
RIAUMAG13—-Pasangan ganda putra Indonesia, Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri, tampil menjanjikan setelah baru dipasangkan sejak Juli pada Japan Open 2025.
Fajar/Fikri semula ditandemkan setelah pasangan Fajar sebelumnya, Muhammad Rian Ardianto, izin tidak berkompetisi karena keperluan keluarga.
Sementara itu, tandem reguler Fikri, Daniel Marthin, juga sedang memulihkan cedera lutut yang dia dapat pada Sudirman Cup 2025.
Dalam kurun waktu tersebut, Fajar/Fikri mencapai perempat final Japan Open 2025, Juara China Open 2025, runner-up Korea Open 2025, runner-up Denmark Open 2025, dan French Open 2025, dan perempat final Hylo Open 2025.
“Hasil dari turnamen Eropa kemarin Alhamdulillah. Dibilang cukup baik juga belum, tetapi dibilang buruk juga tidak,” kata Fikri kepada media, termasuk BolaSport.com di pelatnas Cipayung, Jakarta Timur, Rabu (5/11/2025).
“Tetapi, saya selalu bersyukur dengan hasilnya, minimal saya bisa konsisten di situ.”
Meski begitu, Fikri belum bisa berbicara banyak soal kelanjutan kerjasama dengan Fajar.
“Saya juga belum diskusi dengan pelatih dan Fajar karena saya pulang duluan setelah Hylo Open 2025, Sabtu,” ucap Fikri.
“Pelatih (Antonius Budi) baru sampai Indonesia hari ini. Jadi belum sempat bertemu. Kemarin sempat membaca pemberitaan di media, katanya bisa lanjut (dengan Fajar), tetapi kepastiannya belum tahu.”
“Lega, tetapi sebetulnya menjadi tanggung jawab lebih. Berpasangan dengan Fajar juga saya harus bisa berprestasi lebih lagi dari sebelumnya.”
Fajar beberapa hari lalu mengunggah ucapan dan kenangan soal kebersamaan dengan Rian yang berakhir setelah 11 tahun di laman sosial media pribadi miliknya.
“Saya belum berani berbicara karena belum bertemu pelatih lagi. Khawatir saya mendahului. Lebih baik saya menunggu semua dipastikan. Obrolan dan rencana sudah ada, tetapi saya takut kedepannya ada perubahan, jadi menunggu kepastian.”
“Saya mengetahui kabar rencana dipermanenkan setelah di Jerman dan kaget juga setelah ramai di sosial media. Saya juga belum berbicara dengan Daniel.”
Fikri juga mengaku belum puas dengan pencapaian yang dia raih bersama Fajar.
“Kalau sesuai harapan saya lebih ke hasilnya saja. Kemarin juga belum cukup baik, tetapi tidak buruk hasilnya,” aku Fikri.
Saya cukup senang dengan hasil kemarin. Kalau berpasangan dengan Fajar atau tidak masih menunggu hasil yang sesuai.”
“Bersama Fajar, kalau di lapangan saya sudah berusaha menampilkan yang terbaik dan performanya juga tidak terlalu buruk.”
“Tetapi, sayangnya tidak bisa mendapat gelar di final. Kalau chemistry di luar atau di dalam lapangan sudah cukup baik.”
Terkait kendala pada final, Fikri menjelaskan bahwa kekalahan pada tiga turnamen lebih disebabkan karena permainan sendiri.
“Dari awal, lawan permainannya tidak buruk sehingga cukup mengurus tenaga. Pola pikirnya harus ditingkatkan lagi. Lawannya cukup bagus dari Korea dan Jepang. Namun, saya menyayangkan hasil Denmark,” tutur Fikri.
Pada final Denmark Open 2025, Fajar/Fikri kalah dari Takuro Hoki/Yugo Kobayashi (Jepang).
Hasil positif ini membuat Fikri harus pandai mengelola mental dan pikiran
“Saya minimal bisa membuktikan hasil pada semifinal dan final. Ingin konsisten dulu. Saya menyadari pola permainan kami sudah terbaca. Lawan pasti membaca permainan kami sehingga kami harus lebih banyak variasi lagi,” ucap Fikri.
Fajar/Fikri juga belum bisa mengalahkan ganda putra nomor satu dunia, Kim Won-ho/Seo Seung-jae.
“Kami tahu dari awal pasangan Korea bermain cukup baik. Sebelum saya berpasangan dengan Fajar saya juga sudah sering menang atas permainan mereka yang rapi dan kuat,” kata Fikri.
“Kekurangan saya dan Fajar dari segi power, sedangkan ganda Korea pertahanannya rapi sehingga kami harus pintar mencari peluang nanti.”
Fajar/Fikri sebelumnya mengalahkan Kim/Seo pada semifinal China Open 2025.
“Sekarang banyak perubahan terutama dari segi teknik. Mereka jadi lebih paham lagi permainan saya dan Fajar, juga dari segi kewasapadaan,” kata Fikri.
“Saat awal bertemu, mereka masih membaca permainan kami seperti apa. Kalau sekarang sudah 7 pertandingan yang kami ikuti meskipun tidak melawan mereka, saat kami melawan wakil lain mereka pasti juga ikut menonton video pertandingan kami.”
Dengan sisa dua bulan lagi, Fikri berharap bisa menjadi juara pada Australian Open 2025, 11-16 November yang menjadi turnamen terakhir pada tahun ini.
“Pastinya saya mau memaksimalkan pertandingan di Australia yang menjadi pertandingan terakhir di tahun ini. Siapa tahu bisa mendapat hasil lebih baik. Tentu ingin menjadi juara,” aku Fikri.
“Untuk peluang World Tour Finals, kami tidak menyangka karena kami direncanakan mengikuti 8 pertandingan. Siapa tahu kami bisa memiliki peluang tampil pada World Tour Finals.”
“Tadinya jika mencapai final Hylo Open, kami bisa masuk 10 besar dunia. Setelah hasil Hylo Open, kami tidak tahu juga untuk ranking. Saya ha






























