
RIAUMAG13—-anda putra Korea Selatan, Kim Won-ho/Seo Seung-jae, mencatatkan rekor fantastis pada musim debut mereka tahun ini.
Kim/Seo mendadak jadi duo yang sulit dikalahkan oleh para rival.
Mereka berhasil mencapai puncak teratas sebagai pasangan ganda putra nomor satu dunia dan kini telah mengoleksi sembilan gelar juara.
Mereka juga memastikan gelar ke-9 setelah menumbangkan ganda putra Indonesia, Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri, pada final French Open 2025.
Kim/Seo mengalahkan Fajar/Fikri via rubber game dengan skor 10-21, 21-13, 21-12.
Di antaranya adalah masing-masing tiga titel BWF World Tour Super 1000 dan Super 750, kemudian satu gelar Super 500 dan Super 300.
Satu gelar paling bergengsi yang diraih Kim/Seo adalah titel Juara Dunia.
Torehan sembilan gelar tersebut bahkan sudah menyamakan pencapaian musim terbaik dari ganda putra nomor satu sebelumnya, Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo.
Ya, tahun 2018 menjadi musim terbaik bagi ganda putra Indonesia itu.
Marcus/Kevin merengkuh sembilan gelar juara yang menjadikannya rekor juara terbanyak dalam satu tahun sepanjang karier minions.
Pelatih Indonesia yang kini menakhodai ganda putra Malaysia, Herry Iman Pierngadi, tertarik mengomentari sensasi pasangan Korea Selatan itu.
Pasalnya, tiga anak didiknya juga telah merasakan keganasan dari Kim/Seo yakni Aaron Chia/Soh Wooi Yik, Man Wei Chong/Kai Wun Tee, dan Junaidi Arif/Roy King Yap.
Dua di antara mereka yakni Man/Tee dan Arif/Roy bahkan belum pernah merasakan kemenangan satu pun saat bersua Kim/Seo.
Terakhir, Man/Tee dikalahkan untuk keempat kalinya dari Kim/Seo pada perempat final French Open 2025.
Herry IP mengakui bahwa Kim/Seo merupakan pasangan yang komplet dan sangat sulit untuk dikalahkan.
“Won Ho/Seung Jae sangat matang dan lengkap. Saat ini sangat sulit untuk mengalahkan mereka,” kata Herry IP, dilansir BolaSport.com dari NST.
“Wei Chong/Kai Wun membutuhkan lebih banyak waktu untuk menstabilkan performa mereka sebelum dapat mengalahkan mereka.”
“Mereka harus terus bekerja keras dan percaya pada proses untuk akhirnya mengejar ketertinggalan.”
“Hal yang sama berlaku untuk semua pasangan Malaysia. Para pemain Korea bermain di level yang jauh lebih tinggi.”
“Arif/Roy King sedang berkembang, tetapi kita baru akan melihat potensi penuh mereka tahun depan,” tutur Herry.
Secara terpisah, Seo Seung-jae menegaskan bahwa dirinya memang merupakan pemain yang matang dan tenang.
Dia mengungkapkan bahwa mereka juga sempat kewalahan dalam menghadapi gempuran bertubi-tubi dari Fajar/Fikri pada final kemarin.
“Saya tidak bisa berbuat apa-apa selain menerima pukulan-pukulan besar itu,” kata Seo dalam rilis resmi BWF.
“Sampai koknya menyentuh lantai, kita harus berusaha sekuat tenaga dan memberikan usaha maksimal.”
Misi Kim/Seo tahun ini belum berakhir dan berambisi menambah gelar-gelar lainnya.
“Kami masih memiliki beberapa turnamen tersisa tahun ini. Kami akan berusaha sebaik mungkin untuk hasil yang lebih baik,” kata Seo Seung-jae.






























