RIAUMAG.COM , BANDUNG
Zam zam adalah air ajaib yang sangat menakjubkan. Mengalir tanpa henti, bermanfaat nyaris abadi. Dicari dan dinikmati oleh bermilyar manusia setiap detik sepuas hati. Bahkan, menjadi obat terbaik untuk berbagai kondisi.
Air ajaib ini dihadirkan Allah sebagai hikmah pengorbanan atas usaha seorang insan. Hadiah atas perjuangan tiada henti, walau dalam kondisi yang jauh dari ideal.
Tatkala bunda Hajar berlari karena sayangnya terhadap putra tercinta, Ismail, as. diantara dua bukit Shafa dan Marwah. Tak menemui sumber air di Shafa, lari kembali menuju Marwah, kemudian berlari lagi ke Shafa untuk terus menyempurnakan ikhtiar.
Dan ternyata, hasilnya ditemukan justru di kaki sang Bayi yang sejatinya bukanlah tempat yang selama ini dicari. Itulah cikal bakal air ajaib bernama Zamzam.
Ada usaha, ada hasil. Keduanya berhubungan walau belum tentu hasil berada pada jalur yang sama dengan usaha.
Tugas bunda Hajar adalah berlari, dan Allah mengirimkan hasilnya. Entah dilari yang mana kita akan mendapatkan hasil, entah diikhtiar yang mana kita akan mendapatkan tujuan.
Ikhtiar dan Hasil adalah cerita bagaimana Zam zam dihasilkan.
Ikhtiar dan hasil adalah cerita tentang bagaimana hidup dijalankan.
Ikhtiar dan usaha adalah pembagian antara tanggung jawab Allah dan insan.
InsyaAllah, akan ada “zamzam” lain di setiap kesempatan, asal kita siap “berlari” untuk menyempurnakan ikhtiar.
Proses inilah yang memperkenalkan kita kepada kata sabar dan tawakal. Sabar dalam ikhtiar dan hasil bisa bertawakal.
Selamat Berikhtiar.
–@am.nasrulloh–
(Menuju Dzulhijjah 1444H)
































