Akhirnya Eks Panglima TNI Moeldoko Angkat Bicara Masalah Ferdy Sambo, Petunjuk Jelas… /Kolase Instagram Moeldoko dan Antara
Riaumag.com—-Mantan Panglima TNI yang saat ini menjabat sebagai Kepala Staf Kepresiden (KSP) Indonesia, Jenderal (Purn) Moeldoko, ikut memberikan pandangannya terkait Ferdy Sambo.
Dalam hal ini, Moeldoko ikut memberikan pandangannya terkait masalah kematian Brigadir J yang menyeret nama mantan Kadiv Propam Polri, Irjen Pol Ferdy Sambo.
Diketahui, Irjen Pol Ferdy Sambo saat ini telah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan pembunuhan Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat atau Brigadir J.
Selain Ferdy Sambo, ada juga 4 orang lainnya yang ditetapkan tersangka dalam kasus kematian Brigadir J, yaitu Bharada E, Bripka RR, Kuat Maruf, dan istri Sambo (Putri Candrawathi).
Berikut selengkapnya tanggapan Moeldoko terkait Ferdy Sambo.
“Saya tidak memasuki area teknikalnya, karena itu bukan bagian saya, tetapi petunjuk presiden sudah sangat clear atau jelas kepada Kapolri,” kata Moeldoko.
Petunjuk presiden kata Moeldoko, segera dituntaskan dan transparan.
“Kebijakan besarnya seperti itu, karena ini berkaitan dengan institusi yang saat ini menghadapi situasi seperti itu,” ujar Moeldoko.
“Jadi saya pikir pak Kapolri sudah memahami apa yang diinginkan oleh pak Presiden,” sambungnya.
Adapun, terkait tahapan-tahapannya, beliau menilai transparansinya sudah mulai muncul.
“Mungkin teman-teman tidak sabar kerena tidak begitu cepat, itu saya pikir sudah dipahami oleh pak Kapolri,” katanya.
Hal itu dikatakan Kepala Staf Kepresidenan Indonesia Moeldoko, saat mengikuti agenda klarifikasi bersama Forum Pikiran Rakyat Media Network (PRMN) melalui via zoom pada Kamis, 15 September 2022
Sebelumnya, Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo juga telah menegaskan terkait transparasi kasus kematian Brigadir J.
Hal itu disampaikan KAPOLRI saat memberikan arahan kepada jajarannya untuk meraih kembali kepercayaan publik hingga menghindari pelanggaran sebagaimana dikutip TerasGorontalo dari Instagram @divisihumaspolri, 20 Agustus 2022 lalu.
“Terkait masalah kepercayaan masyarakat terhadap Institusi Polri, hal ini yang tentunya menjadi catatan penting, dan saya minta untuk betul-betul ditindaklanjuti,” tegasnya.
“Pasca terjadinya peristiwa Duren Tiga, angka kita langsung anjlok di angka 28. Dan kemarin pada saat penetapan FS (Ferdy Sambo) sebagai tersangka, angkanya naik 78,” lanjutnya.
“Dan ini adalah pertaruhan Institusi Polri, hingga harapan kita angka 78 minimal sama atau naik,” sambungnya.
“Sesuai arahan bapak Presiden, bahwa kita tidak akan ada yang ditutup-tutupi, semua kita buka sesuai fakta, ungkap kebenaran apa adanya. Jadi itu yang menjadi pegangan kita,” tegasnya lagi.
“Terima kasih Timsus yang telah bekerja, saya harapkan untuk Timsus bisa bekerja maksimal, sehingga nanti kita bisa tentukan berapa orang masuk kelompok pidana utama terkait dengan pembunuhan mana yang obstruct dan mana melanggar kode etik. Dan semua itu nanti akan kita ungkap ke publik,” katanya.
“Kita libatkan juga kelompok eksternal, masyarakat juga ikut mengawasi, teman-teman di Kompolnas juga ikut mengawasi, termasuk juga rekan mitra kita yang ada di DPR yang juga mengawasi dan ini semua menjadi pertaruhan kita,” tambahnya.
Kita ketahui bersama, Presiden Jokowi secara tegas meminta kasus ini dibuka apa adanya.
“Saya kan sudah sampaikan, usut tuntas, buka apa adanya. Jangan ada yang ditutup-tutupi, transparan. Sudah!,” tegas Jokowi dilansir dari Antara, Kamis 21 Juli 2022.
Jokowi secara tegas meminta agar jangan ada yang ditutupi, buka apa adanya dan pentingnya tranparansi agar publik bisa percaya terhadap institusi Polri.
“ini yang harus dijaga. Kepercayaan publik terhadap Polri harus dijaga,” harapnya.






















