
RIAUMAG13—-Pebulu tangkis tunggal putri Denmark, Mia Blichfeldt, menjuarai Hylo Open 2025 setelah menundukkan Putri Kusuma Wardani (Putri KW).
Blichfeldt mengalahkan Putri KW dalam final yang berlangsung di Saarlandhalle, Saarbrucken, Jerman, Minggu (2/11/2025), dengan skor, 21-11, 7-21, 21-12.
“Bisa berdiri di sini (podium pertama) sekarang dan meraih medali emas. Saya sangat, sangat bangga,” kata Blichfeldt dilansir dari SportTV2.dk.
Duel final ideal antara unggulan pertama dan unggulan kedua di ajang BWF World Tour Super 500 ini diwarnai adu skor telak.
Namun, Putri tidak berhasil konsisten dalam memegang kendali permainan, terutama pada gim penentuan.
“Bisa dibilang ini puncak karier saya. Saya belum pernah masuk final Super 500 sebelumnya. Saya juga menyadari saat pemanasan betapa besarnya turnamen ini. Keren sekali saya bisa masuk dan memenangkannya hari ini,” tutur Blichfeldt.
Tahun lalu, Blichfeldt juga menjadi juara. Meski begitu, dia tetap kemenangan ini menjadi yang terbesar dalam kariernya.
Benar sekali saya memenangkan turnamen tahun lalu. Tetapi, Hylo Open telah ditingkatkan dari Super 300 menjadi turnamen Super 500. Oleh karena itu, ini adalah kemenangan terbesarnya dalam karier saya,” ucap pemain 28 tahun itu.
Putri mengawali gim pertama dengan kurang prima. Dia tertinggal dan banyak melakukan kesalahan sendiri. Tunggal putri Indonesia selalu jadi pihak yang tertinggal di paruh pertama gim kesatu.
Akan tetapi, kendali permainan benar-benar hilang dari genggaman Putri saat paruh kedua setelah interval. Putri semakin sulit mengontrol serangan hingga tertinggal 8-12.
Hal yang semakin membuatnya dalam posisi sulit ialah karena banyaknya eror yang terus terjadi.
Statusnya sebagai unggulan pertama, yang diharapkan menyuguhkan permainan dominan, hampir tak terlihat karena setiap pengembaliannya diselimuti kesalahan.
Terutama dalam melakukan netting, Putri selalu hampir dibikin canggung oleh Blichfeldt hingga terus banjir eror. Putri terkunci di angka sembilan cukup lama.
Pemain asal PB Exist itu makin larut dalam pola Blichfeld. Dia sulit menghentikan serangan lawan, dan berakhir kalah 11-21 di gim pertama.
Pada gim kedua, Putri bermain lebih disiplin dan agresif. Kecepatan dan akurasi Putri lebih baik dibandingkan gim kesatu. Juara Korea Masters memimpin jauh 11-4 bahkan 14-5.
Giliran Blichfeldt yang berada di posisi serba salah saat Putri leluasa untuk menyerang. Gim kedua direbut wakil Merah Putih dengan skor 21-7. Kemenangan telak pada gim kedua sebetulnya jadi modal apik Putri untuk bangkit.
Namun, start gim ketiga, di sisi lapangan yang sebelumnya Putri dan Blichfeldt kesulitan, kembali berbuah petaka bagi wakil Indonesia.
Putri tertinggal terlalu jauh dari 2-5 dan bahkan makin telak lagi di 3-11. Kesenjangan kembali terjadi sebagaimana gim pertama. Pemain besutan PB Exist itu hampir mengejar setelah perpindahan lapangan.
Anak asuh Imam Tohari itu mendekat saat 9-12 tetapi kembali kehilangan momentum. Putri terjebak lagi di angka 9 hingga tertinggal 9-15. Putri pun berakhir kalah dan harus legawa menjadi runner-up.
Tetapi, kemenangan atas rekan senegara, Line Christophersen, sangat berarti bagi kekasih dari Toma Junior Popov (tunggal putra Prancis) itu.
“Ini final Super 500 pertama saya, jadi ini sangat berarti bagi saya. Line bermain sangat baik hari ini dan mendorong saya di semua lini dan sisi,” aku Blichfeldt.
“Saya sudah bertahun-tahun kerja keras, terutama tahun ini. Saya sebenarnya tidak menyangka bisa kembali ke level ini setelah cedera bahu.”
“Sayangnya, banyak orang yang meragukannya. Jadi, bisa bermain pada final Super 500 sungguh sangat penting bagi saya. Dan saya sangat senang,” katanya.





























