Riaumag.com , Bandung
Waktu terus berjalan. Entah masih menyisakan kesempatan lama atau tinggal sesaat, akan habis masa kita berkarya didunia.
Setelahnya, PASTI kita diminta pertanggungjawaban atas semua kesempatan yang diberikan.
Rasulullah bersabda, “Tidak akan bergesar kaki seorang manusia dari sisi Allah pada hari kiamat, sampai dia ditanya tentang lima (perkara): tentang umurnya untuk apa dihabiskannya, masa mudanya digunakan untuk apa, hartanya dari mana diperoleh dan ke mana dibelanjakan, serta bagaimana di mengamalkan ilmunya”-HR at-Tirmidzi (no. 2416)-
Umur, masa muda, harta dan amal adalah poin persidangan yang harus dipersiapkan jawabannya. Penggunaan komponen tersebut
“Apakah selamat dan menyelamatkan atau celaka dan mencelakakan”, adalah 2 alternatif besar yang akan ditanyakan dipersidanganNya.
Pilihan jawabannya bisa jadi: Karya dan amal selama ini bisa menginspirasi kebaikan, atau berkarya untuk memberi inspirasi kebatilan. Atau, justru kesempatan kita hampa karya dan minim inspirasi.
Berkarya mulia dan menginspirasi mulia adalah jawaban terbaik yang akan menyelamatkan.
Berkarya saat sedang bisa, berkarya saat sedang memiliki kuasa, atau saat memiliki keluangan masa. Inilah nikmat yang seringkali terlupa.
“Ada dua nikmat (dari Allah Ta’ala) yang kurang diperhatikan oleh banyak manusia (yaitu) kesehatan dan waktu luang” -HR al-Bukhari (no. 6049)-
Semoga Allah masih memberikan kesempatan untuk kita menginspirasi kebaikan, sebelum tiada lagi kesempatan dan kekuatan untuk menyusun karya & jawaban yang menyelamatkan saat persidangan.
–@am.nasrulloh–
(for-riaumag.com)
































