RIAUMAG.COM ——— Tol Dumai – Rantau di Tunda, Pembangunan Tol Lingkar Pekanbaru Dikebut.Pembangunan tol trans sumatera di Provinsi Riau ada yang dikeluarkan dari daftar proyek strategis nasional (PSN).
Ruas tol tersebut adalah Tol Dumai – Sigambal – Rantau.Namun disisi lain tol Lingkar Pekanbaru diwilayah Provinsi Riau justru dikebut pembangunannya.
PT Hutama Karya (HK) segera membangun jalan tol ruas Rengat-Pekanbaru seksi Lingkar Pekanbaru (Junction Pekanbaru-Bypass Pekanbaru) sepanjang 30,57 km.
Untuk tol lingkar pekanbaru ini masuk dalam tahap II pembangunan ruas tol trans sumatera.Tol lingkar Pekanbaru ini sendiri masuk dalam ruas Rengat – Pekanbaru.
Direktur Operasi III Hutama Karya, Koentjoro, menjelaskan hadirnya tol lingkar ini Provinsi Riau menjadi epicentrum Sumatera.
“Kita berharap dengan terhubungnya konektivitas infrastruktur jalan tol ini dapat menstimulasi pertumbuhan ekonomi dan Provinsi Riau menjadi epicentrum Sumatera,” ujar Koentjoro.Kehadiran tol ini mengkoneksikan dengan tiga ruas ruas tol trans Sumatera yang ada di Pekanbaru.
Kehadiran tol ini mengkoneksikan dengan tiga ruas ruas tol trans Sumatera yang ada di Pekanbaru.Ketiga ruas tol tersebut adalah jalan tol Ruas Rengat – Pekanbaru, Ruas Pekanbaru – Bangkinang, dan backbone Trans Sumatera Ruas Pekanbaru – Dumai.
Kehadiran tol ini dapat meningkatkan arus pelayanan distribusi barang dan jasa dari arah Sumatera Barat menuju ke Riau.
Selain itu, mengurai kemacetan dalam Kota Pekanbaru karena kendaraan logistik dari arah Sumatera Barat menuju Sumatera Utara sudah dapat langsung toll – to – toll.
Selain itu juga memudahkan konektivitas ke berbagai tempat pariwisata, salah satunya seperti Candi Muara Takus.
Sebagai informasi, kontraktor pembangunan jalan tol ini akan dilakukan oleh anak usaha Hutama Karya yakni PT Hutama Karya Infrastruktur (HKI).
Dengan scope pekerjaan meliputi konstruksi galian dan timbunan badan jalan, jembatan, junction Pekanbaru, rest area dan gerbang tol.
Sementara rencana fasilitas struktur yang nantinya akan melengkapi jalan tol ini diantaranya 3 underpass, 6 overpass, 3 interchange, 3 gerbang tol, dan 1 pasang rest area tipe A.
Pembangunan jalan tol ini nantinya juga akan didukung oleh sejumlah penggunaan digital construction diantaranya Building Information Modelling (BIM).
Serta Light Detection and Ranging (LiDAR) untuk mendapatkan hasil pengukuran yang akurat, mengefisienkan waktu pengerjaan dan hasil yang tepat mutu.
Sementara untuk mengatasi tantangan tanah lunak, dalam pelaksanaan pekerjaan proyek akan menggunakan teknologi Prefabricated Vertical Drain (PVD) dan Preloading pada struktur tanah timbunan dan penggunaan konstruksi Pile Slab diatas tanah lunak dengan kedalaman lebih dari 10 m.
























