quran pun turut terdampak dalam kebakaran tersebut.
Bantuan yang diberikan meliputi pakaian layak pakai, Al-Qur’an, buku Iqra, sembako, mukena, baju koko, dan zakat maal yang diserahkan melalui kepala desa setempat.
Serah Terima Wakaf Tempat Wudhu
Menjelang malam, tim menuju Surau Al Hikmah Parit 25, Desa Sungai Iliran, untuk menggelar Tabligh Akbar sekaligus menyerahkan bantuan karpet masjid serta santunan nasi kotak berbuka puasa bersama masyarakat.
Pada hari ketiga, Ahad pagi, tim bertemu pengurus surau, tokoh masyarakat, dan perwakilan warga untuk serah terima sebagian material bangunan serta dana pengerjaan tempat wudhu di Surau Al Hidayah, Dusun Bilal, Desa Sungai Iliran, Kecamatan Gaung Anak Serka.
Setelah seluruh agenda dakwah dan amanah penyerahan seluruh bantuan di berbagai titik lokasi tuntas, tim bersiap kembali ke Pekanbaru.
Suasana haru mengiringi perpisahan dengan warga dan tokoh masyarakat setempat. Rombongan tiba di Pekanbaru menjelang waktu berbuka puasa.
Ujian Nyali dan Keikhlasan
Ekspedisi kali ini menjadi ujian fisik dan mental. Jarak tempuh yang jauh, kondisi berpuasa, serta risiko perjalanan menyusuri sungai yang dihuni buaya rawa benar-benar menguras tenaga dan keberanian.
Namun di balik tantangan tersebut, tersimpan banyak hikmah. Ekspedisi ini tak hanya menyalurkan bantuan, tetapi juga menempa karakter personel dalam hal keberanian, pengorbanan, daya juang, kekompakan, keikhlasan dalam berdakwah dan menunaikan amanah.
“Saya mewakili warga mengucapkan terima kasih seluas-luasnya kepada para donatur dan tim ekspedisi yang telah bersedia berdakwah jauh-jauh datang serta memberikan bantuan ke kampung kami yang jauh terisolir,” ujar Syamsul, tokoh masyarakat setempat.
Koordinator tim, Ihsan, turut menyampaikan rasa syukur atas kelancaran kegiatan. “Semoga curahan waktu, tenaga, pikiran, dan dana dibalas Allah SWT dengan pahala yang terus mengalir dan menjadi pemberat amal saleh di yaumil akhir kelak,” ujarnya.
Ia berharap kegiatan serupa dapat terus berlanjut dan memberi manfaat bagi masyarakat terisolir di pedalaman, khususnya di wilayah Riau.
Alhamdulillah, seluruh rangkaian kegiatan dakwah dan penyaluran amanah dari para muhsinin berjalan lancar.
Seluruh personel Tim Ekspedisi Dakwah Pedalaman kembali dalam keadaan selamat, sehat, dan tetap solid. (MI)






















