RIAUMAG.COM , BANDAR LAMPUNG——–Ketua DPD ASITA Lampung Ahmad Al-Akhran (Alkhan) meminta pemerintah Provinsi Lampung untuk segera melakukan penataan ulang dan pembenahan tempat-tempat wisata khususnya wisata Bahari. Dalam Rapat Percepatan Penerbangan Internasional Bandara Radin Inten II di ruang Abung, Balai Keratun, Kantor Gubernur Lampung (28/01/2026), ia juga berharap infrastruktur jalan dapat segera dilakukan pelebaran, mengingat jalur menuju tempat-tempat wisata saat ini masih tergolong sempit yang menyulitkan kendaraan besar menuju obyek wisata.
Ia juga mencontohkan pengelolaan tempat wisata di Labuan Bajo NTT yang sangat rapih sehingga dengan pengelolaan yang tepat, tempat-tempat wisata akan tetap Lestari dan terjaga ekosistemnya. Lebih lanjut ia menjelaskan bahwa di Labuan Bajo tempat-tempat wisata atau spot snorkeling tidak terdapat Ponton, melainkan kapal wisata yang membawa wisatawan lah yang langsung dijadikan sebagai Pontonnya.
“Di Labuan Bajo NTT dan wilayah lain, ketika bersnorkeling, wisatawan naik dan turun langsung dari kapal wisatanya, jadi tidak ada Ponton di Spot Snorkeling (Tengah laut)” Alkhan menjelaskan.
Berbeda dengan Kawasan wisata Pahawang, disetiap spot snorkeling terdapat Ponton (Dermaga Apung terbuat dari kayu) yang dijadikan dermaga ditengah laut (titik spot snorkeling), di Ponton tersebut terdapat warung kopi yang menjual minuman dan makanan, yang mana sisa kopi dan minuman lainnya akan terbuang ke dasar laut yang lambat laun akan menumpuk dan merusak ekosistem bawah laut, tak hanya itu di Ponton tersebut terdapat ruang Ganti pakaian yang juga dijadikan tempat buang air (toilet). Bagaimana mungkin dibawah ada yang menikmati keindahan bawah laut, namun diatas dari Ponton ada yang membuang kotoran.

Tentu hal ini ketika dibiarkan lambat laun akan mencemari dan merusak ekosistem bawah laut, terumbu karang akan rusak. Jika demikian Pahawang perlahan akan kehilangan jati dirinya, keindahan wisata bawah lautnya pelan pelan akan sirna.
Penataan dan pembenahan serta memberikan edukasi tentang pengelolaan tempat wisata yang baik dan benar ke Masyarakat akan berdampak positif bagi kemajuan pariwisata Lampung. Terlebih jika penerbangan internasional sudah berjalan maka target wisatawan yang datang ke Lampung bukan sekedar wisatawan lokal, tapi sudah wisatawan manca Negara.
Standar obyek wisata Lampung seharusnya sudah bukan lagi standar lokal, tapi sudah harus menerapkan standar wisatawan manca negara. Terlalu berlebihan kah? Hal ini justru harus kita mulai dari sekarang.
Labuan Bajo tidak lebih bagus dari Pahawang, tapi karena pengelolaan yang baik, perencanaan yang tepat Labuan Bajo kini menjadi salah satu destinasi pavorite yang diminati turis manca negara. Apakah Lampung bisa? Sangat bisa. Ketika semua sudah mulai menyadari pentingnya pengelolaan yang baik, perencanaan yang tepat, semua lapisan Masyarakat menyadari dan memahami pentingnya mengelola tempat wisata secara baik dan benar.




























