Riaumag.com , Australia—Warga Indonesia yang tinggal di Wollongong, New South Wales, Australia, mengisi bulan Ramadhan dengan berbagai kegiatan. Di antaranya adalah melakukan buka puasa bersama.
Baik yang dilakukan di rumah warganya maupun yang diadakan di masjid.Kemarin warga Indonesia kembali melakukan buka puasa yang ketiga kalinya dalam bulan Ramadan ini.
Buka puasa ini bertempat di rumah Pak Syafril di kawasan Bellambi, sekitar enam kilometer dari pusat Kota Wollongong.

Dalam kegiatan buka puasa ini, diadkaan pula ceramah agama Islam menjelang waktu Magrib. Yang istimewa adalah ustad yang hadir memberikan siraman rohani adalah Direktur Program Pasca Sarjana Universitas Darussalam Gontor Ponorogo Jawa Timur, Dr. Kholid Muslih, Lc., M.A.
Beliau sengaja diundang untuk membawakan ceramah ke Wollongong, karena kebetulan berada di Sydney selama bulan Ramadhan untuk mengisi kajian keagamaan Islam secara rutin di Masjid Al Hijrah Tempe, New South Wales.

Kehadiran beliau sangat menggembirakan warga Indonesia yang hadir.
Seolah dapat mengobati rasa kangen kepada tanah air tercinta.Ketua Jamaah Pengajian Illawwarra (JPI), Syaiful Ahmad Tauladani, mengatakan bahwa selama Ramadan memang sudah sering mengadakan kegiatan amaliah.
Sebelumnya sudah diadakan buka puasa bersama di rumah Bapak Aditya Rachman, kompleks Gwynneville.

Ditambahkan bahwa warga Indonesia juga sudah pernah bertindak sebagai panitia sekaligus penyedia menu buka puasa di Masjid Omar Wollongong.
Dimana saat buka puasa tersebut dihadiri sekitar dua ratus orang warga Muslim.
Terutama mahasiswa internasional dari berbagai negara yang sedang sekolah di University of Wollongong.

Jumlah Diaspora Indonesia yang tinggal di Wollongong, tidak dapat dipastikan secara jelas.
Namun diperkirakan terdapat sekitar 40 kepala keluarga. Selain sebagai mahasiswa, sebagian besarnya adalah para pekerja yang sudah lama merantau ke Benua Selatan ini.
Diantaranya ada yang sudah permanen residen dan bahkan sudah ada yang jadi warga negara Australia.

Terlebih lagi anak-anak mereka yang lahir di sini.
Menurut rencana, setelah Ramadan nanti, warga Indonesia akan melaksanakan halal bi halal atau syawalan. Hal ini dimaksudkan untuk mempererat persaudaraan dan mengukuhkan silaturahmi antar sesama warga Indonesia yang hidup di negeri orang.
Wassalam
Punchbowl, 24.04.22
Haidir Fitra Siagian
(riaumag.com)
































