RIAUMAG.COM , JAKARTA – Nilai tukar rupiah melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada penutupan perdagangan Kamis (10/10/2024). Menurut Bloomberg, rupiah turun 0,31 persen atau 48 poin ke posisi Rp15.677 per dolar AS.
Analis pasar uang, Lukman Leong, mengatakan rupiah dan mata uang regional pada umumnya melemah terhadap dolar AS. “Pelaku pasar mengantisipasi munculnya laporan terkait inflasi AS yang dikhawatirkan meningkat,” ujarnya.
Biro Statistik AS pada Kamis (10/10/2024) malam WIB akan merilis data inflasi yang diperkirakan melampaui perkiraan. Hal ini mengikuti kejutan sebelumnya pada beberapa data atau indikator ekonomi AS.
Namun, pelaku pasar telah memperhitungkan kenaikan indeks dolar AS (priced-in) jika inflasi meningkat. “Apabila tidak ada kejutan lain, rupiah berpotensi berbalik menguat,” ucap Lukman.
Pasar memperkirakan Indeks Harga Konsumen (inflasi umum) di AS akan naik 0,1 persen secara bulanan. Secara tahunan, inflasi diperkirakan naik menjadi 2,3 persen pada September 2024, turun dibandingkan bulan sebelumnya.
Inflasi inti juga diperkirakan melambat, hanya naik 0,2 persen secara bulanan. Sedangkan secara tahunan, inflasi inti diperkirakan berada pada level 3,1 persen.
Namun, ada faktor lain yang menjadi perhatian serius para pelaku pasar yakni konflik Timur Tengah. “Jika ini terus memanas, pasti akan kembali menekan mata uang berisiko,” kata Lukman.































