
RIAUMAG13—Kegagalan Timnas Indonesia menembus Piala Dunia 2026 menyisakan duka mendalam. Pemain Garuda, Mauro Zijlstra, menggambarkan suasana ruang ganti seusai laga penentuan sebagai “teramat sunyi” seolah seluruh tim kehilangan kata-kata. Kekalahan 0–1 dari Irak, setelah sebelumnya takluk 2–3 dari Arab Saudi, menutup peluang Indonesia untuk lolos ke putaran final. Impian yang sempat membumbung tinggi kini sirna. “Ruang ganti terasa sangat sunyi. Beberapa pemain emosional, semua sadar ini mungkin kesempatan terakhir untuk lolos,” ujar Mauro dikutip dari ESPN NL, Kamis (16/10/2025).
Artikel ini telah diterbitkan di halaman SINDOnews.com pada oleh dengan judul “Suasana Ruang Ganti Pemain dan Banyak Keanehan saat Timnas Indonesia Gagal Lolos ke Piala Dunia 2026”.
Menurut pemain FC Volendam tersebut, pelatih dan kapten hanya menyampaikan beberapa patah kata sebelum seluruh tim saling berterima kasih dan berjanji untuk bangkit. “Sekarang kami fokus pada Piala Asia 2027,” tambahnya.
Artikel ini telah diterbitkan di halaman SINDOnews.com pada oleh dengan judul “Suasana Ruang Ganti Pemain dan Banyak Keanehan saat Timnas Indonesia Gagal Lolos ke Piala Dunia 2026”.
Namun, di balik kesedihan itu, Mauro juga menyoroti kejanggalan dalam penyelenggaraan putaran empat Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Asia. Ia mengaku heran mengapa Arab Saudi dan Qatar diperbolehkan menjadi tuan rumah grup masing-masing—padahal seharusnya laga digelar di tempat netral. “Agak aneh; mereka bisa memainkan semuanya di kandang sendiri. Kami harus terbang jauh, beberapa pemain bahkan baru tiba satu atau dua hari sebelum pertandingan,” ujar Mauro. “Tidak ada yang tahu mengapa mereka diizinkan memainkan semua laga di kandang.” Meski menyayangkan keputusan tersebut, Mauro tetap legawa. Ia menegaskan seluruh pemain telah berjuang maksimal meski hasil akhir tidak berpihak. “Kami tahu itu akan sulit, tapi kami sudah berjuang bersama. Sayangnya, tidak berhasil,” katanya. Kegagalan ini pun berbuntut panjang. PSSI resmi mengakhiri kerja sama dengan Patrick Kluivert dan jajaran pelatih asal Belanda pada Kamis (16/10/2025). Tak hanya Kluivert, pelatih Timnas U-23 Gerald Vanenburg dan pelatih U-20 Frank Van Kempen juga diberhentikan. Hingga kini, federasi belum mengumumkan siapa sosok pengganti yang akan memimpin Timnas Indonesia menuju fase baru setelah “sembilan bulan yang penuh harapan dan kekecewaan.”
(RDIKA/RIAUMAG13)































